Hari itu cuaca sedang hujan, adena menonton TV di rumah tapi channle di TV pada kesemutan karna sinyal tidak lancar akibat hujan. Karna bosan, Adena memilih untuk tidur. Ketika ia sedang berusaha memejamkan mata, ia mendengar ngeongan seekor kucing. Ia bertanya “dari mana asal suara itu.”
Kita ia melihat ke teras rumah, ia mendapati seekor kucing yg sedang terluka. Tubuhnya berdarah dengan luka di cabik-cabik, ia segera mengambil kotak pertolongan pertama dan mengobati kucing tersebut. Selesai di obati dan di perban, ia menyadari betapa kurusnya kucing tersebut. Jadi ia pergi membeli makanan kucing. Ketika di supermarket, ada begitu banyak varian rasa makanan kucing, ketika sedang hendak memilih, kucing yg ia tolong tadi menunjuk ke sudut toko. Di sana memang terdapat 1 makanan kucing bermerek whiskas. Di luar toko, kucing tersebut makan dengan lahap sampai kenyang.
Ketika sedang di perjalanan pulang, datang kucing-kucing preman penyebab kucing yg di temui Adena dalam kondisi terluka sebelumnya. Kucing-kucing tersebut hendak mengganggu Kucin adena lagi. Adena yg geram, langsung mengambil kayu dan mengusir kucing-kucing tersebut. Sayangnya, saat sedang mengusir kucing tadi, salah seekor kucing preman tersebut mencakar tangan Adena. Yg menyebabkan tangan Adena berdarah dan terluka.
Ketika sampai di rumah, adena langsung membaluti lukanya dengan perban.
“Fyuh..pasti lukanya akan meninggalkan bekas hitam.”
Tapi ternyata, keesokan paginya luka tersebut sembuh secara ajaib tanpa bekas sedikit pun. Begitu pula hari-hari seterusnya, setiap hal yg ia lalui bersama kucing tersebut, selalu saja di iringi keajaiban. Dalam bentuk apapun.
Hingga suatu hari, Adena dan kucing nya sedang berjalan-jalan di malam hari untuk menikmati angin segar. Tak sengaja mereka malah bertemu dengan segerombolan preman mengerikan. Mereka membawa pistol dan pisau, saat mengetahui keberadaan adena dan kucing nya, mereka langsung mengejar adena dan kucing nya tanpa henti sama mereka terpojok. Preman tersebut menyentuh-nyentuh tubuh Adena layaknya mainan, mereka menggoda goda Adena dan menodongkan minuman keras. Tentu saja Adena bersikeras menolak.
“Jika bukan karna pistol dan pisau mereka, sudah ku hajar mereka.”
Ucap Adena, tapi semakin lama perlakuan para preman tersebut justru semakin kurang ajar, mereka lebih berani melakukan kontak fisik dengan Adena, bahkan berhasil mencekoki Adena miras dan melukai Adena. Adena hanya pasrah pada keadaan dan menangis. Melihat tangisan adena, kucing nya begitu marah lalu perlahan berubah menjadi sosok lelaki tampan berambut putih, berperut sixpack, bertelinga kucing dan ber ekor. Memiliki cakar namun bertubuh manusia, ia memiliki taring dan mata merah tajam. Kucing adena yg telah berubah menjadi manusia kucing pun menghajar para preman tersebut tanpa ampun sampai hanya tersisa nyawa nya sana. Setelah menghabisi para preman, manusia kucing tersebut menyembuhkan luka Adena dengan cara menjilatnya bagaikan kucing sungguhan, dan lukanya benar-benar sembuh seketika. Adena yg setengah sadarkan diri, di gendong oleh manusia kucing tersebut sambil berjalan pulang kerumah. Dalam pengelihatan Adena yg sedikit kabur, ia hanya melihat sosok laki laki berambut putih, perut nya bagus, memiliki cakar, sedang menggendong nya.
Keesokan harinya, Adena benar-benar tidak mengingat apa yg terjadi kemarin malam. Ia melanjutkan hari-harinya seperti biasa bersama kucing nya. _THE END_