Ini cerita pribadiku. Sebut saja diriku Ryu. Ini bukan cerita tentang sebuah fantasi hanya saja ini cerita tentang sebuah game.
Bagi mereka yang tau, disini aku menceritakan kisah ku di game yang bernama 'Genshin Impact'. Aku nggak ngendors hanya aja aku kasih sedikit penjelasan.
Genshin Impact ini adalah game RPG Open World yang menyuguhkan story-story dengan character 3d. Ya, kalau emang game nya Open World berarti game ini tentang sebuah penjelajahan, juga petualangan. Jadi banyak aja yang bisa dilakukan disini.
Disini aku memerankan sebagai mc yang namanya lumine. Dan ya aku juga punya teman in game. Atau istilahnya teman mabar. Sebut aja dia Rex.
Rex itu orangnya baik, dalam game itu aku biasanya diajak untuk berpetualang juga mencari material-material untuk menaikkan levelku.
Awalnya semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Bahkan kami telah berkembang menjadi lebih kuat, Rex selalu mendampingiku apapun yang dilakukan. Kecuali ya, quest archon ataupun quest cerita yang pada dasarnya tidak bisa dilakukan bersama.
Hari-hari kami lalui dengan bahagia, menjelajah alam yang disediakan oleh hoyoverse begitu indah. Bahkan saking sukanya menjelajah quest archon ku pun tertinggal dengannya.
Dia di Fontaine sedangkan aku masih di Sumeru. Kata Rex, Fontaine itu lebih indah dari wilayah manapun, jujur saja aku percaya karna selain keindahan didaratan, diFontaine kami bisa juga menjelajah air, ke dalam laut.
Lamban laun hubungan kami sedikit merenggang, entah mengapa dia juga jarang masuk in game. Aku juga sadar, toh dia bukan seorang pelajar. Dia telah lulus sekolah. Mungkin dia sibuk dengan perkerjaannya.
Lalu silih hari berganti dia menghubungiku, mengajakku bermain juga mengatakan hal ini kepadaku "Aku agak sibuk nih, aku kasih email sama sandi akun ini. Tolong jaga baik-baik ya."
Aku iyain dong, toh aku cukup menganggur dirumah. Rex juga sering bantuin aku. Dan sejak hari itu terkadang kalau aku tidak bisa menghubunginya aku akan masuk kedalam gamenya (akunnya).
Finally sudah terhitung beberapa hari dia tidak menghubungiku, aku hanya sekedar masuk, login dan niatnya mau bermain mencari material atau apa.
Tapi...
Begitu aku masuk, aku ada di depan air mancur, depan gedung opera. Lupa namanya. Intinya aku sedang disitu menatap air mancur.
Aku membuka map kecil di pojok kiri atas. Sempat heran karna di tepat air mancur ada tanda yang ditinggalkan. Aku pencet dong dan pesan-pesan itu berisi...
"Hai maaf udah ngerepotin, apalagi baca ini."
"Maaf ya aku udah gak bisa main lagi sama kamu."
"Aku sakit, dan udah dua minggu aku di RS"
"Awalnya aku sih oke, mungkin aku masih bisa main lagi."
"Ternyata aku difonis leukemia, ya parahnya aku nggak bisa bertahan."
"Mungkin kamu marah aku tinggal gitu aja."
"Dan aku gak minta buat jaga akunku, hanya aja kalo kamu mau ambil aja."
"maaf dan makasih atas waktunya."
"Entah bisa sembuh atau nggak jangan berharap yah."
"bye...kelinci!"
Sejak hari itu aku benar-benar nggak menyentuh game ku selama berhari-hari. Padahal aku sangat menyukai game itu. Setelah membaca semua tanda itu aku logout dan gak pernah login akun Rex.
Udah begitu lama, aku bahkan telah menyelesaikan quest archon sumeru. Tinggal di Fontaine dan tuntas. Tapi sebelum ke fontaine aku udah berhenti mainnya.
Fontaine yang begitu indah itu malah menjadi tempat paling menakutkan bagiku. Kadang aku datang ke akunnya mengunjunginya dan meletakkan tanda disampingnya.
Jujur aku sedih dengan perpisahan ini. Meski virtual dia benar-benar teman yang baik. Aku hanya bisa menyampaikan terimakasih sebanyaknya, mungkin dengan sedikit doa yang berharap dia bahagia dimana saja.
Jika suatu saat Rex tau, aku bisa menyampaikan maafku yang tidak mampu merawat akunnya sesuai keinginannya.
Hanya itu...