Malam hari aku baru pulang dari kumpul bareng temen temen ku. Malam itu terasa sangat capek, yaa saat SMA aku mulai merasakan bahwa aku memiliki energi sosial ketika sudah mencapai batas nya maka energi itu akan habis seketika. aku yang tidak memiliki kekuatan untuk melakukan aktivitas langsung pergi tidur dan tidak menghiraukan pertanyaan dari kakak ku yang bertanya.
"Kamu habis dari mana dek?" Tanya kakak ku.
Aku yang tidak ada tenaga lagi langsung pergi masuk kamar. Aku saat itu memang sangat durhaka terhadap kakak ku. Namun bagaimana lagi aku tidak bisa menjawab pertanyaannya. Semoga saja kakak ku mengerti itu. Ku putuskan untuk langsung tidur dan tidak menghiraukan nya.
Pagi harinya aku merasa terganggu saat ibu ku langsung masuk ke kamar ku. Aku bangun sebentar.
"Ada apa Bu?" Tanyaku sambil menahan kantuk.
"Ga apa apa kamu tidur aja lagi" ucap ibu ku.
Aku yang di suruh tidur lagi tanpa aba aba langsung terlelap. Rasanya kantuk itu tak bisa ku tahan.
Sekitar jam 9 aku baru terbangun, itu pertama kalinya aku bangun jam segitu. Namun untungnya ibu tidak masalah soal itu. Aku langsung bersih bersih dan membantu ibu merawat tanaman yang ia tanam selagi waktu senggang. Ibu ku itu tipikal orang yang sibuk namun masih menyempatkan diri untuk melakukan hobinya di sela waktu senggang nya. Selagi aku sibuk membantu ibu merawat tanaman. Aku di hubungi oleh pihak sekolah bawahsanya tidak dapat mengikuti lomba dikarenakan peraturan yang berlaku. Saat itu rasanya aku ingin menangis sejadi jadinya, karena lomba itu adalah salah satu jalan agar aku bisa masuk perguruan tinggi di jalur prestasi. Namun sayang peraturan harus tetap di jalan kan dan aku harus mengikhlaskannya.
Hari itu terasa berat, aku orang yang kebiasaan memikirkan hal hal yang menurut ku tidak dapat di lupakan. Sebenarnya hal itu terdengar sangat lah sederhana, tidak dapat mengikuti lomba hanyalah hal yang biasa. Namun bagi ku seorang pemikir kedepannya bagaimana, efek dan dampak dari itu terus memikirkan hal itu. Di tambah lagi dengan rencana mengurus kegiatan organisasi yang harus dilakukan. Aku takut akan mengganggu fokus ku untuk mengurus kegiatan tersebut.
Malam hari nya saat aku sedang Gabut aku berencana ingin memposting foto ku tanpa menggunakan hijab. Saat itu pikiran ku sedang kacau, aku berpikir untuk membuat diri ku senang dari memposting foto ku yang tidak berhijab. Aku berencana ingin memposting foto itu karena aku suka dengan rambut ku. Itu adalah salah satu hal yang mendorong ku untuk memposting. Saat aku sibuk mencari lagu yang cocok ada panggilan masuk di hp ku. Ternyata itu panggilan dari teman kakakku.
Aku cukup dekat dengan teman kakakku walaupun umur kami terpaut jauh. Aku sudah tidak kaget lagi kenapa dia menghubungi ku, karena dia tipikal orang yang cukup random dan sesuai mood dia. Jadi aku langsung mengangkat telepon dari dia.
Kami mengobrol mengenai hari hari bagaimana dan apa yang sudah terjadi beberapa hari ini. Aku pun menceritakan hari hari ku yang di tolak untuk mengikuti lomba dan ada kegiatan organisasi yang akan ku lakukan.
"Yang bener dek? Kamu kok bisa ga di pilih padahal kemarin kamu ikut lomba itu dan menang loh" tanya teman kakakku heran.
"Bagaimana lagi kak mau di paksa ga bisa. Itu sudah ketentuan dari lomba setiap cabang harus di wakili 1 orang dan karena aku udah ikut tahun kemarin itu juga salah satu alasan tidak dipilih nya aku kak" ucap ku sambil menjelaskan.
"Begitu toh tapi kamu jangan nyerah yaa karena masih banyak lomba yang bisa kamu ikuti sendiri tanpa di pilih guru" ucap teman kakakku menyemangati.
"Iya kakak" ucapku sebenarnya masih kecewa.
Sebenarnya ada bagusnya aku tidak di pilih siapa tau yang di pilih sama guru adalah yang terbaik untuk sekolah. Aku hanya berharap dia lebih bisa mengenalkan ke dunia bahwa sekolah ku itu memiliki siswa yang berprestasi.
"Jadi bagaimana dengan kegiatan mu itu dek?" Tanya teman kakakku.
"Ya gitu kak, ini lagi persiapan untuk gladi bersih " jelas diri ku.
"Gitu toh kamu kalo ada apa apa bilang saja sama aku toh kakak mu juga udah percaya sama aku dan aku juga sudah menganggap kalian keluarga " ucap teman kakakku.
"Iya kak aman itu mah" ucap ku.
(Sebenarnya aku lebih menganggap kakak sebagai keluarga) ucapku dalam hati.
" Oh iya kalo kamu-" ocehan yang dari temannya kakakku.
Di saat itu aku merasa senang sekaligus bersemangat lagi. Walaupun aku mendapatkan berita buruk tapi di akhir aku mendapatkan perhatian. Yang membuat ku lebih senang yaitu bukan hanya di perhatikan oleh teman kakakku tapi dari yang di atas juga setelah telpon itu berakhir aku membuka media sosial dan saatvitu yang terus lewat di beranda ku membahas soal penting nya hijab, bagaimana kedepannya untuk masa perkuliahan, serta tentang percintaan. Aku merasa bersyukur masih di beri kesempatan seperti ini.
Cukup sekian dari ku semoga menghibur. Aku berharap kalian juga selalu bersyukur.
Jangan lupa like dan komentar nya yaaa.....