Kisah ini terjadi kurang lebih 2 tahun yang lalu.
Di sebuah kampung yang berada di tengah-tengah sawah dan dikepung aungai-sungai, menyimpan banyak sekali misteri yang menarik untuk di bahas, salah satunya adalah misteri meninggalnya 7 orang berturut-turut dalam 40 hari.
Malam itu suasana gerimis bercampur dengan hembusan angin malam, membuat suasana semakin nyaman untuk tidur.
Tepat pukul 9 malam, samar-samar terdengar langkah kaki banyak orang yang sedang berlalu lalang didepan rumah, dengan penasaran kami menghentikan beberapa orang dan menanyakan apa yang terjadi, hingga mereka berjalan begitu cepat.
"Ada orang meninggal" Jelas seseorang yang kami tanyai tadi.
"Innalillahi, Siapa yang meninggal?" Tanya kami penasaran, pasalnya tidak ada orang yang sakit ditempatkan kami.
"Anak bayi kembar yang baru saja dilahirkan" Jawab mereka dan kami pun segera mengikuti langkah mereka menuju rumah duka.
Dengan tergesa-gesa kami mengikuti langkah gontai mereka sambil membawa payung.
Para bapak-bapak yang masih mengenakan kopyah hitam dan baju koko putih segera mendatangi tempat itu, mereka baru saja melakukan tahlilan 7 hari orang meninggal yang rumahnya ada di depan gapura masuk kampung.
Awalnya kami tidak tahu siapa yang hamil didesa kami? Pasalnya tidak ada kabar yang tersebar selama ini.
Ternyata beliau adalah menantu salah seorang di kampung kami yg tinggalnya di luar kampung, sehingga wajar kami tidak tahu bawa dia mengandung dan untuk pengurusan 2 jenazah dibawa lah kekampung kami langsung dari rumah sakit terdekat.
Tepat pukul 10 malam 2 bayi mungil itu dimakamkan juga, seperti halnya kebiasaan dikampung kami, ketika ada yang meninggal dan masih anak kecil dibawah 5 tahun maka akan segera dikebumikan saat itu juga.
Hal ini karena proses penggalian kuburan yang cepat, dibanding dengan orang dewasa yang bisa memakan waktu hingga setengah hari sendiri.
Hari-hari berikutnya berjalan dengan normal, hingga pada hari sabtu pagi terdengar suara dari toa masjid yang mengabarkan ada orang meninggal.
Dan hari-hari berlalu dngan cepat, dalam 40 hari ada sekitar 5 orang yang berpulang dan dapat dipastikan mereka berpulang dihari sabtu sore/minggu pagi.
Bahkan setiap sabtu sore kami selalu menebak siapa lagi yang akan meninggal?
Kalau pun tidak minggu pagi akan menanti giliran siapa lagi? Seolah sudah memiliki filing Karena hal ini tidak wajar dan benar saja akan ada orang yang meninggal selma 40 hari dengan jeda waktu 1 pekan dan menjadi ketakutan bagi masyarakat sekitar.
Aneh? Wallahu a'lam. Setelah kejadian ini banyak orang yang mulai berasumsi.
Ada yang mengatakan bahwa ini disebabkan karena kain hijau penutup kranda hilang maka dari itu mengakibatkan jatuhnya banyak korban.
Kain itu hilang disebabkan dicuri/diambil secara sengaja oleh seseorang yang mencari pesugihan baru. Terlepas dari itu semua. Kami mencoba untuk berfikir logis.
Jika dilihat 5 orang yang meninggal rata-rata sudah berusia diatas 60 haj lebih dan sakit, maka sudah dipastikan bahwa kematian adalah hal yang pasti menghampiri.
Kami meyakini bahwa kematian akan mendatangi siapa pun baik muda, tua, besar, kecil, kaya, miskin, sehat maupun sakit.
Terlepas mereka berfikir bahwa ini ulah orang yang sengaja ingin mencari pesugihan, toh ini tidak begitu valid.
Semoga Allah mengampuni almarhum-Almarhumah dan menempatkan beliau disisi terbaiknya Allah. Al-Fatihah.
Hal ini menjadi rekor kematian berunt di kampung kami.
#sejatinya kematian itu pasti menghampiri setiap yang bernyawa, maka kumpulan bekal sebanyak-banyaknya dan sebaik-baik bekal adalah Taqwa.