Aku mulai menyadari bahwa mereka semua ada saat aku baru saja bisa berjalan saat balita,sosoknya yang ikut menemani bapak untuk mengajariku berjalan saat balita setiap paginya dimana mataharipun belum menunjukkan dirinya.
"Ayoo nak,kamu pasti bisa,nanti bisa lari-larian sama kak Rama" ucap bapak memberiku semangat saat itu.
Lari?tapi sosok didepan sana loncat?kenapa dia tidak berjalan atau berlari menggunakan kakinya?kenapa dia diikat?
Sekarang aku mengerti,itu bukanlah manusia.
Namun aku mengerti kenapa aku bisa terus-terusan melihat mereka,jujur saja aku tinggal disamping kuburan 2 agama yang saling berhadapan.
Tepat disamping rumahku yang hanya berbataskan dinding pemisah,itu adalah kuburan untuk umat kristiani,sedangkan tepat disebrang jalan berhadapan dengan kuburan yang lain,itu adalah kuburan untuk umat islam.
Banyak hal yang terlewati dan terlupakan,tapi aku masih tidak bisa melupakan bangkitnya.
Malam itu,aku dan kedua orangtuaku baru saja pulang dari pasar malam,mau tidak mau sebelum sampai dirumah,kami harus melewati kuburan islam lalu memotong jalan kearah rumah.
Dia bangkit?bagaimana bisa?apa mau diadili?.
Iya sosok dari kuburan islam itu bangkit begitu rumah peristirahatan terakhirnya disambar petir,ah mukanya seram sekali,aku memeluk bapakku yang menyetir motor sambil merapatkan doa sekenanya,aku binggung harus apa saat itu,aku baru saja berumur 5 tahun.
Aku kira,aku sudah tidak akan melihat lagi,tapi tidak mungkin,kondisi lingkungan sekitarku sangat mendukung,bahkan ada terlalu banyak.
Tidak lama setelah kejadian itu,aku demam karena melihat sosok lain dirumah,bapak diberi tau oleh orang pintar kenalan kakekku untuk pindah dari rumah itu karena bisa mengangguku.
Aku pindah didaerah.yang cukup ramai,aku kira setelah pindah semuanya sudah usai namun tidak.
Semuanya makin parah,rumahnya baik tapi lingkungan sekitar dengan beberapa rumah kosong milik negara untuk karyawan kantor itu sering kosong karena memang cepat sekali siklus keluar masuknya.
Aku selama ditinggal oleh orangtuaku bekerja sekarang tidak sendiri lagi,ada tetanggaku yang baru saja punya anak bayi,sangat menggemaskan.
Waktu itu, keadaannya hujan dan aku belum sempat untuk kerumah sebelah,jadi aku ditemani diteras,tetanggaku berada diteras rumahnya dan aku diteras rumahku.
Kami berbincang beberapa hal,sampai tidak lama ada Sambaran itu lagi,tapi tidak sampai turun ke tanah,namun di arah rumah kosong milik negara,sosok yang aku lihat sewaktu pulang dari pasar ada disana,sekarang wajahnya benar-benar terlihat jelas,sampai sekarang aku tidak pernah lupa.
Sekolah,sekitaran jalan, dan rumah,aku lihat semuanya,mereka beragam ya?.