Hay kenalin namaku Nayla Misa Aditama, anak kedua dari keluarga Aditama. Umurku sekarang 17 tahun yang artinya aku akan memasuki usia legalku.
Ayah Gunawan Aditama adalah orang yang super duper menyebalkan karena Ayah Guanawan akan mengikutiku setiap aku akan pergi bersama teman kencanku.
Hal itu membuatku malu dan tentu tidak nyaman karena siap cowo yang mendekatiku akan Ayah buat sangat tidak nyaman dalam artian Ayah akan membuat hal-hal konyol yang membuat cowo yang mendekatiku kapok dan tak mau mendekatiku.
Itu berlangsung cukup lama hingga usiaku berumur 20 tahun dan ada cowo super duper tampan yang mengajakku kenalan.
Saat itu aku sedang duduk sendirian di cafe dan cowo itu meminta ijin ikut duduk karena semua meja penuh oleh pengunjung.
" Boleh ikut gabung nona, karena semua meja sudah penuh " Ucap cowo itu.
Aku mendongak dan melihat wajah tampannya dengan spontan aku menganggukkan kepalaku. Dia duduk tepat didepanku.
Aku melanjutkan makan dan sesekali melirik cowo didepanku, hidung mancung, bibir tipis, alis tebal, kulit putih dan jangan lupakan badannya yang sexy berotot.
Aku membayangkan kalau aku dibawah kungkungannya huhuhuhu.
Aku langsung menggelengkan kepalaku agar otakku yang kecil ini tidak membayangkan yang tidak-tidak.
Selesai makan aku diam dan membuka Hpku tidak berniat untuk pergi lebih dulu karena sayang untuk melewatkan pemandangan indah didepanku ini sekali-kali cuci mata sama yang bening-bening.
" emm terimakasih nona sudah mengijinkan aku untuk duduk disini, perkenalkan nama saya Denatrio Malvin Hartanto " sambil mengulurkan tangan mengajakku untuk berkenalan.
Aku terdiam beberapa detik dan langsung tersadar dan menjabat balik tangannya " Saya Nayla Misa Aditama, sama-sama Tuan"
" Ah jangan memanggilku Tuan, aku baru berumur 25 tahun belum cukup untuk dipanggil tuan "
" ok boleh aku panggil kaka karena anda lebih tua dari saya dan jangan juga panggil aku dengan nona, cukup nama saja Nayla atau Misa Ok " Ucapku sambil mengedipkan mataku.
" Boleh minta no WA? " Ucapnya sambil menyodorkan hpnya
Aku mengangguk dan mengambil hpnya untuk mengetik nomorku.
Setelah itu aku pergi karena Ayah sudah mulai menerorku dengan banyak panggilan. Aku memang sengaja tidak mengangkatnya karena pasti akan ditanya yang tidak-tidak oleh Ayahku.
Aku tau itu bentuk kasih sayangnya kepadaku tapi aku juga butuh privasi.
Aku butuh kebebasan bersosialisasi aku sudah dewasa dan cukup bisa untuk menjaga diriku tapi Ayahku akan tetap memperlakukanku bagaikan bayi mungilnya.
Setelah pertemuan dan perkenalan yang singkat kami sering bertukar kabar lewat Whatshapp kadang kami berdua melakukan video call.
Hingga suatu hari dia datang kerumah dan ingin melamarku tentu saja aku sangat terkejut.
Aku memberikan alamat rumahku dan aku akan berbicara kepada Ayahku agar tidak melakukan hal-hal konyol didepannya.
" Ayah Nayla mau ngomong sebentar " Ucapku sambil duduk disamping Ayahku.
" Ada apa putry Ayah yang cantik ini hmm ?? " Jawab Ayahku sambil mengelus rambutku.
" Ayah besok akan ada teman Nay yang datang, Nay mohon Ayah jangan aneh-aneh ya nanti, jangan buat dia tidak nyaman Yah please Nay mohon " Ucap Nayla sambil memohon dan mengeluarkan jurus andalannya puppy eye.
" iya sayang tenang saja ok " Jawab Ayah
" janji ya Yah, jangan bohong awas aja kalau bohong nanti digigit kuda ompong!! " Ucap Nayla lagi dengan muka garangnya.
Ayah Gun hanya tertawa melihat tingkah putrinya. Bagi Ayah, Nayla itu putri kecilnya yang imut dan lucu, berlianyang harus selalu dijaga.
******
Malvin sudah sampai di depan rumah Nayla ternyata sudah ada Nayla didepan sedang menunggunya.
Malvin segera turun dan berjalan mendekat kearah Nayla.
" Tampan " gumam Nayla saat melihat penampilan Malvin. Kemeja hitam yang digulung lengannya, dengan celana bahan hitam dan rambut yang tertata rapi dan kulit putih yang kontras dengan warna bajunya membuat ketampanan Malvin bertambah.
