Kia pulang dari sekolah sendirian seperti biasanya. Tak punya motor tak punya teman pula, sad.
Tontonan pulang dan pergi sekolahnya adalah Rinda dan Rafi dua sejoli yang enggan terpisahkan. Tapi hal baru datang, apalagi kalau bukan siswa baru itu, Gion. Selalu nempel-nempel kaya nyamuk diantara mereka bertiga, entah mau menikung atau bagaimana. Kia hanya menebak-nebak.
"Kayaknya punya temen seru deh." Ucapnya bergumam.
"Gi, temenin Kia tuh, kayaknya dia kesepian deh, hihihi." Ledek Rinda mendengar gumaman Kia.
"Kenapa Ki? Kamu sih selalu sendirian, bareng kita yok." Ucap Rafi.
Kia menunduk, mendekat tapi tak berniat bergabung bersama mereka. "I don't match your positive vibes, I'm too dark"
Mereka langsung terdiam, lalu tertawa tak tertahan. "make friends not to equalize! But to unite!" Jawab Rafi sambil merangkul Rinda dan Gion.
Kia masih terdiam, rasanya dia tak pantas berada di antara meraka.
"Ki, kalau kupikir pikir kamu yang paling sering bantu teman-teman kelas, kamu yang baik ini bagaimana bisa berpikir kalau kamu suram. So want to join us?" Ulur tangan Rinda bak pangeran.
Kia tersenyum, sedikit ragu. Namun ia menerima uluran tangan Rinda. Lalu tersenyum lebih lebar.
"Apa nggak papa aku gabung kalian?" Tanya Kia, sungkan.
"Gapapa, kalau kamu dijahatin atau dicuekin Rinda sama Rafi, masih ada aku kok" Ucap Gion melirik dua R itu.
"Apaan si lu, hahaha" tertawa Rafi.
"Gausah dengerin ucapan Gion, kami nggak mungkin begitu kok, hahaha" Ucap Rinda sambil menyikut perut Rafi.
Matanya berkaca-kaca
"Makasih mau nerima aku sebagai teman kalian."
"Nahh...buat merayakan bergabungnya Kia, ayo kita makan-makan!! Gio yang bayarr!! Ayo Kiaaa!!" Ucap Rinda semangat. Lalu menggandeng Kia menuju tempat makan teteobokki yang ingin mereka datangi sambil berlari kecil, penuh tawa tanpa beban.
Sementara di belakang sana, Gio memandangi Rafi dengan wajah kesal.
"Hehehe, jangan marah la, kamu tau kan Rinda emang suka seenaknya, malah suruh kamu yang bayar." Jelas Rafi sedikit tertawa canggung melihat wajah jengkel Gio.
"Ya patungan ege, kamu bayarin pacarmu aku bayarin Kia, buka dompetmu juga lah" ngomel si Gio.
"Iya iya" jawab Rafi yang sedih uang jatah main warnetnya terpakai.
Mereka berjalan bersama akhirnya, dengan pelan. Dengan penuh penyesalan kenapa Rafi tidak mencegah Rinda yang suka seenaknya. Disisi lain Gio mesem-mesem kesenangan melihat Kia dari belakang.
Terlepas dari itu Kia senang akhirnya masa suramnya kini sedikit teralihkan dengan cahaya pertemanan mereka.