Panggil aku Zoya , aku yang ingin mengubah hidup ku bersama kakek nenek ku dikota memutuskan menjual rumah dan sebidang tanah yang biasa untuk kakek berkebun di kampung kami itu untuk kehidupan dikota nanti.
Hingga sampai dikota , ketika kehidupan kami sudah mulai jauh lebih baik,
diri ku dipertemukan dengan sosok laki laki bernama Dipta Gasendra.
Sosok laki laki yang hadir dalam hidupku , membawa warna dalam perjalananku .
Seiring berjalannya waktu ada benih benih cinta tumbuh diantara aku dan Dipta , hingga akhirnya dengan restu keluarga Dipta dan juga nenek serta kakek , kami akhirnya memutuskan untuk menjalani hubungan yang lebih serius lagi .
Dengan perkenalan kami yang singkat itu , kami begitu cepat memutuskan untuk menikah dan menjalani kehidupan bersama tanpa menjalani hubungan pacaran terlebih dahulu .
Awal-awal pernikahan kami dipenuhi kebahagiaan , bahkan aku merasa kehidupan kami kini sangat luar biasa .
Namun siapa sangka , seiring waktu terus berjalan aku yang tidak kunjung hamil dituntut oleh mertua ku untuk segera memiliki momongan.
Awalnya Dipta tidak mempermasalahkan hal itu , baginya kebahagiaan dirinya dan diriku lah yang utama , meski belum dikasih kepercayaan sama Allah untuk memiliki momongan , itu tidak menjadi masalah selagi kami terus berusaha , urusan hasilnya kami hanya bisa berserah.
Dan menginjak tahun ke 3 pernikahan aku dan Dipta , aku yang terus merasa tertekan dengan sikap mertua ku itu dan ditambah lagi kini perubahan sikap Dipta menjadi beban pikiran tersendiri untuk diriku.
Entah kenapa Dipta kini berubah sikapnya terhadap diriku , yang biasanya begitu perhatian kepada ku kini bersikap masa bodoh denganku .
Aku pun merasa ada yang aneh dengan Dipta, menjadi gusar apakah ini karena diriku yang tak kunjung hamil ?
Hingga suatu ketika , aku yang sedang diperjalanan pergi kerumah nenek dan kakek ku tanpa sengaja bertemu dengan Dipta .
Betapa terkejut diriku , melihat Dipta yang sangat aku cintai kini sedang bermesraan dengan wanita lain disalah satu warung makan.
Hatiku begitu hancur sehancur kepercayaan ku terhadap Dipta .
Hingga tanpa pikir panjang aku pun menghampiri mereka , betapa terkejutnya Dipta karna didepannya kini telah berdiri sosok diriku yang telah memergoki nya bersama wanita lain.
Dengan hati yang remuk , dan tubuh yang gemetar aku pun dengan sabar menanyakan apa maksud semua ini . Apa yang sudah dilihat oleh ku tanpa sengaja itu.
Tanpa mengeles lagi Dipta pun akhirnya angkat bicara, merasa sudah tidak bisa mengelak akhirnya Dipta berkata jujur kepada ku . Menceritakan segalanya bahkan alasan dirinya berselingkuh dibelakang ku .
Yaitu karna diriku tidak bisa memberikan keturunan pada Dipta.
Bagai disambar petir disiang bolong, mendengar pengakuan Dipta membuat hancurnya perasaan ku .
Hingga akhirnya dengan tekat yang bulat , aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan ku dengan Dipta serta mengikhlaskan Dipta untuk hidup bahagia dengan pilihannya.
Akhirnya diriku kembali kerumah asalku , kerumah kakek dan nenek.
Awalnya kakek dan nenek begitu sedih dan tak menyangka dengan semua yang dialami oleh ku itu , serta begitu kejamnya perbuatan mantan cucu menantunya itu . Padahal jika bersabar kami pasti akan memiliki momongan , terlebih dijaman sekarang yang serba canggih tidak sulit jika ingin memiliki momongan .
Tapi nasi sudah menjadi bubur, Dipta yang tanpa berpikir panjang memilih berpaling dari pada melakukan pemeriksaan ke dokter agar kami berdua memiliki momongan dan pada akhirnya kini Dipta sudah resmi bercerai dengan diriku .
Hari-hari ku kembali seperti sedia kala , aku sudah burusah kuat dan bangkit kembali agar tidak terus menerus membuat kakek dan nenek ku bersedih dan mengkhawatirkan diriku .
Walau kini status ku sudah berbeda , tidak membuat diriku patah semangat.
Aku pun berusaha berdamai dengan masa lalu , mencoba menerima jalan takdirku ini . Karna aku percaya semua yang terjadi pasti yang terbaik untuk diriku .