" Maaf membuatmu menunggu " Ucap Malvin
" Tidak apa-apa ayo masuk Ka Ayah sudah menunggu didalam " Jawab Nayla
" Hmm "
Mereka berdua masuk kedalam dan disana sudah ada Ayah Gun.
" Selamat malam Tuan Aditama " Ucap Malvin sambil mengulirkan tangannya kearah Ayah Gun
" Selamat malam juga Tuan Hartanto, silakan duduk " Jawab Ayah sambil menjabat tangan Malvin.
Nayla menganga, pertemuan macam apa ini sangat kaku dan formal.
" Nay buatkan minum untuk Tuan Hartanto sana, malah bengong saja disitu sama panggilin bunda!! " Perintah Ayah yang membuat aku tersadar dari lamunanku.
Aku langsung berjalan masuk kedapur untuk membuatkan minuman. Ternyata disana ada Bunda yang sedang menyiapkan makan malam.
" Bunda tau tidak kenapa Ayah kenal dengan Malvin padahal Nay belum cerita apapun ke Ayah? " Tanya Nayla yang penasaran.
Bunda tersenyum dan menjawab " Tanyakan saja pada Ayahmu nanti, bukannya tadi disuruh ayah buat minumkan "
" Hmm Bunda, Nay kan penasaran kalau tanya Ayah pasti nanti jawabannya lain Bun, tidak sesuai harapan "
Setelah membuatkan minuman dan menyuguhkannya, Nayla duduk disamping Ayahnya.
" Tadi Malvin sudah bicara dengan Ayah, dan Ayah merestuinya tapi ingat pesan-pesan Ayah jangan langgar apa yang sudah ditetapkan oleh Ayah Ok. Dan untuk kamu Malvin walaupun saya sudah kenal anda cukup lama jangan pernah sakiti perasaan putry saya, kalau sampai itu terjadi saya sendiri yang akan memisahkan kalian ingat itu "
Nayla tersenyum dan memeluk sang Ayah " Makasih Ayah, Nay akan selalu ingat pesan Ayah "
" Ayah, Nayla ayo makan malam sudah siap, ayo Tuan Hartanto sekalian ikut malam juga tadi saya sudah memasak banyak " Ucap Bunda
" Panggil Malvin saja tante " Jawab Malvin
Akhirnya mereka makan bersama dan Malvin sudah mengantongi restu kedua orang tua Nayla, tinggal meyakinkan Nayla kalau Malvin itu serius.
*******
Ke esokan harinya Malvin mengajak Nayla jalan-jalan kesuatu tempat yang indah.
" Indah bukan tempatnya? " Ucap Malvin sambil memandang Nayla yang sedang menatap kagum kedepan " Hmm ini sangat indah Ka "
" Tapi kamu lebih indah Nay dari ini semua " Ucap Malvin dengan tatapan sayang kearah Nayla.
" dasar gombal" Jawab Nayla sambil tersipu malu.
" Beneran Nay, saya serius ingin menikah denganmu " Ucap Malvin lagi.
" Tapi ka kita baru bertemu lagi, kita belum saling kenal lagian kenapa kaka seyakin ini sama aku? " Tanya Nayla
" Karena saya tau kamu adalah yang terbaik untuk saya dan anak-anak saya nanti " Jawab Malvin
Nayla memandang tepat dimata Malvin untuk mencari kebohongan apa yang telah diucapkan olehnya tapi Nayla tidak menemukannya.
" Kasih aku waktu untuk mengenal lebih dekat dengan kaka. Bila sudah yakin maka aku akan menerima ajakan Kaka " Ucap Nayla.
Nayla belum sepenuhnya yakin karena Nayla ingin menikah hanya sekali seumur hidup dia tidak mau terburu-buru.
" Hmm baiklah tapi jangan lama-lama saya tunggu jawaban kamu " Jawab Malvin sambil memandang ke arah depan.
Nayla merasa tidak enak dengan Malvin, tapi ini rasanya aneh seperti ada sesuatu yang disembunyikan oleh Malvin.
Nayla akan mencari tahu nanti, hatinya belum bisa mencerna ini semua.
*****
Setelah beberapa bulan Nayla dan Malvin semakin dekat tapi ada sesuatu yang Nayla ketahui fakta yang amat menyakitkan.
" Tunggu sebentar lagi sayang, Mas akan mendapakan Nayla dan kita akan bisa hidup bersama " Ucap Malvin yang sedang menerima telfon dari seseorang yang tidak Nayla kenal.
"............ "
" Iya sayang, Nenek akan mewarisi seluruh hartanya bila mas menikah dengan Nayla, kamu harus sabar dulu "
"....... "
" Mas hanya cinta dan sayang sama kamu, Nayla hanya syarat yang harus mas penuhi, percayalah Mas tidak akan jatuh cinta dengan Nayla "
" ........ "
Nayla benar-benar sakit hati dan merasa dipermainkan oleh Malvin. Disaat Dia mulai nyaman dan mulai sayang kepada Malvin tapi semua itu harus patah dan hancur. Malvin selama ini hanya memanfaatkan Nayla dan berpura-pura sayang kepada Nayla yang nyata nya semua itu hanya kebohonganya.
