Malam yang gelap penuh dengan suara yang bising dan mengerikan, Dinda pergi ke warung depan komplek. Karena dirumah tak ada makanan untuk cemilan
Pada saat berjalan terdengarlah suara "hihihihi Nina bobok ooooooh Nina bobok hihihihi". Setelah mendengar hal tersebut Dinda mempercepat langkah kakinya. Dan tiba-tiba terdengar lagi suara langkah kaki yang dibelakangnya, ketika Dinda ingin menoleh kebelakang tidak ada siapa-siapa.
Dinda berjalan lebih cepat lagi. Dia mendengar suara seperti ada orang yang menyapu "sreek sreeek hihiihhiii".
Dinda makin mempercepat langkah kakinya dan akhirnya lari hingga menuju warung tersebut, dan terdengar lagi suara ketokan pintu dari rumah yang tak berpenghuni lagi dan lagi dia membaca doa.
Setelah selesainya membeli Dinda kembali mendengar bisikan bisikan yang tak jelas ketika lewat pohon beringin yang besar nan tua. Dinda kembali mempercepat larinya dan tiba-tiba Dinda melihat kebelakang karena rasa penasarannya.
Setelah melihat kebelakang Dinda terkejut bukan main, dia melihat sosok wanita, dengan baju putih, kulit pucat, dan wajah penuh darah dan belatung.
Dia lari... Lari lagi hingga dia sampai rumahnya, tapi kengeriann tidak sampai disitu ada yang mengetok pintu kosnya hingga ketokan itu berhenti. Dan Dinda ingin melihat keluar karena rasa penasarannya melebihi rasa takutnya,
Ketika ingin membuka pintunya, dinda terlebih dulu mengecek ke jendela rumahnya. Dia mengintip melalui jendela rumahnya.
Dia gemetar dan perasaan campur aduk dari takut, penasaran, hingga ingin menangis.
Dia mengintip ke jendela rumahnya dan terlihat disana ternyata ada...
Tentangga ingin memberikan sebagian makanannya, setelah menghela nafasnya Dinda membuka pintu tersebut. Dengan rasa tenang akhirnya membuka pintunya, Dinda tak menyangka tetangga tadi tak ada yang ada hanya kumpulan daging busuk dan menjijikkan.
Dinda ketakutan akhirnya menutup pintunya dan memegangi dadanya yang jantungnya berdetak lebih cepat. Ketika ingin membuka matanya Dinda melihat sosok menyeramkan, yang tadi dilihatnya itu sosok baju putih, kulit pucat, dan wajah penuh dengan darah dan belatung.
Dengan melihat itu Dinda berteriak "aaaaaaa tolong aaaa jangan kesini, kumohon". Dengan teriakannya tetangga Dinda kerumahnya
"Din Dindaaaa.. hei Din kamu gak apa?".
Didalam tak ada suara akhirnya tetangga mendobrak pintunya, menemukan Dinda tergeletak tak sadar karena pingsan.
"Din kamu gak papa nduk?." Para warga memanggil orang pintar didaerahnya, "pak tolong boleh kah, ada anak yang diganggu lagi". "Oooh okey saya akan ke sana".
Setelah didoakan Dinda sadar dan akhirnya berkata"kamu gak apa Din?." "Iya gak apa" warga mengucapkan syukur karena Dinda selamat
Karena Disana ada mitos bahwa jangan berpergian sendiripada malam malam, dan karena Dinda juga mengurai rambutnya. Dinda sebagai warga baru tak mengetahui bahwa ada mitos tersebut. Dan jika tak diselamatkan maka jiwanya akan dibawa ke neraka.
Selesai tamat