Sosok Perempuan di Toilet Sekolah
Seorang gadis dengan keadaan berantakan baru saja pulang dari sekolahnya. Ia membuka pintu dengan kasar hingga mengejutkan kedua orang tuanya yg sedang berbincang bincang diruang tamu dan mereka langsung menoleh ke arahnya.
"Syila kenapa kamu sudah pulang? Dan kenapa pakaianmu basah kuyub seperti itu?" Tanya Revi yang tak lain adalah mamanya syila.
"Iya, ini belum jam pulang sekolah kan? Dan kenapa kamu pulang dalam keadaan berantakan seperti ini? Apa kamu kena bully lagi?" Tanya Andreas yang tak lain adalah papanya syila.
"Iya aku kena bully lagi" ucap syila memutar bola matanya malas.
Andreas dan Revi menghembuskan nafas kasar.
"Syila kan papa sudah bilang sama kamu untuk berhenti ngomong yang aneh aneh, kamu lihat sendiri kan karna keanehan kamu ini kamu jadi sering dibully teman sekolahmu" ucap Andreas mengusap kepalanya yang sudah pusing dengan kelakuan anak satu satunya itu.
"Iya kamu kapan sih berhenti jadi aneh, mama kan sudah bilang kalau hantu itu nggak ada dan stop buat ngomong-ngomong sendiri dan nganggap teman hayalan kamu itu ada!"
"Ma..pa.. stop ya bilang aku aneh! Aku itu nggak aneh, aku beneran bisa lihat mereka, dan mereka beneran ada, nggak boong" ucap syila.
"Syila sampai kapan kamu mau berhenti kayak gini terus? Kamu ingat nggak sih kalau kamu udah 3 kali pindah sekolah hannya karna sifat kamu yang aneh itu" ucap papa syila yang masih saja menyalahkannya.
"Iya, kapan kamu berhenti dari sifat aneh kamu itu? Mama sama papa udah capek urusin kamu tau nggak" ucap Revi yang memijat mijat kepalanya kerna pusing dengan kelakuan putri semata wayangnya.
"Tau ah, aku malas. Aku mau kekamar pengen tidur" ucap syila yang sudah muak dengan ocehan orang tuanya. Ia berjalan menaiki tangga dan meninggalkan orang tuanya yang masih saja menatap kesal ke arah nya.
"Syila!! papa sama mama belum selesai ngomong sama kamu!" Bentak Andreas. Namun syila tetap mengabaikan bentakan papanya dan terus saja berjalan menaiki tangga menuju kamar.
"Kalau begini terus, besok kamu bakalan papa pindahin sekolah ke Bandung dan tinggal sendiri disana" ucap Andreas tegas.
"Terserah" ucap syila acuh. Ia masuk kedalam kamarnya dan segera mengunci pintu.
Didalam kamar syila menghempaskan semua kekesalannya yang sudah ia tahan sejak tadi.
"Aaaaaaaaaa" ucap syila berteriak geram membanting semua barang barang dikamarnya.
"Kenapa sih hidup gue gini banget? Kenapa gue selalu dibilang aneh? Kenapa gue selalu dibully? Kenapa mama sama papa nggak pernah percaya sama gue?" Ucap syila marah dan membanting banting bantal dan guling ya kelantai. Lalu ia duduk meringkuk di lantai kamar dengan memegangi kedua lututnya lalu menangis.
"Gue capekk!! Gue capek banget punya kemampuan kayak gini, gue pengen normal!" Ucapnya terisak.
"Kapan orang orang mau percaya sama gue dan nggak bully gue lagi? Gue capekk!!! Gue capek bangett.. hikss.. hiksss..."
Keesokan harinya, papa dan mama syila benar benar membawanya ke Bandung. Mereka membiarkan syila hidup sendiri di rumah yang sudah mereka beli untuk syila tinggali. Mereka menyewa 1 orang pembantu dan dan satu orang supir untuk mengurus dia disana.
