Pada tahun 2267 awal dimana bumi mengalami perubahan besar dimana banyak kecerdasan buatan atau AI banyak di gunakan untuk kehidupan sehari-hari maupun untuk hal lain.
Cerita ini berfokus kepada pria paruh baya yang ingin kembali ke masa lalu, masa dimana awal perkembangan gagasan-gagasan baru untuk mengubah sudut pandangan manusia itu sendiri.
Hyu Gum Li sebut saja Hyu, Hyu berusia 31 ingin membunuh para penemu atau tokoh-tokoh yang berperan penting pada kemajuan dunia saat itu.
Hyu menghabiskan 10tahun waktunya untuk menciptakan mesin waktu, di waktu itu undang-undang telah menetapkan bahwa tidak di perbolehkan untuk seseorang meloncati waktu.
Di kala itu Banyak pemerintahan yang di kendalikan oleh sistem itu sendiri, sepertinya manusia telah berganti peran.
Hyu mencoba untuk mengubah sejarah dan membunuh tokoh-tokoh yang menjadi tiang perubahan dunia.
Kamis 05 2257..
Kring kriing..
The morning of the 5th, thursday of the 1st month,,,,,,START YOUR DAY,,,,
" AHH MASIH PAGI JUGAA,"
...
..
.
" ARKHHH AKU LUPA KALAU HARI INI HARI AWAL AKU MASUK KERJA,"
Dengan pandangannya yang buram Shu mencoba untuk meraih kacamatanya yang ada di meja samping tempat tidurnya.
Heekkk...prakkk...
" ahhhh sial, kenapa harus jatuh,"
" coba kulihat, aduh mana patah lagi!,"
Dia bangun, dengan pandangannya yang masih buram mencoba untuk meraba setiap dinding dan mengingat letak dimana meja kerjanya berada.
" lemari ya aaa,, rak buku, maju sedikit ada tempat sepaaaaa?!?,"
Prakkkngh....
" arghhh kenapa ada fas disini!??,"
" ah sudah lah aku ingin buru-buru."
Beberapa menit kemudian.
"Ah ini dia, okwhh,"
Dia mencoba untuk kembali mengambil ponselnya di kamar tidur, "mari kita lihat sekarang jam berapa?,"
"Hahh??,"
"08.20,"
Dengan tergesa-gesa Shu pergi untuk mandi, setiap menitnya pun berlalu tak terasa sudah pukul 09.12
" Padahal ini hari pertama kerjaku loh,"
" ayo Dewi keberuntungan beri aku perempuan umur 18tahun,"
" ah tidak, maksudku beri kelancaran untuk hari pertama kerjaku."
Shu mulai menaiki mobilnya menyusuri jalan yang di samping kiri-kanannya berdiri megah gedung-gedung yang menjulang tinggi, drone pengantar makanan.
11.20...
" akhirnya sampai juga, aaa tas mana? Oh Ok,"
" pak nitip mobil,"
Petugas parkir" siap pak!,"
Tap.tap...langkah kaki menuju pintu masuk perusahaan.
B00S:" oy Gu oyyh!!,"
" oh iya pak, maaf telat tadi ada kendala sedikit," ucap Shu dengan kaki gemetar.
" oh iya pak, nama saya bukan GU tapi SHU,"
B00S:" ohh kamu anak baru berani mengatur saya!! Kami di pecattt!,"
" loh kenapa pak? Apa saya telat, tapii,"
B00S:" sutttt!! jangan banyak bicara lagi, menurut sistem kami, kamu tidak layak."
Di setiap perusahaan ada sistem yang mengatur layak atau tidaknya karyawan itu, walaupun karyawan itu rajin dan memiliki talenta, jika sistem mengatakan TIDAK maka harus di paruhi, kalau tidak maka akan mendapatkan sangsi atau pelanggaran.
" Aaammm..." gumam Shu sambil memalingkan wajahnya dari atasannya.
" persetan dengan sistem ,aku akan mengubah segalanya!! Tunggu itu," ucapnya sambil membuka pintu mobilnya.
Di dalam perjalanannya dia mendengar lagu favoritnya yang sering dia dengar tanpa di sadari olehnya saluran itu tiba-tiba berganti ke saluran lain..
Kraszzs kresszs...