Aku yang bertekad kuat ingin melanjutkan hidup , aku pun terus semangat dalam bekerja .
Bertahun-tahun aku bekerja ditoko aksesoris itu, dari awal aku pergi ke kota sampai saat ini .
Tidak terasa sang pemilik toko sudah bertambah usia , seusianya sudah sangat sering merasa lelah .
Hingga pada akhirnya memutuskan untuk membiarkan anak mereka menggantikan posisinya.
Menjadikan anaknya sebagai atasan diriku dan satu rekan lainnya yaitu Latifah.
Latifah sudah menjadi sahabat ku sejak diriku bekerja ditoko ini , bahkan seperti saudara sendiri . Tidak jarang pula Latifah atau dipanggil ifah itu berkunjung kerumah ku dan menginap dirumah ku.
Sampai hari pergantian itu tiba , kini bos nya aku dan ifah memperkenalkan anaknya yang akan menjadi bos baru kami yaitu bernama Bagaspati Hirawan.
Bagas yang baru menyelesaikan studi nya di luar kota , memutuskan kembali ke kota asalnya dan melanjutkan usaha orang tua nya ini , berharap dengan diambil alihnya usaha orang tuanya itu bisa memperbesar usahanya ditangan Bagas , seperti membuka cabang lagi dikota ini .
Selama bergantinya Bagas menjadi bos aku dan Ifah , tanpa disadari oleh ku ada benih benih cinta yang dirasakan Bagas terhadap diriku.
Aku yang masih takut untuk membuka hatiku kembali itu pun tidak menyadari perasaan yang dimiliki bagas untuk diriku .
Lain halnya dengan mantan suamiku dulu Dipta . Dipta sudah sejak awal kembali memutuskan menikah lagi . Selain tuntutan orang tua nya , Dipta memang ingin segera memiliki momongan .
Dirinya menikahi wanita yang dijumpai olehku tanpa sengaja waktu itu bersamanya , namun siapa sangka pula dipernihakan nya Dipta yang ke 2 kali ini pun tidak membuahkan hasil yang baik .
Sang istri yang juga tak kunjung hamil membuat huru hara dipernikahan mereka yang masih menginjak 1 tahun itu .
Tak perduli lagi dengan hidup Dipta , aku pun terus menjalani aktifitasnya seperti biasa .
Seiring waktu bersama yang terjalin antara aku dan bagas, membuat perasaan ku tanpa sadar menghangat .
Diriku merasa nyaman berada didekat Bagas , namun masih belum berani untuk membuka lebih jauh perasaanku ini.
Terlebih perbedaan status kini membuat ku enggan berharap lebih dalam tentang perasaan yang aku miliki ini.
Hingga suatu ketika dengan ketekatan Bagas yang bulat , memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya terhadap diriku . Terlebih sahabatku ifah juga mendukung jika diriku menerima perasaan bos tampan kami itu .
Awalnya aku menolak dengan alasan status diriku yang janda tanpa anak itu , dan memikirkan bagaimana tanggapan orang tua serta orang orang disekitar kami nantinya . Terlebih diriku takut , jika menjalin hubungan kembali akan mendapatkan hasil yang sama lagi .
Namun bukan Bagas namanya jika dia langsung akan menyerah meski sudah ditolak mentah mentah olehku , walau sejujurnya perasaan kami sama namun tetap saja ada hal yang masih membuat diriku takut untuk menerimanya .
Dengan perlakuan Bagas yang tidak berubah , dan terus meyakinkan diriku bahwa dirinya tulus dan tidak mempermasalahkan kekuranganku dan masalalu ku itu , bahkan tanpa ragu Bagas meminta bantuan orang tua nya untuk meyakinkan perasaan diriku yang pada kenyataannya memang sudah berlabuh pada Bagas .
Orang tua Bagas yang memang sudah lama mengenal sosok diriku itu , bahkan mengetahui perjalanan kehidupan ku itu pun tidak mempermasalahkan hubungan kami begitupun kakek dan nenek ku .
Kakek dan nenek ku memang berharap diriku menikah lagi , mengingat umur mereka yang sudah tidak muda . Mereka berharap ada yang menjaga diriku disaat mereka tiada nanti .
Hingga suatu hari dengan kerja keras semuanya meyakinkan diriku , akhirnya hatiku pun luluh dan mau menerima perasaan Bagas untuk ku .