"Hufttt..." Ucap syila menghela nafas berat tatkala ia baru menginjakkan kaki di sekolah barunya. Yaitu SMA Cempaka Putih.
"Non bapak pamit pulang dulu ya, nanti kalau non sudah pulang, bapak jemput lagi" ucap pak Tono yang merupakan supir syila.
"Iya pak, syila juga mau masuk kelas" ucap syila berlalu memasuki lorong sekolahnya.
Saat berjalan melewati area sekolah, seperti biasa ia selalu melihat sosok sosok hantu yang juga berkeliaran disana. Namun syila tidak takut sama sekali karna ia sudah biasa melihat hal tersebut.syila terus berjalan hingga langkahnya terhenti tepat di depan tangga, perhatian syila teralihkan pada sebuah toilet yang berada di bawah tangga tersebut. Syila melihat ada sosok penampakan perempuan berseragam sekolah yang dengan keadaan penuh luka menatap sendu ke arah dirinya.
"Tolongg...." Ucap perempuan tersebut.
Belum sempat syila menanggapi ucapan sosok perempuan itu, tiba tiba ada seseorang datang dan menepuk pundak syila.
"Woii" Ucapnya.
Syila menoleh ke orang yang barusan menepuk pundaknya.
"Ngapain Lo disini?" Tanya seorang murid perempuan yang bisa dibilang sebaya dengan dirinya.
"Gue.."
"Eh Lo pasti anak baru yang dibilang sama ibu Rita itu ya? Kalau nggak salah nama Lo syila? Iya kan?" Tanya murid tersebut.
"Iya, kok Lo tau nama gue?" Tanya syila.
"Ya Taulah, sebelumnya bu Rita guru gue udah cerita sama kita, murid murid disini kalau kita bakalan kedatangan murid baru pindahan dari Jakarta dan namanya syila"
"Ooh"
"Kenalin gue Mita,Lo sekelas sama gue, kita bisa jadi teman" ucap gadis tersebut mengulurkan tangannya untuk salam perkenalan, dan disambut baik oleh syila yang menerima uluran tangan Mita.
"Iya, gue syila" ucap syila tersenyum. Baru kali ini ia merasa ada orang yang mau berteman dengannya. Tunggu- tunggu,apa ini hannya karna Mita belum mengetahui siapa syila sebenarnya makanya ada yang mau berteman dengannya.
"Yaudah yuk ke kelas! Bentar lagi bel juga bunyi,ntar kalau telat masuk kita bisa dimarahin Bu Rita walas kita" ucap Mita segera menarik tangan syila dan membawanya menuju kelas.
Saat sudah sampai dikelas,semua mata menatap syila bingung.
"Syila lo duduk disebelah gue ya, kebetulan juga kosong" ucap Mita yang diangguki syila.
"Lo bawa siapa ta?" Tanya putri murid yang duduk di depan Mita.
"Iya dia siapa?" Tanya sasya,murid yang duduk sebangku dengan putri.
"Anak baru, namanya syila" ucap Mita.
"Owh pasti anak baru yang dibilang Bu Rita kemarin ya?" Ucap putri baru ingat.
"Iya"
"Anak baru kenalin diri kamu ke kita dong" ucap teman-teman lain dikelas.
"Halah ntar aja, nanti syila juga bakalan disuruh perkenalan diri kedepan kelas sama Bu Rita" ucap Mita santai.
"Ih kamu ta, oh iya syila kenalin aku putri dan ini sasya, kami sahabatnya Mita. Kalau kamu jadi teman mita, kamu juga mau dong jadi teman kami" ucap putri mengulurkan tangannya sebagai perkenalan.
"Iya boleh, aku syila" ucap syila menerima uluran tangan putri dan sasya secara bergantian.
"Woi semuanya duduk, Bu Rita datang" ucap salah seorang murid yang dari tadi mengintip di pintu kelas.
