○
Sebagian murid disekolah, pasti menganggap ujian sebagai hal yang menakutkan. Bahkan ada sebagian siswa yang melakukan ritual-ritual khusus menjelang pelaksanaan ujian. Padahal ujian hanyalah salah satu cara untuk mengukur seberapa jauh pemahaman kita dalam memahami setiap pelajaran yang sudah disampaikan oleh guru.
Hasil ujian sekolah biasanya digunakan sebagai salah satu penilaian untuk menentukan kelulusan siswa ke jenjang pendidikan selanjutnya atau untuk menentukan prestasi akademik mereka.
Hal ini pun tengah dirasakan oleh Raya yang salah mengartikan bahwa ujian itu sama menakutkannya seperti sedang melihat hantu. Raya dan Rina bersekolah di salah satu sekolahan yang cukup elit di kota mereka.
"Seluruh pelajaran hari ini telah selesai, sampai jumpa besok pagi dengan semangat belajar baru".
Suara bel sekolah telah berbunyi menandakan jam pelajaran telah berakhir. Para siswa dan siswi pun berhamburan keluar kelas untuk pulang. Kecuali Raya yang tampak lesu setelah mendengar berita dari Bu Siti bahwa ujian akhir akan dilaksanakan minggu depan.
"Anak - anak minggu depan adalah ujian akhir, ujian ini memutuskan kalian lulus atau tidaknya, jadi ibu ingin kalian harus lebih rajin lagi untuk belajarnya ya", ucap Bu Siti selaku wali kelas dari 12 MIPA 1, kelas Raya dan Rina.
Perkataan Bu Siti sukses membuat Raya yang awalnya tertawa bersama Rina menjadi mendadak diam tak bersuara dan seolah membeku.
Hingga di kelas hanya tersisa Raya dan Rina. Raya masih diam membeku seolah bertengkar dengan isi kepalanya. Perkataan itu seolah melayang - layang dikepala Raya. Rina yang tau apa yang sedang Raya pikirkan, hanya menggelengkan kepalanya. Rina adalah sahabat dari kecil Raya, jarak rumah mereka pun tak jauh.
Di dalam kelas Rina terus meyakinkan Raya bahwa ujian tidak semenakutkan seperti yang saat ini ia bayangkan.
"Kamu sih enak, sudah pintar dan selalu paham apa yang dijelaskan guru, sedangkan aku, yaa kamu tau sendirikan Rin", sergah Raya kepada Rina sahabatnya.
"Raya kamu juga pintar kok", jawab Rina. "Kamu itu harus yakin dengan kemampuanmu dan harus rajin belajar dan berdoa", imbuhnya.
"Tapi aku bener - bener takut Rin".
"Sudah santai saja, ayo kita pulang", ajak Rina.
Dengan langkah lunglai Raya keluar dari gerbang sekolah. Rina yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabat karibnya itu.
Selang 2 hari kemudian, semua murid peserta ujian dikumpulkan untuk mendapatkan pengarahan dari Kepala Sekolah. "Anak - anakku semua, besok kalian akan melaksanakan ujian akhir dan ujian ini akan memutuskan kalian lulus atau tidak".
"Maka dari itu, bapak harap kalian harus mengerjakan soal ujian dengan bersungguh - sungguh dan jangan lupa untuk belajar", lanjut Kepala Sekolah.
Pengarahan dari Kepala Sekolah pun tak berselang lama dan diakhiri dengan do'a bersama.
Akhirnya hari yang ditentukan telah tiba. Semua murid mengerjakan soal ujian dengan serius. Pengawas pun juga sibuk mengawasi para murid yang sedang mengerjakan soal ujiannya.
Awalnya Raya masih ragu - ragu untuk menjawab soal ujiannya. Namun, ia teringat dengan pesan kedua orang tuanya sebelum ia berangkat ke sekolah tadi.
"Nak, kamu harus yakin dengan usaha dan semua doa-doamu selama ini tidak akan pernah menghianati hasilmu. Bersungguh - sungguhlah dalam mengerjakan dan pasrahkan semua hasilnya kepada Allah".
Akhirnya Raya pun mulai mengerjakan soal - soal ujiannya dengan bersungguh - sungguh dan tak lupa ia pasrahkan apapun hasil akhirnya nanti, meski hatinya masih sedikit ragu - ragu.
Hari - hari telah berlalu. Dan hari ini adalah hari pengumuman pun tiba.
Kepala Sekolah mengumumkan bahwa Rina merupakan siswa yang mendapat nilai tertinggi seangkatan dan disusul dengan Raya sebagai siswa kedua dengan nilai tertinggi seangkatannya.
"Tuh kan bener apa yang aku katakan, kamu harus percaya dengan kemampuan mu dan belajar yang rajin serta berdoa kepada Allah", ucap Rina.
"Hehehe iya Rinaa", jawab Raya. "Mulai sekarang aku akan yakin dengan kemampuanku sendiri dan akanku pasrahkan apapun hasilnya nanti", imbuh Raya.
"Nahh gitu dong, ini baru sahabat aku", ujar Rina sambil merangkul sahabat karibnya itu.
Raya dan Rina pun lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. Meski awalnya Raya tidak percaya ia ada diurutan kedua sebagai siswa dengan nilai terbaik seangkatan. Namun ia percaya usahanya selama ini serta doa dari kedua orang tuanya tak akan mengecewakannya.
Itulah mengapa kita harus yakin dengan kemampuan kita sendiri, tak perlu takut apa hasil akhirnya nanti. Yang terpenting adalah kita sudah melakukan sesuai dengan kemampuan kita. Jangan menjadikan kesalahan itu akan terus terulang kembali, jika kita mau berubah menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Seperti kata Elbert Hubbad- "Kesalahan terbesar yang dibuat manusia dalam kehidupannya adalah terus-menerus merasa takut bahwa mereka akan melakukan kesalahan."