Lagi dan lagi aku berada dalam posisi seperti ini. Seseorang hadir dan bertamu di rumah kecil ku. Di ruang kecil hati ku. Mengetuk pelan dan mulai mencari tahu.
Siapa diriku, bagaimana keseharian ku, apa yang akan ku lakukan kedepannya. Dan itu tak sekali, toh aku telah terbiasa akan hal itu. Mulai lah dengan pembicaraan ringan berakhir sebuah pertanyaan keramat.
Lulus sekolah tujuan mu kemana?
Untuk pertanyaan nya terimakasih. Mungkin karena kalian yang hanya sekedar ingin tahu atau benar-benar peduli. Tapi ya, selama ini opsi kedua emang belum benar-benar ku temukan.
Akan ku jawab dengan pelan-pelan. Apa tujuan ku kedepannya dan bagaimana langkah ku kedepannya. Sejujurnya aku tidak peduli. Entah aku akan sukses, melarat, ataupun mati.
Aku adalah manusia tanpa tujuan, yang hidup dalam bayang-bayang keputusasaan. Aku pernah memiliki mimpi, aku juga pernah memiliki tujuan hidup. Akan tetapi perubahan keadaan hidupku terus berjalan, membawa ku sampai ke titik dimana aku tidak mau melakukan apa-apa.
Aku tidak memiliki tujuan, aku tidak lagi memiliki mimpi. Aku bahkan tidak tahu bagaimana membawa diriku pergi dari zona nyaman yang nyatanya menjerumuskan ku kedalam neraka. Aku mulai mengamati, menilai, dan memahami apa yang terjadi di sekitar ku.
Namun tubuhku malah menjerat dalam sebuah kemalasan hingga nyaris melupakan sebuah interaksi sosial. Aku sudah berubah. Tidak ada lagi aku yang penuh semangat memperjuangkan nilai-nilai yang akan berguna untuk masa depan. Malah sebaliknya aku menjatuhkan nilai ku untuk menjadi orang tidak berguna.
Harapan mereka, kalian, untuk diriku mengupayakan, berusaha untuk bangkit dari keterpurukan. Tapi kalian selalu lupa, bahwa aku bukan lah anak yang bisa mandiri dan berjalan sendiri kearah yang benar.
Mereka yang mengenalku malah meninggalkan ku. Hingga jalan sesat kembali menyapa jiwaku. Sesusah itu mengontrol diri sendiri dan menarik diri dari kegelapan. Hingga pada akhirnya aku yang hancur sendiri atas perbuatan sia-sia ku selama ini.
Tapi tetap saja terimakasih karena terkadang kalian yang bertanya keadaan ku. Akan selalu ku jawab baik-baik saja, meskipun keadaannya berbalik dari ucapan ku.
Untuk semua doanya terimakasih dan maaf bila saja doa mu hanyalah sebuah hal sia-sia. Dariku yang sedang merangkai mimpi kembali.
-Kania-