Semua murid langsung duduk dengan rapi tatkala Bu Rita memasuki ruang kelas.
"Selamat pagi semua" ucap Bu Rita saat ia hendak duduk di kursi guru.
"Selamat pagi buk" ucap semua murid.
"Oke sebelum kita mulai pembelajaran kita pagi ini, alangkah baiknya kita berdoa dulu" ucap Bu Rita.
"Anto kamu pimpin doa" ucap Bu Rita menunjuk murid yang duduk di depannya.
"Baik Bu"
Setelah berdoa,saat Bu Rita hendak memulai pembelajaran, pandangannya tertuju pada syila yang sedari tadi diam memperhatikannya.
"Hei kamu anak baru itu ya" ucap Bu Rita berjalan mendekat pada syila.
"Iya Bu"
"Nama kamu syila kan?"
"Iya Bu.."
"Baiklah syila, berhubung kamu murid baru di kelas ini, sekarang tolong kamu maju ke depan dan perkenalkan diri kamu ke teman teman, Supaya mereka bisa mengenal kamu" ucap Bu Rita yang diangguki syila. Syila berjalan ke depan kelas dan mulai memperkenalkan dirinya.
"Halo semua, perkenalkan aku Arsyila Putri Atmajaya, kalian bisa panggil aku syila,aku pindahan dari SMA Nusa Bangsa Jakarta. Salken ya semua" ucap syila.
"Iya syila, salam kenal juga" ucap semua murid.
"Oke syila, terima kasih karna kamu sudah memperkenalkan diri kamu. Sekarang ibu tanya,kamu udah tau ibu siapa kan?" Tanya Bu Rita.
"Udah Bu, nama ibu bu Rita kan? Wali kelas aku" ucap syila.
"Iya benar, ibu wali kelas kamu dan ibu mengajar mata pelajaran biologi"
"Oh baik Bu"
"Yaudah sekarang kamu kembali ke tempat duduk kamu karna ibu akan mulai menerangkan pembelajaran" ucap Bu Rita
"Baik Bu"
Waktu pembelajaran berlangsung selama 2jam. Dan sekarang telah tiba waktu istirahat,semua siswa berhamburan keluar kelas.
"Mita, syila ke kantin yuk!" Ajak putri.
"Iya, gue udah laper ni" ucap sasya.
"Ayok! Syila lo mau ikut kita ke kantin kan?" Tanya Mita.
"Boleh" ucap syila tersenyum.
Mereka berempat pun berjalan beriringan ke kantin,sesampainya di kantin mereka duduk di meja makan paling pojok yang saat itu masih kosong.
"Kalian mau pesan apa nih? Biar gue yang pesan" ucap sasya.
"Gue mau makan bakso beranak ya sama minumannya teh es" ucap Mita.
"Kalau gue bakso beranak juga dan minumnya jus jeruk" ucap putri.
"Kalau Lo apa syila?" Tanya sasya.
"Mm gue nasi goreng aja, sama minumnya jus jeruk" ucap syila.
"Oke gue pesen dulu makanannya" ucap sasya berlalu pergi dan memesan makanan.
Sembari menunggu makanan mereka datang, mereka bertiga berbincang bincang.
"Eh syila, gue mau tanya nih, alasan Lo pindah ke sekolah ini apa?" Tanya Mita tiba tiba.
Syila tersenyum kikuk, ia tak tau harus menjawab apa pertanyaan Mita.
"Lo bukan murid nakal kan makanya pindah kesini?" Timpal putri yang langsung mendapat pukulan dari Mita.
"Mulut Lo ah" ucap Mita.
"Awsss, sakit ta.."
"Lo kalau ngomong yang sopan napa"
"Iya kan gue cuma nanya ta" ucap putri cemberut.
Syila tersenyum, "gue pindah kesini bukan karna gue nakal kok, tapi ini karna kemapuan aneh gue" ucap syila tersenyum kecut.
"Kemampuan aneh?" Ucap Mita dan putri bingung.
