Namaku Sylvian Alexandria,aku akrab dipanggil dengan Sylvi dan Via aku anak sulung dari keluarga Alexandria.Aku juga mempunyai sahabat yang bernama Nyra Adronica dia baik,ramah,kaya dan pintar
Bagi kalian rumah itu apa?
Tempat untuk berlindung?
Tempat untuk bersandar?
Atau tempat untuk canda tawa?
Itu semua salah,bagiku rumah adalah tempat penyiksaan.Aku mempunyai adik yang sangat-sangat aku benci..namanya Selina Alexandria,sejak dia lahir aku selalu disalahkan oleh orang tuaku...aku sangat-sangat membencinya,karna Selina aku selalu mendapatkan hukuman dari ayah dan saat dirumah saja bahkan aku tak dianggap aku hanya boneka pajangan yang tak dibutuhkan.Aku adalah gadis SMA yang menjadi korban bullying..aku tak mengatakannya pada orang tuaku karna aku tau mereka juga tak peduli denganku,saat mereka pergi aku harus membersihkan rumah..
Aku hanya anak buangan bukan?
Bahkan saat foto keluarga pun..mereka tak mengajakku,mereka hanya foto bertiga..aku sudah sering dikunci digudang dan tidak diberi makan selama 2 hari,tapi anehnya..kenapa tuhan masih menyayangiku?aku sudah muak hidup didunia ini..
Dan aku mendapatkan jawaban dari pertanyaanku,aku masih terlalu muda untuk pulang kerumah yang asliku masih banyak impian yang belum kucapai..
Pada suatu hari aku mengalami demam yang cukup tinggi dan pendarahan,aku tak tahu apa yang terjadi
Wajahku mulai pucat dan aku mengalami gangguan pencernaan,aku pun meminta ibuku untuk mengantarkanku kerumah sakit.
"Cuman gangguan percernaan doang,nanti minum obat palingan udh sembuh"ucap ibuku.
Aku pun mengikuti sarannya,itu cukup membantu sedikit.Beberapa bulan kemudian gelaja itu muncul secara bersamaan,aku pun meminta tolong Nyra untuk mengantarkanku kerumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit dokter pun dengan segera memeriksaku..ternyata aku mengidap kanker stadium 4,aku dan Nyra pun terkejut bukan main...
Bagaimana bisa aku terkena penyakit kanker?
"Jika saya boleh tahu berapa lama lagi sisa hidup sahabat saya ya dok?"tanya Nyra,
"Kurang lebih 1 bulan lagi,jika bisa luangkan waktunya dengan orang-orang tersayang Slyvian agar ia bisa pulang kerumah aslinya dengan tenang"jawab dokter dengan panjang lebar.
Setelah itu kami pergi dari rumah sakit dan mengunjungi tempat-tempat masa kecil kami,rasanya kami masih menjadi anak kecil yang berusia 7 tahun kebetulan sekolah kami sedang libur selama beberapa hari,orang tuaku juga sedang berlibur bersama anak kesayangan mereka.
Tak lupa kami berbelanja dimall seperti biasa Nyra yang bayar,yaaa aku pulang cukup larut.Hari itu adalah hari paling menyenangkan..
Liburan pun telah berlalu,musim juga telah berganti kini sedang musim gugur.tak terasa 2 minggu sudah terlewat,seperti biasa aku meluangkan waktuku untuk bermain bersama Nyra dan selalu pulang larut malam hal itu membuat orang tuaku curiga
Ada apa denganku?
Kenapa aku selalu pulang larut malam?
Akhirnya mereka menggeledah kamarku dan menemukan diary serta sebuah kertas yang menjelaskan tentang kankerku..
Mereka membacanya dengan berlinang air mata,saat aku pulang ibuku memegang kertas tersebut dan mereka menanti kedatanganku.
"KENAPA KAMU TIDAK BILANG BAHWA KAU MEMPUNYAI PENYAKIT KANKER!!"ucap ibu dengan berlinang air mata.
"Untuk apa aku menjelaskannya kalau kalian saja tak mau mendengarkannya..?"balasku.
Jawabanku membuat orang tuaku terdiam sejenak,tiba-tiba mereka berdua memelukku dengan tangisan air mata.
"Kenapa kamu baru mengatakannya sekarang..."ucap ayahku
"Ini semua salah kami..seharusnya sejak awal kami lebih memberimu kasih sayang.."balas ibu degan tangisannya yang tak kunjung berhenti..
"Aku..sudah lelah dengan dunia ini,andaikan kalian tau aku disekolah juga menjadi korban bullying"jawabku dengan wajah datar.
