Awal
"Hee lagi seru serunya baca novel malah lobet ni HP" ucap seorang gadis manusia titisan kuntilanak yang tak lain bernama viona.
"Aghh padahal lagi seru seru nya bagian bab itu" kesal gadis itu.
Dengan rasa malas ia turun dari
ranjangnya itu yang entah sudah berapa lama gadis itu tak turun turun dari sana.
Setelah men charger Hp
"Hmmm...bosan" gumamnya
Kemudian...
Gadis itu melirik jam dinding yang berada di kamar nya lalu..
"HAAAAH!?! SUDAH JAM TIGA SORE!!" Teriak nya heran dan kaget yang bercampur.
"Tapi untunglah hari ini tanggal
merah jadi tak mengapa...tapi
tunggu,
Perasaan aku baru bangun baca
novel cuma sebentar kok bisa
setelah itu lalu lihat jam sudah
sore lagi..aghh benar benar" gerutu nya dalam hati
Akhirnya gadis dengan muka bantal, rambut yang sedikit acak acak an,muka datar alias malas nya itu keluar juga dari kamar nya.
Yang sontak membuat penghuni rumah itu langsung melihat kearah nya.
"Waahh, akhirnya putri kamar titisan kunti yang nolep ini keluar kamar juga" girang ibu nya (Mia), yang kemudian di iringi cekikikan dan suara tertawa adiknya (Adel).
"Uhuk, mama jangan gitu laah" ucap viona yang auto cemberut -n-
"Yaiyalah mama ngomong begitu, kakak
Dari tadi selama di kamar ketawa ala kunti mulu. Xixixixi"
ucap adiknya Adel sembari cekikikan.
"Nahh bener kata adik mu Vi, mama sampai khawatir ngira kamu kesurupan, mana tadi tiba tiba kamu teriak gak jelas pula, mama baru aja mau nelepon Ustad buat ruqiyah kamu. Eh akhirnya keluar juga kamu nak dengan muka bantal mu itu yang sepertinya kelihatan baik baik saja jabang bayi" cerocos mama nya panjang kali lebar.
Viona hanya bisa melongo mendengar penjelasan panjang mama nya itu,karena memang perkataan mama nya itu benar wkwkwk.
"Hehe" hanya itu yang bisa viona keluarkan dari mulutnya.
Setelah kejadian itu mereka melakukan kegiatannya masing masing.
Sedangkan viona yg tak tahu mau melakukan apa, kemudian mengayunkan kaki nya menjelajahi ruangan ruangan di rumah nya itu tanpa tujuan...alias mondar mandir mengelilingi isi rumah nya tersebut🗿🗿.
Ruang makan,dapur,ruang tengah, ruang tamu, kamar-kamar,kamar mandi, semua ia jelajahi.
Dan akhirnya..
Setelah beberapa waktu ia berhenti lalu duduk di kursi.. kamar orang tuanya🗿.
sore itu memang tak ada ayah nya karena beliau selalu bekerja hingga malam,
alhasil disaat tak ada ayah nya Viona selalu menyempatkan diri bercengkrama dengan Ibu nya itu
(Viona merasa lebih se frekuensi jika mengobrol dengan Ibu nya)
...yang sama sama suka berada di kamar.
(namanya juga ibu dan anak sama sama punya kebiasaan yg hampir sama wkwk).
"Kenapa, mau apa kau" ucap Ibu Mia melihat anak pengais bungsu nya itu menghampirinya, walau netra nya masih terfokus pada hp nya.
"Gapapa mau duduk aja, pegel kaki viona hihi"
"Oh iya mah," ucap viona lagi
"Apa nak?" Tanya ibunya
"Ituu...gajadi dengh hehehe"
"Yaelah" ucap ibunya geleng geleng
Kemudian..
"Maaakk"ucap adik nya Adel hampir berteriak.
"Apalagi naak, hadeeh tadi kakak nya sekarang adiknya" ucap Ibu
"Loh kok aku dibawa bawa mak" ucap Viona rada melotot kaget atau apalah.
"Aah dengerin adik dulu napa"
"Aah dengerin adik dulu napa" ucap Adel sambil mulutnya di kerucutkan
"Iya adik mau apa?" tanya Ibu
"Mak, belikan aku sesuatu" ucap adiknya cengar cengir
"Mau dibeliin apa lagi,tadi kan udah banyak yg dibeli adek. Uang mama hampir ludes ini" ucap mama nya dengan nada gemas dan menahan tawa nya.
"Ihhh pokoknya mau dibeliin, mau
dibeliin!"
"Yaudah mau dibeliin apa" ucap Ibu nya yang pasrah uang nya akan terbang.
"Mau...dibeliin pisang hehe" ucap Adel nyengir.
"Memang nya buah yang tadi udah mama
beliin gak cukup?"
"Tadi adik udah banyak dibeliin
buah loh" ujar Ibu lagi
"Iiih adik pengen buah pisang
sekarang"
"Pisang apaa?,,pisang am-"
Pisang apa aja yang kuning kuning" ujar Adel yang lalu langsung melengos pergi, melajutkan kesibukannya sendiri yang sempat tertunda atas keinginannya itu.
"Hah pisang kan emang kuning,
emang mau warna apalagi?" Sahut Ibu sambil terkekeh.
"HAHAHAHAHAHAHA" pecah sudah tawa Viona saat itu.
