Ini kisah 3 anak manusia,3 sahabat dari kecil terus bersama.dari SD sampai SMA pun tetap bersama meski selalu beda kelas.maklum kapasitas otak kita gak sama..
Namaku Malik,2 temanku Anita dan arum.aku baru percaya mustahil persahabatan laki-laki dan perempuan tanpa di sisispka Rasa cinta.seperti halnya diriku dengan arum.
Kami tinggal di pinggiran kota,dari keluarga sederhana.untuk melanjutkan kuliah kita harus belajar mati matian untuk lolos mendapatkan beasiswa.kalo bisa kita juga harus sekampus.
Kita selalu ngumpul di kantin..seperti saat ini.aku menunggu 2 ras terkuat di bumi.
Anita selalu menyapa duluan, maklum Arum anKnya pendiam.ibarat kata kalo g di ketok g bakal bunyi.nunggu Arum nyapa duluan bisa kuburu beruban ini rambut.
"Udah lama Lik"kata Anita sambil nepuk lenganku.
"Belum kok,baru abis bakso satu mangkok sama es segelas"ucapku sambil melirik arum.dia nampak tersenyum tipis.tak apa yang penting namanya tetap tersenyum.
"Kamu lolos gak Lik,kalo kita berdua sih lolos.ya gak rum"
"Aku harap kita semua bisa dapat beasiswa,kita sudah lama sama sama.semoga kita juga akan sukses bersama ."ucap Arum
"Amiin"ucap kita serempak.
Kita diterima di salah satu universitas negri di surabaya..sesui kesepakatan,sebelum berangkat kita sepakat kumpul di rumahku.berangkat bersama ke stasiun di antar ayah dengan mobil yang biasa buat angkut barang di toko.
Arum yang pertama tiba di rumah.di temani ibu di teras sambil menungguku selesai mandi.entah apa yang di bicarakan kelihatannya serius.
Setelah sampai Surabaya kita cari kos yang dekat dengan kampus.anita dan Arum satu kosan.kalau aku jelas gak barengan...kita sengaja cari tempat kost yang tertutup dan ada jam malam.supaya gak sembrono.
Perkuliahan sudah di mulai.kita tetap seperti biasa selalu ngumpul di kantin kampus.menginjak semester 2 Arum semakin percaya diri dan sedikit lebih terbuka..sedah mulai banyak bicara.
Sedikit ada yang beda.sering telat gabung kalo pas istirahat di kantin.berusaha untuk tetap positif.pas waktu aku di perpustakaan.g sengaja melihat dia masuk bareng cowok kakak tingkat.
Sejak itu aku jadi kepikiran.apa sudah saatnya aku ungkapin perasaanku ke dia daripada nanti keduluan cowok itu.
Sengaja minta bantuan Anita agar bisa berdua dengan arum tapi harus natural.anita sih sudah tau maksudku.
Sebelum berangkat dia memastikan keputusan ku.
"Kamu sudah yakin dan siap,ada resikonya loh.kalo di terima pasti seneng tambah lengket,tp kalo di tolak apa tak akan berpengaruh buat kita.jadi canggung pasti."
"Tenang nit,sudah aku pikirkan kok."
Kami janjian nongkrong di kafe dekat kampus.pas Anita pamit ke toilet padahal sih dia kembali ke kampus.
Aku berdemen pelan
"Arum sudah lama kita bersama, ternyata rasa ini ingin lebih dari sahabat.aku sayang,cinta sama kamu.apa kamu sayang dan cinta sama aku.maukan kamu menerima sayang dan cintaku "ucapku pelan dan sangat hati-hati.
Dia awalnya terkejut.cukup lama di terdiam.dia menghela napas cukup dalam sebelum berkat
"Maaf,biarlah kita seperti ini.sambil sama sama memantaskan diri.aku harap setelah ini kita tetap seperti biasa.anggap ini sebagai iklan yang numpang lewat.perjalan kita masih panjang.masih ingat kan kalau kita ingin sukses bereng bareng."
"Anita lama banget ke toilet.aku susul dulu"ucapnya sambil berdiri
"Gak usah,barusan chat kalau dia udah balik ke kampus"cegah ku.dia duduk lagi pelan dan agak canggung.
Setelah selesai makan dia pamit duluan.dan aku masih di sini.masih mencoba mencerna ucapannya.apa aku tak pantas untuknya,lebih tepatnya belum pantas.seberapa pantasnya aku untuk arum.apa kesuksesan masa depan yang kau ukur.baik,akan aku jadi sebagai motivasiku..tunggu aku rum,tunggu aku sukses.
Sampai kampus Arum langsung ke perpustakaan.bukan mencari buku,dia butuh tempat yang tenang untuk menata hati.sakit tapi harus begini dulu.masih teringat jelas ucapan ibu Malik sebelum berangkat ke Surabaya.
"Kalian kan sudah mulai dewasa,sudah bisa berfikir masa depan.kalau bisa jangan rusak tujuan dan niat kalian.sampai lulus, kerja dan sukses bersama.ibu percaya sama kamu,kalian bisa saling menjaga dan mengingatkan."
"Iya Bu, terimakasih nasehatnya."
Hari ini Arum pulang kerumah, sepupunya ada yang menikah.hanya aku dan Anita makan di kantin..
"Udah lah Lik,gak usah macem macem lagi.kalo gini kan jadi canggung"
"Namanya juga usaha nit.biasanya kan kalo laki dan perempuan bersahabat pas 3 orang.akan ada cinta segitiga.trus kamu gimana nit."
"Gimana apanya"
"Itu." Ucapku senyum sambil menaik turunkan alis.
"Kamu fikir cerita di novel.aku cinta sama kamu gitu..oogiahh"ucapnya sewot sambil nonyor kepalaku.dia langsung pergi..
"Eh mau kemana,belum di bayar ini."
"Ogah,bayar aja sendiri.itung2 sedekah sama aku"
Setelah Arum balik ke kampus lagi.awalnya sedikit berbeda,tp itu tidak lama.semua kembali seperti semula kita selalu bertiga.
Benar kata Arum,biar kita seperti ini..sampai kamu menjadi milikku syalwa Arum primadita.