"Maafkan kami nak,kami salah"ucap ibu yang masih memelukku.
"Kami akan turuti permintaanmu supaya kamu bisa pulang dengan tenang.."balas ayah.
"Aku ingin menghabiskan hari-hari terakhirku bersama kalian termasuk Selina..terutama foto keluarga,aku sangat menginginkannya..."jawabku dengan berlinang air mata.
Setelahnya Selina yang dari tadi menyimak juga ikut bergabung,kini salah satu impianku sudah terwujudkan dendam yang ada dalam diriku perlahan juga mulai hilang,ayah dan ibu mengambil cuti selama beberapa minggu karna ingin meluangkan waktunya bersamaku sebelum aku pulang ketempat asliku..
Sama seperti disekolah dulunya aku melindungi Selina dari bullying sekarang aku yang ia lindungi,adikku sudah besar ya..sudah tidak menangis dan merengek lagi seperti dulu..
Jujur aku sangat senang,namun disisi lain aku juga sedih karna hanya bisa menikmati momen-momen yang indah ini hanya dalam beberapa hari saja..
Seminggu sebelum hari berpulangnya aku,ayah dan ibu mengajakku untuk foto keluarga.Kata ayah nantinya foto itu akan dipajang diruang tamu dengan ukurang yang besar,sehingga nanti keponakkanku bisa melihatku..aku juga berfoto bersama sahabatku untuk menjadi kenang-kenangan.
Enam hari sebelum hari berpulangnya aku,setelah pulang sekolah Selina mengajakku kesebuah cafe yang sangat-sangat indah!tak lupa kami juga mengambil foto untuk kenang-kenangan,setelah pulang dari cafe ibu dan ayahku mengajak kita berdua untuk menonton bioskop.
"Ayah,Ibu,Selina jika kau sudah berpulang kalian harus ikhlas..ya?"tanyaku saat diperjalanan pulang
"Aku gabakalan ngelupain kakak,aku bakalan sering-sering dateng kemakam kakak bersama Kak Nyra.."jawab Selina
"Adikku ternyata sudah besar ya.."balasku dengan sebuah senyuman kecil diwajahku
"Nanti jika kemakammu ibu bawakan bunga kesukaanmu.."ucap ibu
"Terima kasih bu.."balasku dengan senyuman diwajahku
Kenapa kebahagian ini harus berlangsung sebentar saja ya..?
Hari kelima sebelum aku berpulang,aku dan Nyra mengadakan piknik disebuah pantai itu mengingatkanku pada saat pertama kali aku bertemu demgan Nyra.
"Kau ingat waktu kita bertemu disini?saat itu kau sedang membangun istana pasir bukan?"tanya Nyra
"Tentu aku mengingatnya itu adalah momen yang tak kan pernah terlupankan!"jawabku dengan semangat.
Hari keempat,aku mulai menulis surat untuk Ayah,Ibu,Selina dan juga Nyra aku juga mengatakan bahwa aku sangat senang bisa terlahir didunia ini meskipun banyak sekali penderitaan yang harus aku terima.
Hari ketiga,aku diajak oleh kedua orang tuaku untuk menemui nenekku dan sepupuku untuk yang terakhir kalinya.Itu membuatku sangat bahagia!!hanya saja..aku tak bisa membayangkan ekspresi nenekku ketika orang tuaku menyampaikan kabar tersebut..
Hari kedua,aku mengajak Selina memilih bunga yang cocok untuk ditaruh dimakamku..aku memilih bunga melati dan bunga mawar putih,kurasa bunga-bunga itu akan sangat cocok jika ditaruh diatas makamku..
Hari terakhir,ya..hari ini adalah hari terakhirku,aku memakai sebuah baju yang sangat bagus dan aku dirias secantik mungkin mereka membawaku jalan-jalan untuk yang terakhir kalinya..
Siapa sangka bahwa aku telah menghembuskan nafas terakhirku didalam mobil tersebut dan menutup mataku untuk yang terakhir kalinya..
"Kakak sudah berpulang ketempat aslinya.."ucap Selina setelah mengecek keadaanku..
Tangis mereka pecah seketika,mereka menangis sejadi-jadinya dan ya..waktu tidak bisa diulang lagi..
5 tahun sudah berlalu kini Selina telah menikah dan mempunyai anak,ia baru saja melahirkan anak pertamanya kini anaknya berusia 4 tahun..namanya adalah Leva Alexandria..
|TAMAT|
Pesan Moral:
"Hargailah hidupmu sebelum ajal menjemput.."
"Jangan menyia-nyiakan hidup karna hidup hanya sekali"
"Kejarlah mimpimu setinggi mungkin sebelum kau berpulang.."