"Hadeeh adik mu itu gmn sih Vio" ujar Ibunya geleng geleng kepala.
"HaHAHAHAHA Ya-Hahaha gatahu
orang mamah Ibunya, Hahahaha" aduuh sialnya sekarang Viona tak bisa mengerem jika sudah tertawa.
Kini semakin keras saja suara nya xixixi
"Vion!! berhenti ketawa nya atuh
kenapa sih kamu" ujar sang ibu dengan nada merinding
"HAHAHAHAHAHAHAHA"
Sial sekarang Viona makin menjadi jadi.
"Merinding mama nih Vioon,
haduuh kenapa sih punya anak
pada gak bener yang satu hobi
morotin kayak tuyul yang satu
lagi suka ketawa gak jelas
kayak kunti lagi" ujar Ibunya mengeluh panjang kali lebar.
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA" Tak ayal perkataan Ibu nya itu makin membuat tawa Viona makin pecah tak terkendali. Lalu dengan ekspresi bingung sambil terkekeh Ibu nya berkata.
"Apa karena aku Ibu nya kali
ya,makanya gak jauh beda"
"HAHAHAHAHAHA-memangnya Ibu
kenapa" ujar Viona yang akhirnya berhasil mengontrol dirinya... alias mengontrol tawa nya.
"Ahh apa ajalah gak perlu
tahu"
"Hihihi yang bener..apa tuh
ap-uhuk uhuk" ujar kepo Viona sambil terbatuk batuk.
"Nah rasain tuh, makanya
jangan ketawa mulu kan jadi
batuk batuk"nasehat Ibunya
"Dan juga gak perlu tahu lah
Vion"
"Uhuk uhuk uhuk aah- uhuk
yaudah lah kalau- uhuk
gitu"ujar Viona sedikit
cemberut.
Viona beranjak pergi dari sana akan tetapi dihentikan oleh Ibu nya.
"Eeh mau kemana, mandi dulu
sana,dari pagi baca novel
dikamar gak kenal waktu
sampai gak mandi mandi bau
itu mulut mu, itu juga muka
bantal nya jangan dipelihara
atuh anak syantik ku" ceramah Ibunya gemas atas kelakuan anak gadis remaja nya itu.
"Hehe iya mah, ini mau
ngambil handuk dulu" cengir Viona
"Berapa sih umur mu naak,nak
udah besar kelakuaanya masih
aja kayak anak kecil belum
puber"ujar Ibunya sambil geleng geleng kepala
"Hmmm, setelah Viona hitung..
udah 18 tahun mah, berarti
Vion udah pub- ah sakiit" ucapan Viona terpotong karena Ibu nya itu menyentil dahi gadis itu hingga memerah.
"Nah Udah tahu umur mu
mau melewati remaja nak" gemas Ibu nya.
"Hehe gapapalah biar gak kaku
kaku amat ni keluarga" bangga Viona.
"Memang benar ya kata pepatah
"umur itu hanya angka".
Hanya umur yang besar kalau
ukuran tubuh (tinggi) sama
watak nya masih sama sama
aja"sarkas Ibu geleng kepala
"Hehe Viona gitu loh" bangga Viona (entah apa yang dibanggain wkwk).
"Lama lama uban mama makin
banyak ini kalau gitu
terus... nanti mama mau
coba cat rambut coklat
ah,hmm bagian atas nya aja
kali ya"gumam Mia (Ibunya) berbicara sendiri.
"Mama mau cat coklat? Viona
mau juga boleh gak" ujar gadis itu sambil berbinar binar.
"Hmmm..boleh lah kalau ada
uang nya hihihi" ujar Ibunya, wanita itu beranjak mengambil serum miliknya yang langsung ia gunakan di wajah nya itu.
"Hmmm kalau mama pakai
itu bakal ada perubahan
kah?" Ujar Viona mencari topik (wah kayaknya udah lupa tujuan mau mandi xixixi).
"Hmmm mama juga gak tahu
yang penting pokoknya
harus kinclong, harus
bisa kinclong kayak
dulu, gak mau tahu!! Gak
mau tahu!!"ujar wanita paruh baya itu dengan nada yang... seperti remaja perempuan🗿
"Mama gak jauh beda
kelakuaanya sama aku
xixixi" pikir gadis itu dalam hati sambil terkekeh.
"Oh iya mama mau pergi
dulu cari buah sama
ayah dan adik mu dulu,
tadi mama udah cerita
keinginan adik mu ke
ayah katanya sekalian
mau ada urusan dekat
toko buah sana jadi
kamu jaga rumah dulu
sama kakak mu ya.Oh
iya!! Kamu juga mandi
Sana jagan lupa!!"ujar Ibunya menjelaskan dan mengingatkan.
Dan juga benar,Viona memiliki kakak laki laki yang sama sama suka nolep di kamar, kecuali kalau mau kerja aja hihihi. Dari tadi pun kakak nya itu belum nongol juga dari dalam kamar.
"Oh iya mah, hehe lupa.
Siapp boss"ujar Viona jenaka sambil sikap tangan hormat, setelah itu langsung pergi untuk membersihkan diri.
Setelah mengambil perlengkapan
"Vioon mama pergi
dahulu ya jaga rumah
jangan kemana mana
nanti" ujar Ibu berpamitan.
"Iya siap boss lagian
mau malem juga kok
mana berani hehe,
hati hati dijalan ya
mah, dek" ujar Viona sambil menyalami tangan Ibu nya..