Rendra Kusuma Wiratama merupakan anak bungsu dari keluarga Wiratama,Kehidupan normalnya sebagai seorang siswa di salah satu sekolah elit di kalangan atas dengan segudang kelakuan nakalnya harus ia rubah demi memenuhi tugasnya sebagai seorang adik.
Rendra begitu menyanyangi sang kakak yang bernama Raditya Kusuma Wiratama yang merupakan pengusaha muda yang sedang naik daun saat ini di bidang properti dan fashion.
Sayangnya Raditya merahasiakan sesuatu dari sang adik dan kedua orangtuanya. Selama satu tahun belakang Raditya merahasikan penyakit yang ia idap dari keluarga bahkan sang adik tersayangnya.
Ia terpaksa melakukan hal itu agar tidak melihat wajah sedih orang terdekatnya. Selama itu pula yang hanya mengetahui kondisi kesehatannya adalah asisten pribadinya jack yang merupakan orang kepercayaan sekaligus sahabat terbaiknya.
Jack sudah beberapa kali menyarankan agar Raditya membetitahu keluarganya mengenai sakit yang ia derita tapi dengan keras kepalanya Raditya selalu menolak saran sang sahabat.
Hingga saat Raditya yang baru saja menyelesaikan rapat dengan kliennya jatuh pingsan hal ini mungkin sudah biasa Jack hadapi tapi saat mendengar perkataan sang dokter mengenai kondisi Raditya yang memburuk membuat Jack mengambil tindakan nekat.
Jack yang memang sudah mengenal dekat keluerga Wiratama dengan nekat mengambil ponselnya lalu mencari nama Rendra di kontaknya.
Sementara Rendra yang saat ini sedang nongkrong di area belakang sekolah dengan sahabat-sahabatnya ia di sibukkan dengan gitar di tangannya hingga vibrasi ponselnya menggangu aktivitasnya.
"Siapa sih yang telpon" gumam Rendra mengambil ponselnya dari saku celananya.
Rendra tampak mengerutkan keningnya di sana tertulis 'kak Jack'yang memanggilnya Rendra heran tapi ia tetap menggeser tombol hijau di ponselnya.
📞: Ren.. ini gue jack, lu harus ke Rs.Pratama sekarang penting.
Tut...tut...tut...
Rendra menatap ponselnya dengan horor karena tumben sekali asisten sang kakak menelponnya dan menyuruhnya mendatangi rumah sakit.
Tak mau memikirkan hal buruk Rendra bangkit dari duduknya meninggalkan sahabat-sahabatnya.
"Mau kemana lo Ren" Ucap Gilang yang menatap Rendra
"Cabut.. gue ada perlu lo tutup mulut" sahut Rendra tanpa menatap Gilang.
"Yaelah mau kemana sih lo, tumben amat nggak ngajak-ngajak" ucap Dirga
"Gue mau ketemu kak Jack jadi lo pada seperti biasa ya, gue duluan" jawab Rendra yang kini langsung menghilang dari tembok sekolah.
Rendra pergi dengan mengendarai motor sport kesayangan miliknya meninggalkan sekolah dan langsung menuju Rs.Pratama dimana Jack menunggunya disana.
Dua puluh menit mengendarai motornya Rendra sampai di halaman rumah sakit ia memarkirkan motornya tanpa sengaja ia melihat mobil sang kakak disana perasaan tidak enak langsung menyerang hatinya tapi masih ia tepis dengan beberapa kali ia menggelengkan kepalanya.
Rendra masuk ke dalam rumah sakit ia langsung menuju UGD benar saja disana di bangku tunggu ia melihat sosok asisten pribadi sang kakak tersayang yang sedang duduk dengan tatapan sendu.
"kak Jack" teriak Rendra padanya saat ia sudah berjarak 3 meter dari Jack
"Akhirnya kau datang juga" ucap Jack pada Rendra.
"Maksudnya bagaimana kak, lalu dimana kak Radit?" Tanya Rendra yang tak melihat kehadiran sang kakak.
"Raditya di sana Ren" sahut Jack sambil menunjuk ruangan IGD yang masih tertututp rapat oleh perawat dan dokter.
"Ada apa dengan kakak Radit kak" Rendra seketika wajahnya merubah suram.
"Biar dokter yang menjelaskannya nanti Ren" ucap Jack menahan segala emosinya.
"Lo harus tahu hal ini yang sudah di tutupin Raditya dari lo dan kedua orang tua lo Ren selama ini" Lanjut Jack
"Maksudnya bagaimana kak" Rendra sama emosinya ia bahkan mengepalkan kedua tangannya.
"Raditya sakit Ren" Seketika mata Jack meneteskan cairan bening tanpa di cegah setelah mengatakan hal itu pada Rendra.
"Sakit...nggak kakak nggak mungkin sakit kan kak" Rendra menggelengkan kepalanya singkat.
Belum siap mendengar keterkejutannya Rendra kini di kejutkan lagi oleh suara pintu yang terbuka dengan teriakan perawat yang memanggil Keluarga atas pasien Raditya Kusumu Wiratama.
Reflek Rendra dan Jack mendekat ke arah sang perawat dengan wajah yang sendu.
"Ada apa dengan Kakak saya sus" ucap Rendra
"Anda adik pasien, anda bisa ikut dengan saya kedalam tapi sebelum itu anda harus membersihkan diri terlebih dahulu" ucap Suster itu mengarahkan Rendra untuk mencuci tangannya.
Selama dua puluh menit Rendra di dalam IGD, saat keluar wajahnya sudah menjadi dingin dan penuh dengan rasa kekecewaan dan penyesalan.
"Kenapa lo rahasian penyakit kakak Raditya kak" teriak Rendra pada Jack
"Bukan gitu,bukannya gue nggak mau kasih tahu lo tapi ini permintaan Raditya sendiri gue bisa apa!" Jawab Jack pada adik sahabatnya itu.
"Kanker stadium akhir kak, apa Kak Raditya tidak mau melakukan kemoterapi"
"Ya Raditya tidak mau melakukakn pengobatan itu karena ia tidak mau keluarganya curiga terhadapnya"
"Konyol sekali...." Ucap Rendra dengan mata berkaca-kaca dan mulut bergetar.
"Lo harus sabar, kuat dan jangan bikin dia banyak pikiran itu mempengaruhi kesehatannya" ucap Jack sambil menepuk pundak Rendra memberikan kekuatan.