"Ok kembali lagi dengan PH100B saluran yang menolah adanya AI yang mengatur setiap jengkal yang akan atau harus kita lakukan!," ucap seseorang pada saluran itu.
" mari rubah dari akarnya! Agar kita bisa kembali ke masa di mana kita bisa berekspresi dengan bebas tanpa adanya aturan yang mengekang kita! Oke sekian dari saya,,, bay broo!,"
Shu mencoba untuk meresapi apa yang tadi dia dengar, mencoba untuk memahami makna dari kata ( mari rubah dari akarnya) sejenak ada ide yang melintas di benaknya.
" kembali??...membunuh?...membantai?,"
" aku harus kembali ke masa dimana para manusia haus akan kekuasaan itu muncul di permukaan."ucap dia dengan memukul kaca mobilnya.
10tahun pun berlalu...
Di hari, bulan yang sama kini Shu telah menciptakan alat untuk bisa menjelajahi waktu.
" akhirnya setelah penantian lama ini aku bisa menciptakan alat yang keren ini, he he he haahahahah!!!," tawa bak villain
" tapi kok bentuknya mirip wc umum yah? Hemm.. Sudahlah aku tidur dulu ."
Jarang sekali Shu tidur dengan teratur bahkan Dia sering tertidur sambil berdiri atau duduk di dekat blue print.
Di malam yang sunyi itu terdengar suara gaduh dari luar.
Shuuuu... Shuuuu.. Keluar sekarang atau kami akan menghancurkan rumahmu!!
Shu pun terbangun dengan kagetnya, melihat lewat celah jendelanya banyak sekali mobil polisi,tank,ataupun helikopter yang mengelilingi rumahnya.
" Bagaimana bisa ketahuan?," bisiknya
" apa gara-gara kemarin aku menceritakan ke pacarku?,"
Dengan panik Shu beranjak dari ranjangnya dan pergi ke ruang bawah tanah.
Dalam hitungan 3 kami akan menghancurkan rumahmu......
1..
2..
.
.
Bruakkkkk..
Bunyi pintu yang di buka paksa
" Untung pintunya belum aku kunci!,"
" Ayo kita mulaii!,"
System'
OK.. WELCOME SHU TELL ME WHERE%@$@ YOU#%$#% GOING
"ada apa ini, apa ada pemrograman yang salah,"
"Ahhhhhh!! kenapa harus sekarang,"
..
"Ah aku lupa mengirim titik koordinat yang mau di tuju, aduh,"
" butuh 2menit untuk mengaturnya, atap ruang bawah tanah ini terbuat dari baja seharusnya bisa menahan timah panas ataupun ledakan bom! Seharusnya sih,"
Tak lama terdengarlah suara tembakan maupun ledakan di atas ruang bawah tanah, gemuruh ledakan dimana mana bak musik bagi Shu itu sendiri
2menit pun berlalu...
Ok kita mulai.
Kamis 05 2024..
Whusss saa saazzz...
Bruakkkkk
" apakah aku masih hidup?," ucap Shu sambil meraba sekujur badannya.
" Untung punyaku masih utuh!,"
Tanpa di sadari mesin waktu Shu mendarat di dalam hutan yang lebat, entah itu berada di mana.
Shu pun mencoba membuka pintu dan melihat di sekeliling yang ada hanya pepohonan yang rimbun.
" seharusnya aku telah memasang koordinat yang benar, kenapa aku bisa sampai di sini?,"ucap Shu dengan wajah kebingungannya
" ah apa memang dulu di sini masih hutan dan belum menjadi kota?."
Keluarlah Shu dari mesin waktu itu, dengan jalan sempoyongan Shu melihat di sekelilingnya lagi dan mencoba untuk kembali ke mesin waktu untuk membawa tas nya.
Di perjalanannya Shu mencoba untuk membuka peta yang pernah dia cetak tentang daerah itu.
Hampir 2jam Shu berjalan akhirnya sampai di pinggiran kota, dan harus sesegera mungkin pergi ke rumah para petinggi yang dulu pernah mengusulkan gagasan untuk membuat sistem yang bisa mempermudah manusia.
Di sela dia berjalan melewati jalanan sepi nan panjang, muncul sekelompok anak muda berandalan.
" pas sekali!," ucap Shu dengan raut wajah tersenyum
Di bukannya tas yang tadi ia bawa, lalu di ambillah sebuah senapan Laras panjang.
