Pada zaman dahulu hiduplah Jono seekor buaya jantan yang sangat populer di kalangan para hewan. Jono ini sangat berkarisma dan dia mudah bergaul dengan siapa saja karena dia orang yang humoris juga ramah. Jono sangat baik kepada semua hewan lain terutama kepada hewan betina.
Setiap hari hobi Jono ialah merayu dan ngegombal para hewan betina yang ada di hutan bukan hanya buaya betina saja yg ia rayu tapi hewan hewan betina lain juga di rayu oleh Jono.
Jono tidak pernah serius kepada hewan betina yang pernah ia rayu dengan mulutnya yg manis dan wajah yg berkarisma. Jono selalu meninggalkan mereka dan mencari mangsa baru.
Pada suatu hari ada burung merpati yang sangat cantik jelita bernama jini, tetapi walaupun cantik jini ini sering terkena sejenis penyakit yg selalu membuat orang kabur darinya. Penyakitnya itu ialah ga tau apa namanya intinya si jini setiap bertemu hewan jantan dan mau memulai hubungan romantis selalu saja ada halangan yg membuat para hewan jantan kabur dari dia. (Contohnya nanti lihat saja saat pertemuan pertama jini dan Jono)
Pada siang hari yg cerah jini sedang makan buah apel hijau yang rasanya asam, jini suka semua buah yg rasa asam jadi jini memakan banyak buah apel itu.
"Euumm enak banget buah apelnya" tiba tiba perut jini sakit karena terlalu banyak makan buah apel yg asam dan jini pun berak preeettttttttt eek nya jatuh kebawah (ini jini ada di batang pohon apel ya) dan ternyata dibawah itu ada Jono yg sedang melewati pohon apel itu. Tentu saja eek nya jini jatuh ke kepala Jono.
"Anjir eek siapa ini Cok sembarangan eek" Jono pun melihat ke atas dan ternyata itu eek jini si merpati cantik, sekejap Jono terpana melihat kecantikan itu. Jini yg melihat eek nya mengenai Jono pun kaget
"Maafkan akuuuuu...hiks" jini mengembangkan sayapnya ingin pergi dari pohon apel karena malu tetapi Jono menghentikannya
" Tunggu, jangan pergi"
"Hikssss" jini menangis dan malu
"Jangan bersedih wahai merpati, kamu Sangatlah cantik dan bahkan eek mu pun terlihat begitu indah di mata ku" Jono mengatakan itu dengan wajah yang berbinar dan membuat jini percaya
"Benarkah? Bukannya eek itu bau ya"
"Hahahaha apa yang kamu bicarakan wahai merpati, eek mu pun tercium sangat beraroma misterius dan menggelora🗿"
"Wahhhh apakah benar seperti itu? Mau aku eek lagi di atas kepalamu?"
"Tidak" mulai dari pertemuan ini mereka berdua menjadi dekat.
Setiap hari setiap waktu Jono selalu merayu jini dengan omongannya dan terus mengatakan jini segalanya bagi dia. Pada suatu hari saat Jono dan jini sedang berjalan di taman bunga didalam hutan---
"Jono"
"Ya?"
"Kamu tau ga?"
"Engga, emang apa? Kamu kan belum kasi tau"
"Jadi gini"
"Iya gini gimana"
"Kamu itu kayak martabak" kata kata itu membuat Jono terkejut apa yg akan di katakan jini karena jini tidak pernah mengatakan hal seperti ini dan jika untuk menggombal jini bukan orang yg bisa ngegombal
"Martabak? Kok aku mirip makanan?" Tanya Jono (btw ini juga ga tau kenapa jini bisa tau tentang martabak intinya ini kan imajinasi martita jadi maklumin saja)
"Iya karena sama sama manis" jini pun mengatakannya dengan senyuman yang membuat jantung Jono terpental pental tantrum jungkir balik salto dan salting brutal
"Kamu ini bisa aja dehh, bener nih aku manis?" Ucap jono dan membuat dia tersipu malu anjir cok bisa malu juga dia
"Iya manis terus--"
"Terus apa?" Tanya Jono dengan gembira
"Yaaaa manis ramah tapi ga nembak nembak" seketika perkataan itu membuat Jono terdiam
"Jono karena tidak ada perkembangan pada hubungan kita, aku gak bisa terus bermain main denganmu dan sekarang aku juga sudah punya pacar" ucapan itu membuat dag Dig dug Dum tanana Nanana Dum bunyi detak jantung Jono
"Apa? Pacar?"
"Iya kemaren biawak nembak aku pake hatinya jadi aku terima dengan senang hati" dan tiba tiba entah dari mana biawak datang ke arah jini
"Jini, ayo pergi dari sini jangan buang buang waktu kamu. Ayo kita piknik di sungai" jini pun pergi bersama biawak dan meninggalkan Jono yang terpaku karena dia baru saja seperti dicampakkan dan Jono pun galau brutal. Jono duduk di tepi pantai dan menyanyikan lagu galau
"Akkkuuuuuuuu tak mengejarmu saat kau pergiii bukan karena ku tak cinta lagi tapi kini kusadari cinta tak harus saling milikiiiiii"
"Sungguh tega kamu jini meninggalkan ku seorang diri, padahal aku menerima mu saat kamu eek di kepalaku sungguh tega kamu" Jono menangis brutal dan galau brutal sementara jini sudah bahagia dengan pilihannya
*The End*