Akhirnyan kami pun menjalani sebuah hubungan yang pasti , tidak buru buru untuk melangkah kejenjang serius karena tidak dipungkiri ada sedikit ketakutan yang masih terbesit dihatiku . Hingga aku menginginkan kami menjalani hubungan terlebih dahulu seraya mengenal satu dengan yang lain hingga bersama-sama yakin untuk melangkah ke pelaminan .
Diriku yang takut kejadian kelam terjadi kembali pun dimengerti oleh semuanya termasuk Bagas .
Hari demi hari hubungan kami semakin membaik bahkan semakin romantis , hingga suatu hari tanpa sengaja ada salah satu pelanggan datang ke toko untuk membeli hadiah .
Begitu terkejutnya diriku menyadari siapa itu , yah dia wanita bernama Gantari ibu kandung ku selama ini .
Tidak sulit bagi diriku mengenalinya , karena selama ini tidak banyak perubahan diwajah ibu ku itu dengan foto yang selama ini dimiliki oleh ku .
Foto lengkap keluargaku sebelum perpisahan itu terjadi ada ayah , ibu , aku dan nenek serta kakek . Nenek yang memberikannya pada diriku , berharap aku tidak akan membenci kedua orang tua ku ketika kelak bertemu kembali .
Masih dengan keterkejutannya diriku , aku merasa ada perasaan aneh saat ini yang dirasakan oleh diriku . Hingga tanpa disadari oleh ku , air mata pun menetes dari mata ku ini .
Gantari atau ibu kandungku itu , yang memang tidak mengenali perubahan diriku kecil dan diriku dewasa ini pun bingung dengan diriku yang berada didepannya yang tiba tiba menangis saat dirinya ingin membayar belanjaannya itu .
Yah selama ini diriku memang benar benar hidup bersama kakek dan nenek , kedua orang tuaku tidak pernah mencariku atau sekedar menolong ekonomi kami dimasa masa sulit kami waktu dikampung dulu.
Entah apa alasannya mereka sampai melupakan keberadaan diriku , mungkin karena mereka memiliki kehidupan baru yang lebih baik pikirku .
Tanpa pikir panjang akupun mengutarakan perasaanku itu terhadap ibuku ini, dan menunjukan foto yang selalu dibawaku didalam tas.
Awalnya ibuku terkejut namun seperkian detik ibu tiba-tiba menangis dan memeluk diriku, mengutarakan segalanya dan meminta maaf atas perlakuannya selama ini .
Hingga perbincangan kami terarah menanyakan keberadaan sang ayah .
Ibu pun menceritakan terakhir kali mendengar kabar ayah ku itu , dia mengirimkan alamat rumah ayah , namun sebelum itu ibu sudah mengatakan bahwa ayahnya telah berkeluarga kembali dan memiliki seorang anak dari pernikahan keduanya . Berbeda dengan ibuku yang memilih menjadi wanita karir tanpa harus berkeluarga kembali .
Selama ini ibuku pergi bekerja keluar negeri untuk mendapatkan uang yang banyak agar bisa kembali ke kampung menemui diriku.
Namun saat dirinya telah berhasil dengan impiannya , ibu menemukan fakta bahwa aku dan nenek serta kakek sudah tidak tinggal dirumah itu lagi dan pergi ke kota untuk melanjutkan hidupnya .
Selama ini ibu pun mencari keberadaan kami , namun begitu sulit nya dikota besar ini mencari keberadaan ku tanpa informasi apapun lagi .
Namun takdir masih bermurah hati , hingga mempertemukan kita kembali .
Perasaan ku kini jauh lebih baik , setelah pertemuan diriku dengan ibu , ibu memutuskan untuk membawa kakek dan nenek kerumah besar yang dimiliki ibu sekarang. Mereka semua beserta diriku diajak tinggal bersama dan menikmati kekayaan yang sudah diraih oleh ibu selama ini .
Diriku pun bahagia dengan hidupku kini , aku tidak mengharapkan hal-hal yang memang sudah pergi dari ku namun tidak menutup diri untuk memaafkan orang orang yang telah melukaiku karena diriku ingin berdamai dengan masa lalu.
Sampai dimana Bagas kuperkenalkan kepada ibu ku , kini hubungan kami semakin serius sampai akhirnya Bagas memberanikan diri datang bersama orang tuanya untuk melamar diriku , dan aku pun menerimanya . Kini kami disibukan dengan urusan pernikahan .
Mulai menyiapkan baju dan undangan serta yang lainnya .
Aku pun masih bekerja ditokonya Bagas , menjalani hubungan dengan bos ku itu tidak merubah apapun,diriku tetaplah diriku yang selalu gigih mencari uang untuk membahagiakan kakek dan nenek ku meski kini sudah dibantu oleh kehadiran ibu ku namun aku tetap keras kepala.