"Jadi..."
"Eh eh pada ngomongin apa ni? Gue juga pengen tau" ucap sasya yang baru saja balik dari memesan makanan.
"Yaudah cepetan duduk,kita dengerin ceritanya syila" ucap Mita dan langsung diangguki sasya.
"Jadi gini, gue punya kemampuan aneh yang gue sendiri nggak tau apa, gue bisa ngeliat apa yang nggak bisa orang lain liat"
"Jangan bilang kalau Lo bisa liat..." Putri menghentikan ucapannya.
"Hantu?" Ucap Mita.
"Iya gue bisa lihat mereka, gue bisa liat penampakan dan bisa berkomunikasi sama mereka, gue juga sering ngomong sama mereka dan karna kemampuan aneh gue ini, gue sering dibully sama teman teman sekolah lama gue karna gue suka ngomong ngomong sendiri. Bahkan mereka bilang gue ini orang gila, anak aneh dan semacamnya, dan termasuk orang tua gue, mereka..." Syila menghentikan ucapannya dan menghapus air matanya yang sudah berlinang.
"Mereka bilang gue aneh, dan mereka juga bilang gue anak yang nggak normal. Hingga akhirnya mereka mindahin gue ke Bandung buat tinggal sendiri dan sekolah disini. Mereka nggak mau tinggal sama gue karna gue anak yang aneh dan nggak normal, mereka benci gue" ucap syila. Ia mencoba terlihat kuat padahal hatinya hancur jika mengingat perlakuan kedua orang tuanya itu.
"Astaga syila, kok bisa sih orang tua dan teman teman lo ngira lo anak aneh dan nggak normal? Padahal menurut gue lo itu keren tau, karna lo seorang indigo" ucap sasya.
"Indigo?" Tanya syila. Ia bahkan tak tau kalau selama ini ia adalah seorang indigo.
"Iya.. indigo sebutan buat orang yang punya kelebihan, kayak Lo" timpal Mita.
"Gue nggak pernah tau kalau gue indigo, yang pastinya gue selalu dibilang aneh sama orang orang" ucap syila tersenyum kecut.
"Dasar ya pada gila tu orang orang, mereka bilang Lo aneh, padahal mereka yang aneh karna nggak ngerti kalau Lo itu punya kelebihan, Lo itu indigo" ucap sasya tak habis pikir.
"Siapa yang indigo?" Tanya seorang pria yang langsung menghentikan pembicaraan mereka.
"Ih Lo bikin kaget aja" ucap putri.
"Ntah si Arga selalu aja kalau muncul suka bikin jantungan" timpal Mita.
"Hello guysss, lagi gosipin apa nih, heboh banget kayaknya" timpal Toni yang baru saja datang dan memegang pundak Arga.
"Ini kita lagi dengerin ceritanya syila" ucap putri.
"Syila?" Seketika tatapan Arga dan Toni beralih menatap gadis yang duduk ditengah tengah Mita dan putri.
"Iya kenalin nih syila, anak baru kelas kita" ucap mita.
"Owh syila, cantik. Kenalin syila gue Toni, Lo udah punya pacar?" Tanya Toni dengan genitnya.
"Gue syila" ucap syila hannya bisa tersenyum.
"Ish Lo genit amat sih ton, semua orang Lo goda" kesal putri yang langsung menepis tangan Toni yg hendak bersalaman dengan syila.
"Tau nih si Toni, abaikan aja syila omongan dia"
"Kenapa? Cemburu Lo pada?" Tanya Toni dengan sombongnya.
"Idihh boro boro kita cemburu, yang ada jijik tau nggak " ucap putri memutar bola matanya malas.
"Gue Arga, salam kenal ya syila" ucap Arga dan langsung diangguki oleh syila.
"Nah ini teman teman gue disini syila, sekarang kita semua temenan ya" ucap Mita.
