Disuatu hari yang cerah ada pemuda bernama 'Eirine Alexandre' yang tiba tiba terbangun disebuah kamar,dia sangat kebingungan apa yang terjadi karena tadi ia sedang berada di hutan yang gelap dan berpikir kalo ia akan mati kelaparan.Namun takdir berkata lain pemuda itu bereinkarnasi menjadi seorang anak kecil bernama 'Lairenzxe Alexandre'.Awalnya ia cukup bingung karena memiliki marga yang sama,namun seiring berjalanya waktu ia mulai menyadari kalau mereka adalah keturunannya.
beberapa tahun kemudian Eirine atau Lairenzxe tumbuh menjadi seorang remaja yang pintar di bidang sains,bahkan diusia nya yang masih 14 tahun dia dapat menciptakan robot berkat ingatannya di masa lalu.Lairenzxe memiliki keluarga yang sangat menyayanginya mereka bahkan bersikap ramah terhadap anak angkat salah satu anggota keluarga yang bahkan tidak ada garis keturunan keluarga Alexandre.Namun kebahagiaan lairenzxe akan segera berakhir tragis karena salah satu anggota keluarganya yang tidak menyukai dirinya,ia akan dijual ke perdagangan budak di daerah itu.Semua anggota keluarga nampak marah terhadap Deva atau orang yang akan menjual Lairenzxe,namun Lairenzxe tetap bersikap tenang dan melanjutkan proyeknha meski terdengar sangat bising meski ia telah mengunci pintu kamarnya.
Semakin lama Deva menerima perlakuan yang tidak sewajarnya dari keluarganya akhirnya Deva perlahan-lahan kehilangan kesadaranya dan mentalnya terganggu dan perlahan ia menjadi gila.Tanpa diduga entah ada keajaiban apa Lairenzxe tiba-tiba membuatkan obat untuk pamannya itu meski ia tahu jika pamannya sehat ia akan diperlakukan kasar oleh pamannya,tetapi Lairenzxe berharap bahwa pamannya akan berubah seiring waktu.
Tak lama kemudian kondisi Deva menjadj lebih baik dan itu semua karena metode perawatan khusus yang Lairenzxe lakukan dibantu dengan keluarganya.Saat Deva mengetahui itu ia hanya bisa menangis tersedu-sedu mengingat perlakuannya terhadap mereka dahulu,Deva pun meminta maaf dan memeluk Lairenzxe dengan erat sebagai ucapan terimakasih yabg mendalam darinya.Di sore harinya Deva mengajak Lairenzxe untuk ketemuan di halaman taman depan rumah,ia menawarkan soal universitas yang cukup terkenal akan metode pendidikan yang sangat efektif bagi para siswa yang kesusahan belajar. Lairenzxe menerima tawaran itu karena universitas itu adalah impiannya semenjak ia SMP.
2 tahun kemudian Lairenzxe lulus dari SMA nya dan masuk ke universitas yang disarankan oleh Deva,pamannya.Ia sangat mengagumi tempat itu dan bagaiman fasilitas yang ada di dalamnya,yang tak ia sukai hanyalah posisi bangkunya yang dekat dengan tembok,padahal yang ia inginkan adalah posisi depan papan tulis yang strategis,berhubung ini masih hari pertama masuk jadi para murid dibebaskan memilih bangku sesuka mereka,dan bangku yang telah djtentukan hanyalah alat bantu untuk mereka duduk tanpa bingung memilih.
Beberapa hari kemudian Lairenzxe mulai terbiasa dengan kehidupan kuliah.Dia ingin membanggakan mendiang ayahnya yang sekarang berada di tempat yang damai,penuh ketenangan,Lairenzxe memang tak pernah menerima telfon dari ayahnya.Beberapa saat kemudian ada telefon yang mengaku dari rumah sakit ingin mengabarkan jika ayahnya Lairenzxe mengalami kecelakaan saat ia sedang menyetir, untunglah yang menabrak ingin tanggung jawab dengan dibawa ke rumah sakit.
Mulai dari situ Lairenzxe mulai fokus untuk mengejar mimpinya menjadi seorang ilmuan.beberapa tahun setelah ia menyekesaikan masa belajar di universitas itu ia pergi untuk mencari kerja,ia menemukan pekerjaan yang cocok dengannya,karena itu ia terus bekerja keras sehari hari di sebuah perusahaan ternama yang selalu ia impikan.
Beberapa tahun kemudian Lairenzxe telah berhasil membuat lab nya sendiri danmulai bereksperimen dengan mereka