"Nicky, apakah kamu suka balon?" tanya seorang pria padaku.
Ya dia adalah pria yang tampan, perhatian dan sikapnya.....aku tidak tahu.
Rumah kecil.
Tinggal di apartemen sendirian itu seperti tinggal di rumah kecil. Eh bukan maksudku ruangan ini, tapi kesendirian ini.
Apartemen ini cukup buruk bagiku, what? ada beberapa alasan seperti pagi ini yang kualami.
seperti biasanya aku pagi- pagi membuang sampah di luar apartemen. memegang sampah dan membuka pintu, diriku dikagetkan oleh kehadiran banyak orang di sebelah apartemen. tetanggaku seperti sedang kedatangan tamu.
Dengan wajah yang tidak peduli seberapa malunya diriku diperhatikan pria-pria itu, aku kebal muka untuk melewati mereka.
setelah jauh, aku pun bisa menghembuskan nafas lega.
"Sial! kenapa aku setiap pagi harus merasakan perasaan seperti ini? Itu bukan urusanku, kenapa aku yang jadi terganggu?".
Aku segera menuju tempat pembuangan sampah. Segera kulemparkan sampah ke tempatnya dan aku segera kembali ke apartemen. sialnya, lagi- lagi aku harus melewati kerumunan orang-orang.
Namun, kali ini berbeda. tidak hanya itu, diriku kedatangan tetangga baru dan ia telah berdebat dengan tetangga lama. keadaan semakin membuat diriku pusing. mereka membawa banyak orang.
Kupikir tetanggaku ini antara gangster dan mafia. nasibku buruk sekali.
mereka semua menghalangi jalanku. Aku pun sulit melewati jalan. Aku hanya bisa terdiam melihat mereka berdebat, entah apa yang mereka perebutkan.
"Sialan! kenapa pria seperti mu juga ada disini. mengapa tidak tinggal di apartemen lain saja?"
"Kamu! kamu, yang kenapa ada di sini? Tidak bisakah kamu tenggelam saja di dunia ini?"
" Heh, Apa maksudmu?"
"Ya, sebaiknya kamu angkat kaki dari apartemen ini!"
" Oh.... begitu! Aku tidak akan pernah meninggalkan tempat ini loh! Jadi, mengapa tidak kamu saja yang pergi?"
perdebatan itu seperti tanpa ujung, dan membuatku bosan menunggu. Aku pun berjalan di tengah-tengah mereka dan berhenti tepat di depan dua pria yang berdebat tanpa akhir itu.
"Hem...tolong hormati tetangga kalian yang ada di tengah. Jadi mohon untuk tidak ribu!!" ucapku dengan nada akhir yang emosi membuat kedua pria ini tercengang melihat ke arahku.
Aku menatap mereka tak berkedip, ternyata mereka berdua tampan sekali, mereka seperti artis Korea.