Sebagai anak perantauan yang bahkan merantau ke negri orang, merupakan hal yang wajar jika tidak melakukan apapun pada hari libur.
Hanya saja walaupun tidak melakukan apapun pikiran tetap bekerja. (Apa yang akan kulakukan jika kontrak ini habis bagaimana keluarga di saa , bagaimana memenegment keuangan) malah semakin kepikiran.
Aku bukanlah orang yang memiliki kecerdasan tinggi, ataupun banyak prestasi, hidup hanya sebagai orang biasa- sebiasa biasanya.
Hari Minggu adalah hari membosankan tapi sangat di nanti. Padahal hanya di kasur dan memegang hp saaja. Sebenarnya banyak hal yang ingin dilakukan di hari Minggu.
Tapi seperti biasa , ingin hanya ingin.
Tanpa adanya aksi, itu hanya seperti bulan belaka.Rasa lelah secata disk ataupun mental sampai tidak berasa, saking banyaknya tekanan dalam hidup ini. Padahal sudah bagus kerja di luar negri, banyak yang ingin kerja diluar negri tapi tidak bisa.
Minggu itu seperti hari biasa , hanya bedanya gerak dan tidak bergerak. Entah kenapa hidup selalu merasakan rasa malas, paadaal soal Ide dan gagasan banyak yang terpikirkan, hanya saja dengan alasan dana dan kemampuan , menjadi halangan tersendiri. Apalagi kalo soal seseorang yang di cintai.
Hanya ingi melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk diri sendiri. Tapi kenapa selalu saja menghilangkan kesempatan-kesempatan di waktu luang. Membiasakan dirilah hal yang paling sulit.
Minggu juga hanyalah ajang mengeluh soal pekerjaan,atasan dan rekan kerja. Kenapa hari Minggu itu seperti tidak ada manfaatnya?entahlah mungkin itulah rutinitas hari Minggu.
Pada akhirnya ini hanyalah bagaimana cara orang bersyukur dan pola pikir orang. Alangkah baiknya juga pola pikir selalu positif.