Terkadang kita merasa iri dengan nasib seseorang yang selalu saja beruntung dalam takdir hidupnya.
Ingin memiliki takdir hidup yang mulus bahkan walaupun ada cobaan tidak seberat yang sedang dialami sekarang,ingin memiliki pendukung hidup yang baik dan pedoman serta junjungan hidup namun seorang yang didambakan tidak sesuai dengan yang kita inginkan.
Iri?jelas setiap manusia pasti memiliki rasa iri terdahap nasib seseorang dan kalian pasti pernah merasa iri sekalipun orang yang kalian iri-kan adalah seorang yang sangat dekat dengan kalian.
Di pertengahan usia yang beranjak dewasa begitu banyak sekali ujian-ujian yang harus di hadapi dari segi lingkungan keluarga, segi lingkungan pertemanan,masalah percintaan,dan lebih beratnya lagi saat ujian itu berasal dari diri kita sendiri yaitu bagaimana cara kita meredam ego kita yang sangat tinggi untuk mengalah sebentar atau lama.
Bertarung dengan ego adalah hal yang sangat sulit dimana kita harus menekan keinginan kita agar keinginan orang dekat atau orang lain terkabul sekalipun diri kita benar tetap saja alasan dia yang di dahulukan terwujud.
"Bu,bukannya ibu tahu kalau misalnya uang itu mau aku gunain buat keperluan registrasi kuliahku" suara seorang gadis dengan rasa tidak percaya menatap ke arah ibunya dengan wajah sedih nya.
"Iya ibu tahu cuma masalahnya Ibu sudah terlanjur janjiin kalau misalnya bakal ngirim ke dia"jawab ibunya yang ingin sekali alasannya itu di utamakan.
"Bu sudah sering kali aku mengalah kali ini saja Ibu jangan melarangku. Tahun kemarin ibu melarangku Kuliah dengan alasan ekonomi lalu sekarang Aku sudah kerja dan ingin kuliah sambil kerja tapi ibu tetap menghalangi" balas sang anak dengan sengit.
"Lagian kamu kuliah ngapain sih? Kuliah itu cuma ngeluarin banyak uang aja terus nongkrong-nongkrong gak jelas sampai malam mending kamu kerja aja jelas kamu dapat uang terus uang kamu itu gak habis cuma buat kuliah yang sia-sia"
Sungguh mungkin jika yang berkata seperti itu orang lain Ia hanya akan biasa saja namun ini orang tua nya yang berkata sungguh sangat menyakitkan sekali ucapan ibunya yang selalu saja ingin dipentingkan segala urusannya.
Anaknya hanya dijadikan mesin uang baginya jika anaknya tidak memberinya uang ibunya itu selalu saja marah-marah dan berkata seolah anak gadisnya itu adalah anak yang durhaka terhadap orang tuanya.
Jika Laura tidak mengingat bahwa dirinya hanya memiliki orang tua satu-satunya dan tidak mengingat dirinya seorang perempuan mungkin Ia sudah pergi jauh dari rumah ini dari pada ia harus tersiksa batin.
Lautan sangat iri dengan teman-teman nya yang memiliki nasib yang beruntung sekali dalam hidupnya memiliki ekonomi yang bagus,lingkup keluarga yang selalu mendukung dan memiliki kisah pertemanan dan cinta yang baik.
Hal-hal seperti ini menjadikan sosok Laura menjadi seorang yang pendiam dan lebih tertutup tidak jarang ia menolak ajakan-ajakan temannya untuk bermain bukan dirinya yang sok sibuk atau gila uang hanya saja dirinya hanya memiliki pikiran bagaiaman caranya ibunya tidak marah-marah kepadanya bagaimana dirinya bisa melihat senyum manis ibunya merekah.
Sejak ayahnya meninggal dunia sosok Ibu yang Laura kenal sangat berbeda dengan sosok ibu yang sekarang mungkin karena faktor ekonomi yang tidak stabil seperti dulu saat sang suami masih hidup mungkin di awal-awal Laura masih memaklumi jika sang Ibu terguncang tanpa kehadiran sosok suami saat sang suami masih hidup semua keinganan sang ibu selalu terkabul atau bisa dikatakan ibunya ini sangat di manja sekali oleh ayahnya namun semakin kesini ternyata Laura menyadari bahwa Ibunya ini hanya memikirkan kepentingan dirinya saja Ibunya tidak ingin bersusah-susah makanya sang ibu hanya memperbolehkan Laura hanya untuk bekerja dan menghasilkan uang dimana uang itu akan dibelikan hanya untuk keperluan rumah serta keperluan ibunya saja.
Jika Laura kuliah sang ibu pasti akan berkata bahwa tidak akan ada uang kemasukan.Ibunya tidak ingin bekerja karena sudah cukup baginya Ia bekerja di saat waktu aku masih sekolah karena setelah aku lulus sekolah ibu dengan tergesah-gesah untuk menyuruhku cepat mencari pekerjaan dengan hasil yang besar dan bisa mencukupi keinginan sang ibu yang selama ini ia pendam.
Yah Laura hanya bisa pasrah dan bersikap lapang dada saja di hatinya Laura selalu mengatakan bahwa Ia sangat beruntung masih memiliki orang tua walau satu-satunya jadi bagaimana cara nya ia harus bisa menyenangkan hati ibunya biarlah dirinya mengalah untuk kesekian kalinya baginya senyum orang tuanya adalah hal yang harus di perjuangkan.
Hey jadi dewasa itu tidaklah seindah yang kau bayangkan perlu banyak sekali rasa sabar yang harus kita tanamkan dan perlu berlapis-lapis menekan ego kita yang tinggi demi kepentingan keluarga bahkan orang lain.