"Heheh iya, makasih loh kalian udah mau jadi teman gue"
"Iya syila, sebenarnya masih ada satu orang lagi sih yang mau gue kenalin ke Lo, tapi.." ucapan Mita terpotong.
"Siapa?"
"Aretta"
"Emang dia kemana?"
"Dia udah 2 Minggu nggak ada kabar syila, dia hilang"
"Hilang??? Kok bisa?"
"Jadi gini syila, kami itu sahabatan berenam. Kemana mana selalu bareng, cuman waktu itu karna aretta ada ulangan di jam habis pulang sekolah, kita pulang duluan. Gue dan yang lainnya ada acara keluarga makanya nggak bisa nungguin aretta.
Besoknya kita dapat kabar dari orang tuanya kalau aretta nggak pulang kerumah. Bahkan orang tuanya,pihak sekolah, polisi dan gue sama yang lain udah coba hubungin nomor aretta tapi tetap nggak bisa, kita udah cari dia ke semua tempat yang biasa dia kunjungin namun tetap nggak ketemu, sampai sekarang kita masih berusaha nyari dan hubungin aretta tapi kita tetap nggak bisa nemuin dia" ucap Arga.
"Owh gitu ceritanya, kasian ya orang tuanya aretta pasti mereka khawatir banget sama anaknya"
"Iya syila"
"Berarti yg bangku kosong dikelas yang aku duduki itu tempat duduknya aretta ya?"
"Iya.." ucap Mita menunduk. Ia sungguh merasa sedih karena kehilangan sahabat dekatnya itu.
"Oh iya syila, gue mau nanya. Lo ngapain tadi bengong di dekat tangga dan liatin toilet di bawah tangga? Ada apa emang?" Tanya Mita yang tiba tiba ingat kejadian tadi pagi.
"Owh itu gue lihat sosok perempuan disana, dia mintak tolong sama gue"
"Sosok perempuan?"
"Iya, tadi sih gue mau nanggepin tapi karna Lo ngajak gue ngomong jadi nggak jadi"
"Lo jangan coba coba ke toilet itu deh syila karna toilet itu auranya beda banget. Gue juga saat lewat ditangga itu emang sering denger suara minta tolong" ucap Toni.
"Kata anak anak sih toilet itu angker, padahal sebelum sebelumnya aman aman aja, tapi semenjak kejadian hilangnya aretta baru banyak kejadian aneh disekolah ini" ucap sasya.
"Jangan jangan toilet itu ada hubungannya lagi sama hilangnya aretta" ucap syila.
"Maksud Lo syila?" Tanya Arga.
"Iya kan kalian bilang toilet itu jadi seram sejak hilangnya aretta, mana tau kalau aretta ada disana"
"Iya benar, tapi kita udah cari aretta ke semua area sekolah, termasuk toilet itu tapi kita sama sekali nggak nemuin dia" ucap Mita.
"Kalian punya Poto aretta nggak? Gue boleh liat nggak?"
"Ada nih" ucap Mita mencari Poto aretta di hpnya lalu menyodorkannya pada syila.
"Dugaan gue benar"
"Apanya syila?" Tanya Toni.
"Sosok perempuan yang gue lihat di toilet itu mirip sama aretta"
"Apa? Jadi maksud Lo aretta udah meninggal?" Tanya Arga tak percaya.
"Iya, soalnya sosok perempuan di toilet itu wajahnya sama persis kayak aretta dan dia juga pakai seragam sekolah" ucap syila.
"Nggak, nggak!, nggak mungkin aretta meninggal, dia nggak mungkin meninggal" ucap Mita tak percaya. Ia menangis, begitupun dengan sasya dan putri. Bagaimana tidak? Aretta merupakan sahabat dekat mereka sejak mereka SMP.
"Gue nggak percaya aretta ninggalin kita" ucap Arga terduduk lemas, begitu pun dengan Toni.
"Kalian semua yang sabar ya, yang terpenting sekarang kita harus bantuin aretta, kita harus cari tau apa penyebab meninggalnya aretta" ucap syila mengusap usap punggung Mita agar ia tenang.
