"Hoaaaaam."
Terdengar suara menguap seorang gadis.
Disaat yang bersamaan terdengar bunyi piring pecah "prang".
"Kamu ini gimana sih ? Segitu doang duit yang kamu kasih. Segitu gak mungkin cukup untuk 1 bulan, kamu ini niat kerja gak sih."
Terdengar suara pria yang sedang membentak istrinya.
Derai air mata mulai membasahi pipi Qasylla seorang gadis 13 tahun.
"Pa sudah Sylla gak pengen Mama luka gara gara Papa,hiks hiks."
Qasylla tak kuat menahan air matanya,ia menangis sambil memeluk sang ibunda.
"Pergi kamu anak kurang ajar jangan berani beraninya kamu sentuh saya lagi. Saya tidak sudi melahirkan anak tidak berguna seperti kamu."
Ucap ibu kepada Qasylla.
Hati anak mana yang tak sakit disaat mencoba melindungi seorang ibu yang dia cintai tapi malah dicap sebagai 'anak yang tidak seharusnya dilahirkan'.
Bagi Qasylla hari itulah titik terendah dari hidupnya. Dia merasa sudah tidak ada harapan untuk hidup.
"Untuk apa sebenarnya aku ini hidup ? Aku tidak meminta untuk dilahirkan dari keluarga yang seperti ini. Apa diriku setidak berguna itu ?" Batin Qasylla
Tanpa berpikir panjang, gadis dengan postur jangkung dan bermata biru itu bergegas mengambil pisau didapur.
"Ma, Pa semoga Mama,Papa bisa bahagia tanpa Sylla ya, sayonara"
'Srak' suara pisau menyayat leher putih Qasylla. Beberapa detik kemudian lantai dipenuhi cairan merah 'DARAH'.
Sekarang semua sudah terlambat gadis yang dulu tumbuh dengan ceria kini telah tiada.