aku pulang setelah kerja seharian.di depan,pintunya tidak tertutup dengan rapat.seperti ada orang yang bertamu.ada sepatu high heels putih di samping sepatu suamiku.
"kenapa ada sepatu wanita di sini?milik siapa?".gumamku.aku tidak pernah memakai sepatu hak yang seperti ini?.aku berfikir.
"malam-malam jam di atas 09.00 siapa yang bertamu?".batin ku.
aku berjalan masuk.
rumah berantakan,tidak biasanya seperti ini?.
aku hanya tinggal berdua bersama suamiku.dia sangat mencintaiku selama 2 tahun ini.namun,aku tidak bisa mengandung anak untuknya.entahlah,mungkin masih belum.
aku mendengar suara tawa perempuan dari dalam kamar ku.
sebelum itu aku menelepon pengawal pribadiku.
"hei!...cepatlah kemari...kawal aku...".kataku berbisik di telepon.
aku mengendap² mencari tahu siapa maling yang masih bertamu itu.
"kenapa kau takut sekarang?padahal tadi kau benar² bergairah terhadapku...hahahaha....".kata wanita itu.dia setengah telanjang.
dan ku telisik lagi di sebelahnya ternyata...
ku buka pintu lebar².wajahku marah.
"HEI!!...apa yang kalian lakukan?HAH!!...wah...sial...".ucapku marah.ku sibak rambut depanku dan menjambaknya supaya aku sadar,siapa para bajingan² ini.
mereka adalah suamiku yang tercinta dan sekretarisku.wah...hebat sekali.
suamiku kaget dan patah² mengahmpiriku.
"sayang....aku akan menjelaskannya...".katanya merengek.
"nyonya...maafkan saya...".ucap wanita itu,dia menangis.
wah...berani²nya melakukan hal buruk dan menangis?.seharusnya aku yang menangis.
suamiku memegang lenganku.aku menepisnya kasar.pakaiannya sudah tidak lengkap.
"wah...hahaha...aku terlalu percaya padamu bajingan...".kataku kasar.melihat mereka aku gemas.
"aku jelaskan...ini...tidak seperti yang kau pikirkan sayang...".ucapnya,wajahnya pun seperti tak ada dosa.
tanganku sudah ku layangkan.aku ingin menamparnya.tapi,aku tidak bisa.
"nyonya...".seorang pengawal yang ku panggil sudah datang.dia membungkuk memberi hormat.
"baik jelaskan besok...lanjutkan kegiatan kalian...aku tidak mengganggu lagi...".ucapku dan pergi begitu saja.
aku melihat ke arah pengawalku.dia faham apa yang ku minta.
aku memintanya untuk berjaga agar 2 makhluk itu tidak mengejarku.aku pergi dan tersenyum.
ini yang ku harapkan.perceraian.
aku sudah tahu kabar perselingkuhannya.namun,aku tidak mengira jika mereka melakukan hal kotot itu di kamarku bersama suami...
lupakan...setelah ini ku pecat dia sebagai suamiku.kubuang jauh².
uwek...uwek...
aku mual sekali.
ada apa denganku?perutku tidak nyaman.apakah aku masuk angin?.aku memasuki mobil pribadiku.sudah ada sopir di belakang kemudi.
"jalan...".perintahku.
dia menjalankan mobilnya.
uwek...
mual lagi.
"nyonya...apakah perlu ke dokter?".tanyanya khawatir.
"baiklah...kita ke sana...".kataku.tanpa berfikir jika itu adalah...
"apa!!...aku hamil?".kataku berteriak kaget.
apakah ini sungguhan?sekian lama akhirnya.air mataku berlinang.aku menangis haru.
"iya bu...jika ingin lebih jelas...periksa ke dokter kandungan...".saran dokter itu.
aku mengangguk.
"usia kandungan...mungkin sudah 5 mingguan...".katanya lagi melanjutkan.
"benarkah...".aku menyentuh perutku yang masih rata itu.
aku tidak tahu jika aku bisa hamil.
"selamat bu...".kata dokter pria itu dengan tersenyum.
aku pun mengangguk dan ikut tersenyum.aku bahagia sekali.setelah itu aku berpamitan dan pergi.
aku percaya dengan dokter itu tidak perlu ke dokter kandungan.
aku memasuki mobil penumpang.
"kita pulang ke villa"perintahku padanya.mobilpun melaju.
aku menekan tombol dihandphoneku.menghubungi sahabatku.
"ada apa?".tanya seorang di seberang telepon.
"aku hamil dit...".kataku tanpa basa-basi lagi.aku penasaran dengan tanggapannya.
dia hanya diam lama.
aku menantinya.
"hallo...".ku lihat handphone ku masih tersambung telepon kami.
"kau benar² hamil din?serius?".tanyanya tak percaya.
"iya".
"lalu?apakah suamimu tahu?".tanyanya.
"tunggu...kemarin aku melihat suamimu bersama wanita lain...".katanya lagi,belum sempat aku menjawab.dia menyela.
"entahlah...lebih dari itu...".kataku dengan menghela nafas.
"sudahlah...besok ku kabari lagi...".ucapku.
"hei!...aku masih mau..."
tut...tut...tut...
sambungan telah ku putus.aku mengingat harus melakukan sesuatu yang penting malam ini.
ya...mengingat situasi saat ini,sangat cocok sekali untuk membuat rencana.
aku akan menggugat cerai pria itu.segera.