Masih ingatkah kalian dengan kisah 7 kematian berturut-turut selama 40 hari? Jika masih ingat didalam cerita itu menceritakan sebuah kejadian disalah satu kampung.
Kali ini saya akan menceritakan kisah yang dialami salah seorang dokter yang kebetulan sedang lewat di kampung itu.
Kejadian ini terjadi 3 tahun yang lalu, saat musim hujan meminta jatahnya untuk turun ke bumi.
Kampung yang dikelilingi sungai dan sawah di depan pintu masuk dan keluar memberikan kesan kedamaian yang tidak bisa terdefinisikan.
Sore itu, hujan lebat mengguyur kampung itu cukup lama ditambah daerah atas (atau daerah pegunungan yang airnya mengalir melewati kali dikampung itu) juga sedang hujan deras sehingga mengakibatkan banjir yang sangat besar atau biasanya disebut kiriman dari atas.
Dari arah utara air hampir menyentuh tanjakan kedua Yang artinya ada beberapa rumah yang didekat sungai sudah terendam dan dari arah arah selatan air juga sudah sampai di samping masjid yang berada ditengah pemukiman warga, padahal jika dipikir jarak sungai dan masjid jauh hampir 300 meter dan masjid berada di area yang lumayan tinggi.
Sedangkan air dari barat sudah menyentuh depan gapura masuk kampung yang jarak sungai dengan gapura adalah 100 meter.
Sedangkan bagian timur air sudah mulai masuk ke rumah-rumah warga.
Suasananya keos sekali saat itu, tidak bisa lari kemana-mana jalan Satu-satunya adalah lewat tengah sawah yang ada di tepi barat kampung menuju area jalan raya yang jaraknya jauh dari kali/sungai.
Sore menjelang malam air semakin naik dengan cepat, tinggi air bisa mencapai pusar orang dewasa.
Masyarakat hanya mengungsikan kendaraan mereka ke tempat yang lebih aman dan menutup rumah mereka dengan harapan barang-barang tidak ikut hanyut dan mereka mengunhsi kerumah saudara yang lebih aman.
Tim SAR melakukan evakuasi masyarakat di daerah selatan karena arus airnya sangat deras, sedangkan barat, timur serta utara tidak memiliki arus sekencang bagian selatan.
Saat malam menyapa, banyak orang yang tiba-tiba berlari ke arah barat (ujung kampung) karena mendengar suara jeritan minta tolong.
Setelah dilihat ternyata ada sebuah mobil warna putih sedang tersangkut di pohon bambu pinggir jembatan yang menghubungkan 2 kampung.
Akhirnya damkar dibantu tim SAR mengevakuasi korban yang ada didalam mobil tersebut.
Menurut penuturan korban yang ternyata adalah seorang dokter perempuan, malam itu sedang perjalanan menuju rumah sakit untuk dinas malam dan beliau tidak tahu kalau jalan yang beliau lewati sedang banjir besar dengan arus yang kencang.
Sebenernya beliau melihat 2 pengendara motor didepannya juga melewati jembatan yang sedang terendam air banjir dengan arus kencang.
Di bawah jembatan adalah pusat 2 sungai bertemu dari arah selatan dan barat sehingga arusnya begitu deras.
Beliau berfikir kalau motor saja bisa lewat harusnya mobil juga bisa lewat, tapi ternyata mobil yang ia kendari tersangkut di pohon bambu, Alhamdulillah tidak sampai ikut terbawa arus banjir tersebut.
Tim SAR pun ikut mencari 2 sosok pengendara motor sampai hilir sungai, namun tidak ada kendaraan ataupun orang yang terseret tersebut.
Akhirnya dokter tersebut mendapatkan penanganan dari tim medis dan juga mengalami syok berat.
Usai kejadian itu berita simpang siur mengenai kejadian itu tersebar diseluruh kampung dan juga kampung tetangga.
Ada yang mengatakan bahwa kedua sosok itu bukanlah manusia melainkan jin, jika memang manusia maka kemana hilangnya? Sampai saat ini tidak ada orang yang melapor akan kehilangan keluarganya dan dimana motor mereka? Ketika sungai kembali menjadi tenang dan surut tidak ditemukan motor tersebut.
Ada yang bilang bahwa dua sosok pengendara itu adalah penunggu sungai yang ikut hanyut karena terbawa banjir besar. Waallahu a'lam
Terlepas dari isu itu ada satu poin penting yang harus kita terapkan. Selalu berdoa ketika hendak berlergian dan juga berhati-hati ketika berkendara. Jangan mengambil resiko yang akan membahayakan diri sendiri.
Kalau menurut kalian bagaimana?