"Iya Lo benar syila, pulang sekolah nanti kita harus ke toilet itu" ucap Mita.
Dan benar saja, saat pulang sekolah, mereka berenam pergi ke toilet di bawah tangga yang mereka yakini bahwa aretta ada disana.
"Gimana syila,Lo liat aretta disini?" Tanya Mita.
"Iya Lo liat dia?" Ucap sasya.
"Kok gue merinding ya"ucap toni.
"Lo merinding karna sosok perempuan itu ada disamping Lo ton" ucap syila.
"Apa??" Ucap Toni seketika kaget lalu berlari ke dekat Arga dan memegang erat tangan Arga.
"Ish apaan sih Lo ton"
"Gue takuttt"
"Syila sosok perempuan itu beneran aretta? Coba lo ajak dia ngomong" ucap putri.
Syila berjalan mendekat ke sosok hantu perempuan yang ada didepannya.
"Lo aretta kan?" Tanya syila pada sosok perempuan tersebut.
"Iya, tolongg gue..."
"Lo kenapa bisa disini?" Tanya syila.
"Jasad gue ada di dalam kamar mandi ini, tolong keluarin jasad gue, gue pengen pergi dengan tenang" ucap hantu aretta.
Syila berjalan ke dalam kamar mandi,diikuti oleh kelima temannya. "Lo ngapain syila?"
"Aretta bilang jasadnya ada dikamar mandi ini, tapi kok nggak ada" ucap syila.
"Dimana jasad kamu aretta?"
" Ada di dalam tembok ini syila, jasad gue di kubur disini" ucap hantu aretta.
Seketika mata syila memperhatikan semen di dinding yang memang berbeda teksturnya dengan kamar mandi lainnya.
"Apa kata aretta syila?" Tanya Arga.
"Jasadnya dikubur di dinding ini Arga. Kita harus ancurin"
"Apa??"
"Iya, sekarang kita harus beritahu pihak sekolah dan orang tuanya aretta kalau aretta udah ditemuin" ucap syila.
Dan benar saja, mereka memberi tahu keberadaan aretta pada pihak sekolah, disana sudah ada banyak orang termasuk orang tua aretta. Mereka menangis saat mengetahui kalau putrinya sudah meninggal dunia.sekarang para polisi sedang berusaha menghancurkan dinding toilet untuk melihat apakah benar ada jasad aretta didalamnya.saat dinding itu hancur, dan betapa kagetnya mereka melihat mayat seorang gadis yang memakai seragam sekolah dengan banyak luka ditubuhnya dibungkus dengan plastik di tanam di dinding tersebut.
"Aretta" ucap orang tua aretta menangis histeris.
"Aretta kenapa Lo ninggalin kita secepat ini?" Ucap Mita dan teman temannya yang lain juga ikut menangis dan syok dengan apa yang mereka liat.
"Kamu tau siapa pelakunya?" Tanya polisi pada syila.
"Saya tau, aretta telah memberi gambaran pada saya, pelakunya adalah guru disekolah ini, namanya pak Alek. Dia guru yang sudah melecehkan aretta hingga ia lemah tak berdaya dan meninggal dunia, pak Alek juga yang mengubur aretta di Di dinding toilet ini" ucap syila menceritakan semuanya.
Mendengar itu pak polisi segera menangkap pak Alek yang hari ini tidak masuk mengajar disekolah karna sakit. Mereka mendatangi rumah pak Alek dan menangkapnya, pak Alek benar benar harus bertanggung jawab atas perbuatannya.
Sejak kejadian itu, syila benar benar mengerti tentang kemampuan yang ia punya, ia menggunakan kemampuannya untuk menolong orang banyak. Dan orang tuanya? Jangan ditanya lagi, mereka sudah mulai bisa menerima kemampuan syila dan memahami sifat anak semata wayangnya itu.