Kadang aku merasa sangat lelah dan ingin menyerah pada hidup ini.
Jiwa dan ragaku terbelenggu dalam ikatan takdir yang membuatku merasa sesak, sempit dan terpuruk.
Terjebak hingga terpaksa bertahan dan terus bertahan oleh keadaan.
Entah sampai kapan dan entah sampai kemana takdir akan membawa.
Ditengah ombang-ambing gelombang keputusasaan aku hanya bisa terus bertahan.
Dihempas kesana, dihempas kesini, bahkan kadang dihempas ke karang yang terjal.
Meski terkoyak, tercabik, dan menjerit, aku tetap memaksa diri untuk terus bersabar menghadapi semuanya meski hati telah enggan.
Betapa lelahnya, betapa enggannya, betapa tidak maunya.
Dipaksa oleh keadaan membuatku terpaksa berusaha bertahan.
Bertahan dengan semuanya. Bertahan dengan keengganan ini. Bertahan dengan kondisi ini. Bertahan dalam kesempitan ini. Bertahan dengan rasa sesak ini.
Ditengah keengganan aku menjalani kehidupan yang membuatku merasa sesak, meski hanya untuk sekedar menghela nafas.
Aku berharap Tuhan berbelas kasih padaku.
Meski hanya setipis rambut, aku berharap seuntai tali harapan terulur di depanku.
Aku berharap secercah cahaya muncul dalam hidupku.
Berpegang teguh pada satu pemikiran.
Hari ini, saat ini, adalah apa yang akan kita hadapi.
Tak perlu memusingkan hari esok, karena hari esok belumlah menjadi milik kita, dan belum tentu akan menjadi milik kita.
Jalani saja hari ini, apa yang ada di hadapan kita saat ini.
Selama kita bisa melalui hari ini dengan selamat, maka semuanya baik-baik saja.
Ya, semua akan baik-baik saja..
*****