Sekitar jam 10 malam,Adam belum bisa memejamkan mata.terlalu banyak yang memenuhi pikirannya.duduk di dekat jendela apartemen ditemani secangkir kopi sambil menyesap rokok.entah itu batang yang keberapa yang dia bakar.menatap kelap kelip lampu ibu kota.
Handphone di depannya tiba-tiba bergetar.ada nama AYAh terpampang di layar.dia diam sejenak.setelah menghela napas,dia menggeser warna hijau di layarnya
"Assalamu'alaikum yah,gimana kabar ayah"
"Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah ayah sehat.sedang apa sekarang,apa masih bekerja.ini sudah malam"
"Sudah selesai kerja kok yah.belum bisa tidur"
"Pulang lah nak,ayah kangen sama Adam"
"Sebentar lagi yah,aku ingin cari pengalaman dulu"
"Pengalaman apa lagi yang ingin kau cari,apa 5 tahun belum cukup."
Adam membalasnya dengan tersenyum.senyum yang sulit di artikan.
"Kamu tidak lupa tanggalnya kan?"
"Ingat kok yah"
"Pulanglah,jangan terus-terusan bersembunyi.berdamailah nak,semua akan baik-baik saja "
"Iya yah,akan ku usahakan pulang.sudah malam yah,tidak baik seumuran ayah jam segini belum tidur.sudah dulu yah, assalamu'alikum "
"Wa'alaikumsalam "jawab seseorang di seberang sana.
Adam menatap handphone yang sudah hitam layarnya.terlalu rumit jalan hidupnya.kenapa rasa ini tetap sama seperti dulu.rasa yang seharusnya tidak boleh ada.
Waktu cepat berlalu,sudah saatnya dia pulang sesuai janji dengan ayahnya.setelah tiba di depan pagar rumah,semua orang tampak sibuk untuk persiapan acara lusa,acara pernikahan salsa dengan sahabatku arsaka.
Entah kenapa masih belum rela melepas salsa dengan arsaka meski dia sahabat baikku.
Aku paksakan kaki ini melangkah memasuki pekarangan rumah yang dulu tempaku untuk pulang.sekarang semua sudah berbeda,aku enggan pulang kerumah ini.
Setelah sampai dekat pintu ku ucapkan selamat,semua orang menoleh kepada ku.tak terkecuali dia, seseorang yang tetap bertahta di relung jiwaku.
Semua orang kerabat menghampiriku,memeluk, menanyakan kabarku selama 5 tahun merantau ke ibu kota tanpa pernah pulang.ayah memelukku erat,tanpa kusadari dia meneteskan air mata.baru kali ini aku melihat ayah sampai menangis, apakah aku sangat keterlaluan sehingga membuat ayah sedih..apa ini air mata kebahagiaan.
Tak berselang lama dia mendekat padaku, mengulurkan tangan untuk salim denganku.
Tubuh ini hampir saja hilang kendali,ingin ku rengkuh,ku peluk dengan erat sebagai pengobat rinduku.untung sisi kewarasanku masih aktif.
Tatapaku fokus ke dia,tp dia seakan menghindar.entah ada saja yang dia lakukan agar teralihkan oleh ku.
Sudah tengah malam Adam belum bisa tidur.dia keluar kamar untuk mencari udara segar..sepintas dilihatnya salsa sedang berada di dapur.adam jalan pelan menuju kesana setelah tiba di dekat salsa.raut kaget yang terlihat di wajahnya.
"Apa kakak membutuhkan sesuatu,aku baru saja ambil air minum"
"Apa kamu bahagia,"
"Ya aku bahagia"jawab salsa pelan
"Apa rasa itu masih ada"
Salsa enggan menjawab,seakan ingin segera pergi.
Adam menahan tangan salsa saat salsa ingin pergi dari dapur.
"Semua sudah berbeda kak,pandai pandai menempatkan hati.aku pun juga begitu."
Reflek Adam melepas cekalannya di pergelangan tangan salsa.
Salsa buru buru pergi dan masuk kamar.
Adam masih mematung memandang telapak tangannya.
Apa memang semua sudah berakhir.ucapnya dalam hati.
Sedang seseorang yang baru masuk kamar,dia langsung luruh di dekat ranjang menangis sambil memukuli dadanya.kenapa rasanya sesakit ini keluh salsa dalam hati.
Cerpen ini bagian dari novel belenggu cinta..jangan lupa dukung author.terima kasih