1 hari sebelum kepulangan Lucas.
Sang dewi tengah melakukan tugasnya. Menyinari bumi yang gulita, karena ditinggal pergi oleh sang raja. Di jalanan yang hanya ditemani sang dewi, Lucas sedang melajukan mobilnya untuk pulang. Sudah sangat lama dia meninggalkan rumah dan dia dilanda rindu yang sangat berat terhadap rumah dan keluarganya.
Namun, seperti kata pepatah. Manusia hanya berencana, tapi tetap Tuhan yang menentukan segalanya.
Kala Lucas sedang melewati jalanan sepi di tengah hutan, tiba-tiba mobilnya mogok.
"Oh Sh*t!!! What's happen???" umpatnya.
Lucas pun terpaksa keluar dari mobilnya untuk mengecek keadaan. Saat dicek di bagian mesin mobil, dia tidak menemukan kerusakan apapun. Lalu dia pun menunduk untuk mengecek bagian ban mobilnya. Namun, sama seperti mesin mobilnya. Semuanya dalam kondisi baik - baik saja.
Kala dia ingin berdiri, sekilas dia melihat sepasang pentofel dengan jubah hitam yang melayang di atasnya.
'Who is him? Siapa orang asing di tengah hutan yang mendekat ke mobilku?' batin Lucas waspada.
Lucas pun mengintip di balik mobilnya dan memastikan siapa orang asing itu. Dan tanpa dia sangka, orang asing itu ternyata menunggunya dan menatap Lucas dengan senyuman menyeringai.
Lensa mata yang normalnya hitam, coklat, hijau, atau biru, ini berwarna merah menyala ditambah sepasang gigi taring tajam yang siap menerkam kapan saja.
Mendapati sosok astral itu, Lucas langsung membeku. Untuk beberapa saat dia tak mampu bergerak.
"Hallo Tuan. Apa kabar?" Suara makhluk astral itu terdengar sepeti suara manusia. Hal itu sekaligus menyadarkan Lucas. Pria itupun segera memasang kuda - kuda dan bersiap untuk menyerang.
Namun sebelum Lucas menyerang mereka, seseorang asing lainnya telah mendahuluinya. Orang asing itu dengan cepat melumpuhkan semua pria berjubah dan bermata merah itu.
'No waits!!! Siapa orang itu? Kenapa orang itu cepat sekali?' batin Lucas.
Bug....
Belum sempat mencerna apa yang baru saja terjadi, pria itu sudah dibuat pingsan dan dibawa entah kemana.
***
"Dimana aku?"
Pemuda itu membuka matanya dan mendapati pemandangan yang tidak biasa. Lampu temaram, hiasan tembok dan beberapa ornamen khas kerajaan zaman dulu. Dia yakin saat ini dia berada di dimensi lain, seperti di alam yang berbeda.
Kreettt.....
Belum sempat mencerna apa yang terjadi, tiba-tiba terdengar derit pintu terbuka. Pemuda itu segera memasang mode waspada. Hingga seorang pria berperawakan tinggi mulai menghampiri pemuda itu.
Pria itu pun tersenyum manis dengan wajah hangat. "Kau sudah bangun? Bagaimana kondisimu? Apa lebih baik?"
"Siapa kamu? Kenapa saya bisa ada di sini?" tanya Lucas dengan penuh waspada.
Pria itu pun menceritakan kembali apa yang sebelumnya terjadi.
"Aku bukan bagian dari mereka. Jadi aku tidak akan menyerangmu seperti mereka," ucap pria itu menenangkan.
"Ok. Kalau begitu siapa namamu? Agar saya bisa percaya padamu," tanya Lucas.
Pria kembali tersenyum. "Louise. Itu namaku."
"Ok, Louise. Sebelumnya terima kasih. Dan..... apa yang bisa ku lakukan untuk membalas jasamu?" ungkap Lucas. Karena sejujurnya dia bukan tipe orang yang menerima segala sesuatu dengan cuma-cuma.
"Aku ingin kamu memberikan semua informasi tentang sahabat adik sepupumu."
"Sahabat adik sepupuku?" tanya Lucas bingung.
"Adik sepupumu yang kini tinggal bersama dengan orang tuamu," jelas Louise.
Tanpa memberikan kesempatan untuk Lucas bertanya lebih jauh, Louise meniupkan sesuatu di genggaman tangannya ke arah Lucas. Hingga beberapa saat kemudian, Lucas kembali terjatuh tak sadarkan diri.
Setelah cukup lama tak sadarkan diri, Lucas sempat membuka sedikit matanya dan menyadari kalau dia sudah berada di dalam mobil seseorang. Dan kala melintas suatu jalan, tak sengaja dia melirik suatu papan penunjuk arah.
Tulisan itu tidak begitu jelas serta kepalanya yang masih sangat berat, dia pun kembali tertidur.