hello, namaku Rizma. umurku 20 tahun, dan aku sudah masuk kuliah dan berpacaran. nama pacarku Malvin, dan dia sama jurusanya denganku. hanya ada yang aneh dengannya selama beberapa hari entah kenapa dia akupun tak tahu.
"huh, capek kali hari ini yak. apa lagi udah panas gini" kataku sambil mengusap keringat dan menyelesaikan pekerjaanku
"Riz, kau tak capek kah apa kau butuh makan minum ato yang lainnya?" Kata Malvin yang mau membantu Rizma mengambil sesuatu yang ia inginkan
"gak, gak usah Mal. nanti aku ambil sendiri" kataku yang menolak pertanyaan Malvin dan ingin mengambil sendiri
"kalo gitu, aku pergi dulu" kata Malvin yang dingin dan sangat tidak suka
"Maaf, masalahnya Aku tak mau ngerepotin kau Mal. apa lagi ini masih banyak pekerjaannya" kataku menjelaskan kepada Malvin
"tidak apa apa Riz, kau lanjutin aja ku mau pulang dulu. uhuk...uhuk" kata Malvin dan fiba tiba dia batuk
"ka...kau tak apa apa, apa kau sedang sakit?" kataku karena Malvin batuk
"gak, aku gak apa apa. kamu lanjutin aja, aku mau ke mobil dan pulang. bye Riz, Uhuk...Uhuk
"oh ok, hati hati di jalan" kataku panik kepada Malvin dan ingin menghampirinya tapi tidak dibolehin sama Malvin
"semoga Malvin, tak apa apa. atau dia beneran sedang sakit, kayaknya parah. besok aku bakalan kerumahnya untuk meriksanya, tapi anehnya dari ini. kenapa dia tidak membolehkan aku untuk kerumahnya, untung aku tahu rumahnya dimana" kataku didalam hati yang tidak tenang dan selalu kawatir
keesokan harinya, Aku pergi kerumah Malvin dan ingin menemuinya. tapi aku dihalangi oleh beberapa orang berJas hitam dan ketua Pelayan, katanya aku tidak boleh masuk karena ada sesuatu yang aneh.
perasaanku saat itu sangat tidak enak, dan aku sangat penasaran.
"semoga, Malvin tidak apa apa" kataku dalam hati yang tidak enak
"hello, apa ada Malvin disini. aku mau ketemu dengannya, dan bertanya sesuatu" kataku yang ingin masuk kerumah Malvin dan ingin bertanya
"maaf Nona, tuan Malvin sedang tidak ada dirumah. dan Nona bisa kembali besok, karena tuan Malvin akan kembali besok pagi" kata Seorang ketua pelayan yang bernama Halim
"oh ok, tapi Malvin pergi kemana. kok dia tidak ngasih tahu aku, biasanya dia ngasih tahu aku dulu kalo mau pergi" kataku yang heran kenapa ia tidak ngasih tahu kalo dia pergi
"emm..., sebenernya tuan Malvin kambuh lagi. dan satu orang pun tidak boleh, ngasih tahu siapa pun kecuali orang dalam. Maafkan saya Nona Rizma, saya sudah berbohong kepada Nona!" Kata Pelayan Halim dalam hati yang berasa salah kepada Rizma
"Hello, tuan??" kataku yang menyapa kembali kepada pelayan Halim
"Emm..., Kami tidak tahu Nona Rizma. Jadi kami minta maaf kepada anda, saya ketua Pelayan di sini nama Saya Halim. Saya bisa menghubungi anda kalo tuan Muda sudah kembali" kata Pelayan Halim dengan suasana yang sangat tidak enak
"Emm..., ok. Tapi apakah Malvin sekarang baik baik saja??" kataku yang ingin tahu kabar Malvin
"Tuan Muda baik baik Nona" kata Pelayan Halim dengan keringat yang bercucuran dimukanya
"Oh ok, kalo gitu aku pamit dulu Pelayan Halim" kataku sambil tersenyum kepada Pelayan Halim
"Baik, Nona Rizma. Selamat bertemu kembali" kata Pelayan Halim lega
"AHHHHHH...," kata Malvin dari rumah yang lagi kesakitan
"Tuan Muda...." kata Pelayan Halim sambil menengok kebelakang
"Mal...Malvin, PELAYAN HALIM. KAU BOHONG, KATANYA MALVIN LAGI KELUAR TAPI KENYATAANNYA DIA ADA DIRUMAH!!!" kataku yang sangat panik ketika Malvin teriak dengan sangat kencang
"No...Nona Rizma, Tolong anda jangan salah paham. Dan anda jangan masuk dulu, takutnya akan terjadi sesuatu" Kata Pelayan Halim yang kembali panik
"Biarin aku masuk, Malvin kayaknya lagi kesakitan. Aku mau masuk untuk mengeceknya" kataku yang memaksa ingin masuk
"Nona, tolong jangan masuk dulu. Tuan Muda la...la..." kata Pelayan Halim yang semakin panik kalau Rizma masuk
"La..la.., apa hah. Sudah biarin aku masuk, aku mau liat Malvin didalam!!" kataku yang sangat panik akankan Malvin
"AHHHHH....," kata Malvin yang semakin kesakitan
"PELAYAN HALIM, TOLONG IZINKAN AKU MASUK SEKARANG!!!!" kataku yang semakin panik dengan Malvin
"Nona Rizma, tolong anda jangan masuk dulu. Ini perintah langsung dari ayah Tuan Muda sendiri, jangan ada sagu orang pun berasa di dalam rumah" kata Pelayan Halim yang menghela napasnya
"Aku tidak peduli biarkan aku masuk sekarang, walaupun ayah Malvin yang melarangnya!!" kataku yang menangis keras karena Malvin
"AHHHHHH...," kata Malvin semakin dan semakin kesakitan
"Ok ok, aku diam dan tolong lepaskan aku sekarang" kataku diam dan berhenti memberontak
"Baik, tapi Nona...." kata Pelayan Halim yang kepotong karena Rizma langsung lari secepat cepatnya kedalam rumah Malvin
"HEY, NONA RIZMA. JANGAN MASUK KEDALAM NONA!!!!" kata Halim memperingati Rizma
"A..aku tidak mau dia kenapa kenapa, jadi maafkan aku pelayan Halim" kataku dalam hati dan menangis
"No..Nona..., semoga kau tak apa apa didalam. Karena kami tidak bisa masuk dan tidak bisa membantu Nona didalam" kata Pelayan Halim dalam hati yang merasa sangat bersalah
"AHHHHH....," kata Malvin yang sangat kesakitan
"Pasti Malvin dilantai tiga, ok tunggu aku Malvin. Aku akan kesana!!" kataku dalam Hati yang memikirkan Malvin terus menerus
Saat Aku di lantai Tiga...