Bagiku kerja keras ku tidak sebanding dengan pengorbanan besar kakek dan nenek dalam membesarkan diriku selama ini .
Sampai H-4 pernikahan kami , gak ada angin gak ada hujan sang mantan yaitu Dipta datang kepada ku.
Tanpa tau kini diriku sudah bukan zoya nya yang dulu lagi , kini diriku sudah memiliki tambatan hati lain . Dengan tanpa malunya Dipta mengajak diriku untuk rujuk kembali , memulai kembali kisah yang usai dulu .
Dan menceritakan bagaimana perjalanan pernikahan nya bersama wanita pilihannya itu , yang hanya sibuk dengan gaya glamornya itu selalu menjaga penampilannya dan geng sosialita nya itu hingga tak jarang melupakan kewajiban nya sebagai seorang istri.
Sampai suatu ketika ibu Dipta menanyakan perihal momongan lagi , dan akhirnya memutuskan untuk membawa Dipta dan sang istri berkonsul dengan dokter spesialis dikarenakan tak kunjungnya sang istri Dipta itu hamil .
Tanpa diduga hasil menunjukan bahwa Dipta dinyatakan mandul , dan mengetahui hasil itu sang istri mengajukan perceraian dan meninggal kan Dipta dengan kekurangannya itu .
Dipta yang tersadar dengan kebodohannya , dan ternyata selama ini dirinya lah yang memiliki kekurangan pun dengan berani menemui kembali Diriku dan berharap dapat menjalin hubungan kami yang telah lama usai .
Namun sayang harapan tinggal harapan dan penyesalan memang selalu datang belakangan .
Diriku yang sebentar lagi akan menikah kembali dengan Bagas pun memperkenalkan Bagas sebagai calon suamiku dihadapan Dipta .
Dipta yang merasa semua ini kesalahannya dan akibat yang harus dia terima pun dengan lapang dada merelakan harapannya untuk kembali rujuk dengan diriku .
Sampai tiba hari H nya , semua tamu undangan menikmati pestanya . Begitupun diriku dan Bagas , tanpa terasa pesta berjalan dengan lancar. Dan kini aku maupun Bagas sudah berada dikamar Bagas .
Iya , acara telah selesai . Dan Bagas meminta izin untuk membawa diriku ikut kerumahnya tanpa lupa berpamitan kepada ibu ku dan kakek serta nenek .
Kami menjalani pernikahan dengan baik , hubungan diriku dengan orang tua Bagas pun begitu harmonis tidak ada perselisihan atau tuntutan terhadap diriku . Bahkan kini diriku sangat nyaman berada disekitar mereka , aku jadi merasa memiliki sosok keluarga yang lengkap seperti harapanku selama ini .
Tidak terasa kini usia pernikahan kami sudah 2 bulan , Bagas yang sudah berencana membeli rumah pribadi kami pun akhirnya mewujudkan keinginannya.
Walau diriku sempat merasa sedih dan berat hati meninggalkan rumah mertuaku , namun atas kesabaran Bagas memberikan pengertian kepadaku , aku pun akhirnya menyetujui untuk pindah .
Selepas pindah , beberapa hari kondisiku sedang tidak baik baik saja .
Diriku muntah seharian ini bahkan tidak membiarkan makanan masuk kedalam mulutku . Karena menciumnya saja sudah membuatku mual dan harus kembali mengeluarkan isi perutku itu .
Dan alhasil membuat semua orang khawatir terhadap kondisi diriku saat ini, sampai ibuku memutuskan membawakan dokter pribadinya untuk memeriksa kan kondisi diriku saat ini .
Tanpa diduga kabar gembira yg didapat dari sang dokter , diriku sengang mangandung . Kandungan ku sudah berusia 3 minggu dan itu membuat seluruh keluarga merasa bahagia , bahkan Bagas pun sampai meneteskan air matanya seraya memeluk diriku , tidak luput tangis haru juga dari kakek dan nenek serta orang tua Bagas.
Kini diriku merasa sangat bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada ku , baik aku maupun Bagas akan menjaga calon anak kami dengan baik .
Kami semua pun merasakan kebahagian penuh rasa syukur , mungkin ini hasil dari kesabaran dan tidak putus asa nya diriku dalam menjalani takdir yang ditetapkan dalam hidupku .
Karna aku percaya , tidak perlu memendam rasa sakit karna membenci seseorang yang telah menyakiti kita akan jauh membuat hidup kita merasa bahagia , karna semua yang terjadi dalam kehidupan kita itu adalah takdir yang terbaik yang diberikan Allah untuk kita , karna IA yakin bahwa kita mampu untuk melewati semuanya .
~Selesai~