Pada dasarnya memiliki kehidupan yang aman, nyaman dan tentram adalah impian semua orang, dan hampir semua orang bisa memilikinya tanpa mereka sadari.
Namun apa dayaku, di usiaku yang belia pun malah harus kehilangan sosok ayah.
“Kalau pun aku bisa memilih, aku lebih memilih untuk tidak lahir di keluarga ini atau bahkan tidak dilahirkan sama sekali.” Ucapku kepada langit malam.
Semasa aku duduk di sekolah dasar, aku sudah tahu bagaimana rasanya dijauhi teman sekelas. Aku iri dengan mereka yang memiliki keluarga lengkap yang bahagia, jelas. Tak semua orang tahu bagaimana rasanya tidak memiliki sosok orang tua yang perhatian.
Pada usiaku ke delapan tahun, tepat setelah ulang tahun ayahku. Kabar duka menyusul setelah ibu kembali ke rumah, mereka menyebutkan bahwa ayah sudah tiada. Terkejut dengan berita itu, ibu terduduk lemas hingga tak kuasa menahan tangis yang tersedu-sedu dan menyalahkan dirinya sendiri, “Kenapa kamu harus tiada saat aku baru saja tiba di rumah?!”
Ibu mengucapkannya berkali-kali karena tak dapat mengulang waktu, tangisan pun sia-sia namun menjadi bukti cintanya. Ayah adalah orang ysng begitu ramah dan baik, ia juga perhatian dengan keluarga. Begitu sempurna untuk lelaki di dunia fana.
Kegiatan belajarku terap berjalan, kala mereka dijemput oleh orang tuanya ketika pulang sekolah menyengat sakit hatiku. Iri yang tak dapat diungkapkan hanya dapat terpendam di hati yang dalam.
Seminggu setelah kepergian ayah, ibu mulai mencari pekerjaan. Begitu juga dengan kedua kakakku, mereka bekerja giat dari pagi hingga petang melupakan bahka ada anak kecil yang harus mereka perhatikan. Banyak tuntutan untuk menjaga peringkat dan kepintaran, sku belajar mati-matian walau hanya tergapai hingga di tiga besar.
Bukan uang yang aku harapkan tetapi senyuman dan ucapan yang keluar langsung dari mulut mereka, namun bukan ucapan selamat dan dukungan yang kudengar aku malah dituntut lebih keras dan berpikir matang untuk usiaku.
“Jika saja aku tidak lahir, pasti mereka tak'kan kesulitan seperti ini kan, Tuhan?” Tanyaku kepada lautan kejora di nabastala.