Cerita ini dimulai dari sebuah rumah sakit yang di bangun diatas tanah Belanda.
Dahulu rumah sakit ini menjadi salah satu rumah sakit pusat yang memiliki banyak pasien, namun sayangnya saat ini rumah sakit tersebut sudah terbengkalai karna kurangnya peralatan serta jarak tempuh yang cukup jauh dari pusat kota.
Tempatnya berada di dekat sebuah hutan rimba yang cukup jauh dari kota jakarta, disini ada beberapa warga yang ikut bermukim di tempat ini, namun karna tempat yang cukup jauh dari kota, rumah rumah disini mulai ditinggalkan oleh para penghuninya yang memilih tinggal di pusat kota sehingga rumah rumah disini dijadikan tempat kos/kontrakan dengan harga yang terbilang relatih murah dan terjangkau.
Sebuah keluarga yang datang dari pulau berbeda pindah ke kota ini dan mengontrak rumah tak jauh dari rumah sakit tersebut.
Tempat tersebut tidak terlalu sepi namun saat malam datang suasa disekitar tempat itu seakan berubah menjadi tempat yang seakan tidak berpunghuni.
Bahkan suara angin dapat kamu dengar jelas di telingamu, dan udara yang semakin lama semakin dingin diikuti angin sepoi-sepoi yang cukup kencang
Tepat pada pukul 8 malam, saat orang tersebut sedang menonton TV dia mendengar suara ketukan pintu mengetuk pintu rumahnya.
Tanpa rasa curiga orang tersebut berjalan ke depan pintu dan berfikir bahwa yang mengetuk pintu adalah salah satu keluarganya namun saat ia membuka pintu tersebut tak ada seorangpun di depan rumahnya.
Dia melihat ke sekitar dan berfikir bahwa salah satu keluarganya itu sedang mengisenginya, namun setelah berkeliling melihat keluar dia tidak melihat siapapun dan suasana disana begitu sepi.
Orang tersebut kembali memasuki rumahnya, namun selang beberapa langkah setelah dia menutup pintu, pintu itu kembali terdengar suara ketukan.
Orang tersebut berjalan kembali ke jendela yang berada di dekat pintu, dia mengintip dari balik gorden pintu namun dia tidak melihat siapapun
Disini dia mulai merasa ketakutan, fikirannya mulai tidak karuan. Namun dia berusaha menenangkan dirinya dan kembali ke ruang tamu untuk menonton TV
Siapa sangka, pintu itu kembali terdengar suara ketukan yang membuat orang tersebut terpaku ditempat. Dia bahkan tidak berani bergerak sedikitpun, ditambah saat ini dia hanya seorang diri dirumah.
Dia pernah mendengar dari tetangga yang berada di samping kontrakannya, bahwa tak jauh dari tempat ini ada sebuah rumah sakit yang kini sudah terbenglakai selama sekitar 2-3 tahun.
Rumah sakit tersebut dibangun diatas tempat jenazah pada peperangan di era Belanda.
Bangunan tersebut di hancurkan dan di bangun sebuah rumah sakit yang sayangnya rumah tersebut tidak bertahan lama.
Banyak kasus yang ia dengar seputar rumah sakit tersebut yang dimana para arwah yang bergentayangan itu suka mengganggu warga disekitar.
Awalnya orang tersebut tidak terlalu percaya namun sekarang barulah ia percaya dengan apa yang tetangganya katakan.
Suara ketukan sejenak berhenti namun ketukan itu berubah menjadi sebuah tangisan seorang wanita yang bertriak minta ampun.
Suara tangisan kesakitan yang semakin lama semakin keras, lolongan minta maaf dan kata ampun yang diucapkan wanita itu membuat seseorang tersebut gemetaran
Tubuhnya seketika pucat dan dia bahkan tidak tahu harus berbuat apa saat ini, dia hanya berani menutup mulutnya dan memeluk kedua lututnya
"Tolongg.... Ampun.... Ampuni aku.... "
"Aku minta maaf... Tolong jangan bunuh aku.... Tolongggg.....!!! "
Suara itu diakhiri dengan sebuah tawa dari seorang laki-laki yang terdengar sangat kejam dan menakutkan.
Dengan tubuh yang gemetar seseorang tersebut berusaha meraih handphone yang tak jauh darinya, namun dia tidak memiliki tenanga untuk mencapai handphone tersebut yang akhirnya handphone tersebut jatuh ke lantai
Dia terdiam sesaat, melihat handphone yang berada di tanah, suara dentuman handphone yang jauh menyentuh lantai menciptakan suara yang terdengar cukup jelas
Suara tangisan itu seketika berhenti saat suara itu dialihkan pada handphone yang jatuh ke lantai
Namun bersyukur tidak terjadi apapun membuat seseorang tersebut merasa lega.
Saat dia mengira semua sudah berakhir, ketukan pintu kembali terdengar.
Seseorang tersebut tidak memiliki keberanian mendekat ke arah pintu, namun tak berapa lama terdengar suara seseorang memanggilnya. Suara yang familiar di telinganya, itu adalah keluarganya
Saat keluarganya mencapai rumah, dia menceritakan semua kejadian tersebut, namun keluarganya tak percaya dengan hal itu.
Tepat saat itu dia mendengar kerusuhan dari sebelah, dimana para warga terdengar cukup heboh.
Dia keluar dan memberanikan dirinya, melihat se kerumunan warga yang membawa opor dan senter di tangan mereka.
Mereka mengatakan bahwa tadi ada seorang laki-laki yang membawa kepala seorang wanita, kisah ini tak lepas dari kekejaman zaman Belanda.
Beberapa dari mereka mengatakan bahwa itu hanyalah arwah pada zaman Belanda dulu.
Tepat tak lama dari kehebohan tersebut terdengar suara sirine ambulan yang berbunyi pelan dan sayu seakan membawa seorang jenazah.
Seketika semua terdiam di tempat, namun bersyukur suara itu hilang dan tidak terdengar lagi