Di zaman dahulu kala, pada tahun 1985, di dalam hutan yang lebat dan penuh misteri, terdapat seorang wanita muda yang tinggal sendirian. Wanita itu bernama Morana, yang memiliki kulit hitam, rambut coklat terurai, dan mata yang menyala merah seperti bara api. Morana adalah makhluk gaib yang menjaga hutan tersebut sejak zaman purba.
Menurut legenda yang beredar di kalangan penduduk desa sekitar, Morana adalah roh hutan yang diutus oleh dewa hutan untuk melindungi kelestarian alam. Dia dipercaya memiliki kekuatan magis yang mampu menjaga keseimbangan alam dan melindungi hutan dari kerusakan yang disebabkan oleh tangan manusia.
Ketika penebang kayu baru bernama Andrew muncul dan mulai menebang pohon-pohon di hutan tersebut, Morana merasa terganggu dan marah. Mata merahnya yang menyala adalah tanda kemarahan dan peringatan bagi siapapun yang mencoba merusak hutan tersebut.
Seiring berjalannya waktu, cerita tentang Morana dan keberadaannya menjadi legenda yang melegenda di desa tersebut. Warga desa belajar untuk menghormati hutan dan makhluk gaib yang menjaganya, sebagai bentuk penghargaan atas keberadaan Morana yang menjaga kelestarian alam.