Yolla namanya, seseorang yang sedang berusaha untuk menggapai cita citanya.
ia bercita-cita ingin menjadi seorang atlet badminton yang hebat dan dikenal didunia.
Yolla hanyalah seorang anak yatim piatu berusia 14 tahun yang masih tinggal di panti asuhan.
tidak ada yang ingin mengadopsinya sedari ia kecil sampai sekarang, entah karna apa padahal ia normal-normal saja dan tidak ada kecatatan fisik sedikitpun pada dirinya.
namun ia senang, tinggal dipanti asuhan saja sudah merupakan anugrah untuk dirinya yang sebatang kara ini.
ia mempunyai banyak teman serta adik adiknya yang memiliki nasib hampir sama seperti dirinya.
"Yol, nanti katanya ada pertandingan tunggal putri nasional dan yang dipilih pihak sekolah itu kamu buat wakilin" ucap Vina, ia adalah salah satu teman Yolla di ekstrakurikuler badminton sekolah.
"hanya aku?" tanya balik Yolla sembari menunjuk dirinya sendiri. dan Vina mengangguk sebagai jawaban.
"kenapa gak kamu aja Vin?" tanya Yolla lagi.
"aku malas, butuh beberapa hari disana untuk menentukan pemenang, dan aku gak bisa tidur selain dikamarku" ucap Vina.
"lagi pula kurasa kamu lebih membutuhkan itu, karna hadiahnya ituh gak main-main loh! kamu bisa membantu panti kamu yang katanya lagi kesusahan kan?" ucap Vina panjang lebar.
Yolla hanya mengangguk dan tersenyum tipis sebagai jawaban.
Yolla berlatih keras untuk pertandingan yang akan diadakan itu, selepas bel pulang berbunyi ia latihan terlebih dahulu sebentar di lapangan badminton. meskipun hanya tinggal ia seorang diri disana ia tetap teguh akan pendiriannya.
meskipun ia pernah mendapatkan beberapa kali prestasi dibeberapa pertandingan namun pertandingan kali ini benar benar besar, tingkat nasional!
pertandingan ini bisa membantunya untuk menuju karir badmintonnya dimasa depan.
selepas Yolla latihan ia segera pulang ke panti asuhannya menggunakan sepeda lamanya.
beberapa hari berlalu dan sekarang tinggal seminggu lagi pertandingan itu akan diadakan
tentu saja Yolla gugup, hanya ia sendiri yang akan kesana dan Diwali kan pak yoga selaku pelatih ekstrakurikuler badminton dan juga pak Anton selaku kepala sekolah disekolahnya Yola. namun Yolla percaya akan dirinya sendiri bahwa ia pasti akan bisa menunjukkan gaya bermain badmintonnya dengan baik.
kini Yolla tengah berlatih seorang diri dengan hanya ditemani pak yoga yang memberikan arahan.
"semangat yoll! kamu pasti bisa, tunjukkan gaya pertandingan kamu dengan baik serta iringi lah latihan keras, bapak yakin kamu pasti bisa melakukan yang terbaik!" ucapan semangat pak yoga berikan untuk Yolla yang tengah berlatih itu.
"siap pak" ucap Yolla dengan teguh serta penuh semangat.
kini saatnya lah hari pertandingan dimulai, Yolla benar benar gugup. pertandingan ini tentu saja tidak akan berlangsung singkat, banyak sekolah dari seluruh Indonesia yang ikut serta, butuh beberapa hari untuk menentukan pemenang utama dari pertandingan kali ini.
dihari pertama sudah banyak para pemain yang tersingkir maupun pemain yang berhasil lolos ke babak selanjutnya, dan itu disalah satu pemain yang lolos itu adalah Yolla.
Yolla tentu saja sangat berharap ia bisa masuk kebabak final dan menjadi pemenang, terlebih lagi dibabak final nanti akan banyak orang orang penting yang tak lain tak bukan adalah para pemilik club badminton besar maupun kecil akan hadir dan juga dibabak final nanti akan disiarkan disalah satu siaran tv terkenal di Indonesia.
pertandingan demi pertandingan sudah Yolla lalui, dan kali ini ia tak menyangka ia benar-benar bisa masuk ke babak final.
kali ini lawannya adalah seorang siswi dari SMP Gregory isaacs Jakarta international school(ngasal)
dibabak pertama Yolla harus takluk dengan skor 19-21 ia mulai merasa ada yang mengganjal di awal mula babak kedua dimulai.
banyak sekali flash yang menyala dan mengganggu penglihatannya, terlebih setelah ia mengeluh ke wasit, wasit yang bernama Prazkiazqiz itu pura-pura tak tahu.
Yolla yakin wasit tersebut curang, namun ia bisa apa? wasit adalah seseorang yang menentukan jalan permainan.
hingga akhirnya Yolla harus puas dengan takluk juga di babak kedua dengan skor 24-26.
Yolla keluar sebagai runner-up dan mendapatkan hadiah sebesar Rp 5.000.000 Yolla bersyukur meskipun ia bukan yang menjadi pemenang utamanya, meskipun hal ini tak adil Yolla berusaha ikhlas menghadapinya.
setelah diruang istirahat Yolla didatangi oleh seseorang yang mengaku sebagai salah satu pemilik club badminton besar, Yolla ditawari untuk berlatih disana dan siapa tahu suatu hari nanti bisa mewakili negara, tentu saja Yolla mau ia langsung mengangguk sebagai jawabannya.
....
Carita Yolla sampai disini, maaf singkat:) saya masi amatiran...