" come on broo!," ucap Shu sambil menghampiri mobil yang ada di hadapannya sambil tersenyum lebar.
Pemuda:" maaf kami hanya ingin lewat saja dan tidak berniat jahat,"
Shu:" coba angkat tangan kananmu,"
Dengan gemetaran pemuda itu mencoba untuk membuang pisau yang sedari tadi dia sembunyikan di balik bajunya.
" oh begitu,"
Krek kerk.. Duar
Dengan spontan pemuda itupun menancap gas sekencang-kencangnya.
Dengan bakat Shu yang di asahnya 10tahun sebelumnya, Shu pun membidik tangan dari pemuda itu sampai mobilnya terguling-guling.
" Hand shout...!!,"
Dengan berjalan pelan menghampiri
Mobil si pemuda itu.
" semoga saja masih hidup, aku tidak mau menjadi pembunuh yang keji," ucap dia dengan raut wajah sedih
Terlihat pemuda itu masih hidup, hanya saja tangannya terluka cukup parah.
Shu mencoba untuk mengeluarkan pemuda itu dan sesegera mungkin menolongnya.
" ingat! jangan lihat seseorang dari tampilannya saja,"ujar Shu nada merendah
" coba lihat tanganmu, oh hanya berlubang saja ini!,"
Setelah Shu mengobati tangan pemuda itu dia langsung melihat mobil si pemuda itu apakah bisa di pakai atau tidak.
" ah untungnya masih bisa di pakai,"ucap Shu sambil membenarkan posisi duduknya.
Berangkat lah Shu ke rumah salah satu petinggi itu.
Tak butuh waktu lama Shu pun tiba di depan rumahnya dan melempar sebuah peledak yang langsung di lemparkan tepat jendela rumah.
"Satu pun tuntas tinggal dua tikus lagi!,"
Di rumah ke dua Shu mencoba hal yang hampir tidak pernah ada yang melakukannya, yakni mengajak korbannya untuk ngobrol sambil minum teh di belakang rumahnya.
" Hyung meng coba ceritakan gagasan apa yang akan kamu presentasikan?!,"
Hyung meng pun tak sanggup menjawab pertanyaan yang di lontarkan Shu, seketika itu Shu menodongkan pistol yang sedari tadi ia genggam.
Shu:" baiklah kita ahiri sampai disini
dulu," ucap Shu sambil mengarahkan
senapan ke kepala Hyung.
Hyung:" baik lah ak k U,"
Duarrr...
Timah panas itupun melayang menembus kepalanya.
Shu:" waktuku mepet, ayolah coba mengerti sedikit.
Dalam perjalanan menuju rumah si korban Shu membuang mobil yang ia kendarai sedari tadi.
" sepertinya dia sudah mengetahuinya," ucap Shu sambil melihat banyak polisi maupun tentara yang ada di depan rumahnya.
Shu pun tidak berfikir panjang, ia pergi ke rumah tetangga target dan membungkam setiap penghuni yang ada di dalamnya.
" okwhh mari kita cari tempat nyaman dan tenang,"
Di rakitnya senapa Laras panjang di tempat itu dan tidak lupa dia memasang peredam suara.
" mari kita saksikan, pertunjukan yang indahhh,"ucap Shu yang gembira
Tak lama berselang rombongan yang melindungi petinggi itupun tiba.
" berjalan dua langkah ke kiri, ke depan 8langkah," ucap Shu sambil mengarahkan titik fokusnya ke dalam lensa yang ada pada senapan itu.
Tak butuh lama, petinggi itupun terkapar di lantai dan Shu pergi meninggalkan tempat kejadian untuk kembali ke mesin waktu yang ia tinggalkan.
" akhirnya tuntas sudah misi kali ini,"
Sesampainya Shu di mesin waktu itu, dia langsung menjalankannya mesin waktunya dan kembali ke masa dimana ia masuk pertama kali di dalam mesin waktunya.
Hanya butuh 1-2menit ia sampai dan langsung menari-nari bak hari ini adalah hari yang terindah baginya, namun ia tidak menyadari sekelilingnya adalah pembuangan limbah bawah tanah.
Shu mencoba untuk membuka pintu atas basementnya dan tanpa di sadari nya, kepala dari Shu terlindas oleh truk yang lewat di atasnnya.
TAMAT
meledak oy