Sebuah rumah yang besar...
Perempuan:ayah, ibu di mana?
Ayah:mana saya tau, bukan urusan saya. ❄
Perempuan:tapi ayah-
Ayah:ana Arabella!
Ana Arabella:ayah jahat! Ayah bentak ana!
Ayah:ana dengarkan ayah! SANA MASUK KAMAR!
ana Arabella:tapi di luar sudah mulai hujan/mengucap pelan
Ayah:biarkan saja,ibu mu mati di sambar petir.
Ana Arabella:ayah? AYAH DIA ISTRI AYAH DAN IBUKU JUGA YAH!
Ayah:pergi ke kamar ana/memecahkan botol kaca dengan tangannya
Ana Arabella:ayah,ayo cari ibu..... /merengek
Ayah:PERGI DARI RUMAH AYAH SANA! KAMU HANYA BEBAN HIDUP AYAH!
ANA ARABELLA:ayah..... Ana harap ayah pasti akan menyesal nanti nya.....
-BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN
ana Arabella:/keluar dari mobil
Pria:ayo sayang/menggandeng atau memegang tangan ana
Wartawan:aduh romantis banget tuan aryan dan nona ana
Wartawan:gimana cara hubungan tetap langgeng nona ana, tuan aryan
Ana arabella:cukup pengertian aja terhadap pasangannya
Aryanna taegral:mata nya jangan kemana mana juga pasti aman
??? :nak!
Ana Arabella:siapa ya?
Ayah:aku ayah mu nak
Aryanna taegral:bukan nya ayah kamu gak anggap kamu lagi ya?
Ana Arabella:aku juga gak tau.
Ayah:ayah boleh pinjam uang gak sama kamu?
Ana arabella:berapa?
Ayah:sedikit saja sekitar 10 t
Wartawan:ternyata ayah dari seorang model gila harta
Ana Arabella:kalau ayah kesini cuman mau minjam uang ana ga akan pinjaman
Ayah:kenapa? Apa kamu kira ayah tidak membeli kebutuhan mu saat kecil?
Ana Arabella:memang karena yang membiayai ku saat kecil adalah ibu
End
Penyesalan selalu terakhir bagian hidup
Karna adalah sebuah kenyataan yang telah ada sejak dulu