Halo namaku Harjo, sama seperti orang lain aku juga pernah merasakan cinta saat di bangku sekolah, apalagi dengan teman sekelas.Ya biasalah , yang kata emak-emak itu cinta monyet.
Saat itu aku duduk di bangku kelas 3 SMK
Aku ambil di jurusan multimedia, ya jurusan yang banyak cw nya bahkan hanya ada 6 laki-laki dari 32 siswa. Tapi di kelas itu hanya 1 yang membuatku tertarik , panggil aja Iqoh.
Tatapan matanya membuat hatiku berdetak kencang, tapi saya itu apalah daya aku tidak punya keberanian untuk menyatakan perasaan.
Hari demi hari berlalu , dan rasa itu semakin besar, entah datang darimana keberanianku tiba-tiba muncul.
"Eh qoh, mau ga ku antar pulang?"
Tanyaku
" Ga usah ,gw nebeng temen ko" jawabnya
Namun bukan berarti buatku menyerah yah
" Kalo besok gimana? Atau ga lain kali deh, kalo perlu aku jemput sekalian" dengan senyuumku
"Ya deh lain kali"
'Ada harapan nih' , pikirku
Dua hari kemudian si Iqoh ,Wa
"Eh har,btw hari ini gw ikut lo yah?"
Seneng banget dong aku
" Oh koe siap"
Tapi sayangnya saat di kelas ga ada pembicaraan apapun, seolah keberanian kemarin hilang begitu saja.
Bel pulang berbunyi 'teng,teng,teng'
Aku menunggu di bawah tangga
" Ayok!" Ajaknya
" Yok"
Dah itu doang, aku merasa, ko aneh banget yah cuma gitu doang.
Bahkan di perjalanan pun ga ngobrolin apapun.
Walaupun sudah begitu, tetep ga pernah ngobrol di kelas , palingan cuma saling pandang dan tanya- tanya sedikit
Waktu pun berlalu
Saat kelulusan tiba
"Wah mana yah dia,mau minta foto bareng"pikirku
Ya nunggu cukup lama
Tapi akhirnya dapet
Ini kesempatan terakhir,untuk mengungkapkan rasa. Tapi apa daya mulut ini seperti di lem dengan lem tererat sedunia.
Akhirnya berakhir tanpa ada yang terjadi.
Pada suatu waktu , akan di adakan konser dari bend terkenal untuk upara ulang tahun kotaku.
Aku berencana mengajaknya untuk nonton bareng. Hanya saja saat mau kuajak dia
Dia buat status bareng sama cowo lain di sebuah pasar malam.seketika itu hatiku sakit sesakit sakitnya , belum berumah aku merasa sesakit ini.
Tapi apa daya , aku bukanlah siapa-siapa.sejak hari itu pun aku sudah tidak pernah menghubunginya lagi. Beberapa kali berfikir , bagiamana kalo saat itu kuungkapkan saja rasa cinta ini, entah itu di tolak pun sudah ada kepastian dan ga banyak berharap lagi. Cinta masih mencintai, sesal juga menyesal.