"Mal...vin..." kataku yang terhenti dan terkejut
"Ri...Rizma..., kena...pa kau ma...suk...., AHHHH" kata Malvin melihat Rizma dan kesakitan
"Malvin..., kau..."kataku yang sedih sambil menutup mulutnya dan menangis
"Malvin, kau... Se...sebenernya apa??" kataku yang menangis kalo tahu Malvin adalah...
"Ma..maafkan a..akuuuu, i..ini juga bukan ya...yang aku mau!!! Riz, ja..jangan marah dengan aku! ARGHHHH..." kata Malvin yang sangat kesakitan dan ingin memakan seseorang
"A...aku, se...sebelumnya tidak se...seperti ini, ta..tapi i..ini kutukan da..dari pa..manku Rizma!!" kata Malvin yang sangat kesakitan dan sambil menjelaskan kepada Rizma
"Malvin, ma..maafkan aku. Sudah membuatmu susah selama ini, aku tahu penyakit ini. Ini hanya perlu memakan orang yang kamu sangat sukaikan. Adikku pernah mengalami ini, sama seperti ini. Dan Mama ingin mengorbankan dirinya buat adikku!!" kataku dan terjatuh ke lantai sambil menangis mengenang tentang masa lalu
"Ta..tapi adikku tidak bisa menahan lebih lama dan Adikku pun meninggal, dan Mama juga ikut ikut meninggal karena badan Mama banyak Luka gigitan adikku. Mama juga tidak tahan dan akhirnya ikutan meninggal" kataku yang sangat amat menangis dan bangkit menuju Malvin
"Riz...Rizma jangan kesini..., a..atau kau akan!!" kata Malvin yang masih kesakitan sampai tidak tahan
"Biarkan saja Mal, aku akan rela jika aku mati di tanganmu. Dan aku juga bisa bertemu kembali dengan keluargaku di atas sana" kataku yang rela mengasihkan tubuhnya
"Ti..tidak, aku tidak mau. Ka..kau adalah sa..satu satunya yang ada dalam hidupku" kata Malvin yang tidak tahan lagi
"Tak apa, yang penting kau selalu ingat aku. Ayo..." kataku dan langsung mendekati Malvin
"AHHHHH....." kataku yang kesakitan karena Malvin
"Riz...Rizma..., kau..kau" kata Malvin yang kembali pulih sepenuhnya karena Rizma
"Tak...tak apa Mal, aku rela kok. Kau jangan menangis ya, aku akan se...selalu mencintaimu di sana" kata Rizma yang berkecucuran darah di badannya
"Ta..tapi kau adalah sagu satunya yang aku miliki sekarang Riz..." kata Malvin yang menangis karena Rizma
"Tidak apa, yang penting kau bisa selamat sekarang..., da..dan aku mohon..., ka..kau jang..jangan marah deng..denganku ya Mal..., ku mencintaimu sepenuhnya dan...." kataku yang sudah tidak kuat dan akupun tiada di tangan kekasihku sendiri
"RIZZZZ.....MAAAAAA.." kata Malvin yang sangat menderita kehilangan Rizma
"Tuan muda, apa yang terjadi. Apakah tuan muda sudah kembali" kata Pelayan Halim secara tiba tiba datang
"Pe..pelayan Halim, Riz..Rizma. Dia.." kata Malvin yang sangat terpukul atas kematian Rizma
"Nona Rizma, dia.." kata Pelayan Halim ikut sedih
"Ya Halim" kata Malvin menangis
"RIZMAAAAAAAA...." kata Malvin dengan petir yang menyambar keras
Aku telah tiada, dan aku bertemu dengan keluargaku di alam sana. Semua ini karena Malvin, walaupun Malvin sangat tidak rela. Aku tetap berterima kasih kepadanya, aku akan selalu menyukainya walaupun sudah beda tempat..
...Tamat...