Nayla pergi dari kantor Malvin dengan berurai air mata, dia berlari dan masuk kedalam taksi.
Tujuan saat ini adalah Bundanya dia butuh pelukan dari bundanya agar rasa sakit ini bisa hilang.
Sepanjang perjalanan Nayla tak berhenti menangis sampai sang sopir taksi bingung ada apa dengan nona ini.
Setelah sampai dirunah " Bun Bunda " Teriak Nayla sambil berlari dan saat melihat sang Bunda di ruang Tv Nayla langsung memeluk sang Bunda dan menangis dipelukan Bunda.
" Kenapa sayangnya Bunda hmm? " Tanya sang bunda yang bingung karena anak gadisnya pulang-pulang sudah menangis.
" Bunda apa salah Nayla? Apa Nayla tidak pantas dicinta? "
" Ada sayang kenapa bicara seperti itu hmm? "
" Malvin lelaki bajingan itu telah membohingi Nayla Bun, ternyata selama ini dia pura-pura dan mendekati Nayla karena Neneknya, Neneknya memberikan syarat jika ingin warisan harus menikah dengan Nayla dulu "
" Disini sakit Bun, sakit sekali " Ucap Nayla sambil meremas dadanya.
" Sudah sayang, nanti kita bilang Ayah untuk membatalkan semuanya na, maafkan Ayah dan Bunda sayang " Ucap Bunda
Setelah ditenangkan Nayla tertidur dipangkuan sang Bunda. Dan setelah mendapat kabar dari Bunda, Ayah Gunawan langsung bergegas pulang karena khawatir dengan keadaan anaknya.
" Bagaimana Bun? " Tanya Ayah Gunawan saat melihat Nayla.
" Duduk dulu Yah, jangan berisik nanti Nay bangun kasihan baru tidur!! " Ucap Bunda
Heh Ayah menghela napas dan duduk disamping sang Bunda.
" Malvin menyakiti Nay, dia mendekati Nay hanya untuk mencapai tujuannya. Dia punya perjanjian dengan sang Nenek jika ingin mendapatkan warisan harus menikah dengan Nayla, dan Nayla tau itu dan lebih parahnya lagi kalau Malvin sudah punya pacar " Jelas sang Bunda.
Ayah yang mendengar itu tentu saja sangat marah, hingga urat-urat dilengannya terlihat.
" Biar Ayah yang mengurusnya nanti, jika ingin bermain-main dengan keluarga kita. Dan Ayah akan berikan apa yang Dia inginkan " Jawab Ayah dengan menahan amarahnya.
Keesokan harinya Ayah Gunawan datang ke kantor Malvin dengan sekertaris dan pengacaranya.
" Bisa panggilkan Malvin ke sini,bilang jika Gunawan Aditama menunggu disini sekarang " Ucap Ayah Gunawan kepada resepsionis disana karena Ayah Gunawan tidak mau repot-repot keatas.
" Baik Tuan silakan menunggu sebentar, saya panggilkan Tuan Malvin sebentar " Jawab sang resepsionis.
Tek beberapa lama Malvin datang dengan tergesa-gesa untuk menjelaskan semuanya.
" Ayah, mari kita keatas kita bicara di ruangan saya saja " Ucap Malvin
" Tidak usah basa basi Malvin, saya kesini untuk memutuskan hubungan anda dengan anak saya dan juga perusahaan kita sudah tidak lagi menjalin kerjasama, kerjasama kita batalkan saja. Saya tidak sudi kenal dan berurusan dengan Anda lagi. Sekertaris dan pengacara saya yang akan mengurus semua, permisi!! " Jelas Ayah Gunawan
" Ayah, Malvin bisa jelaskan semua. Semua ini hanya kesalahpahaman saja. Tolong jangan batalkan kerjasama kita dan untuk Nayla saya benar-benar mencintai Nayla " Jawab Malvin
" Saya tidak perlu penjelasan Anda, dan jangan pernah panggil saya Ayah lagi ingat itu " Ucap Ayah Gunawan dan berlalu pergi dari kantor Malvin.
Malvin sudah tidak bisa berucap apa-apa lagi dan hanya pasrah jika nanti saham akan anjlok secara drastis. Dan untuk masalah dengan Nayla sudah dipastikan Neneknya akan mengamuk.
Nenek Malvin yang mendengar berita itu dari orang kepercayaannya langsung datang kerumah Nayla.
Ting Tong
Bel rumah Nayla berbunyi dan sang Bunda yang membukanya.
" Maaf Anda siapa? Dan ada urusan apa Anda datang kesini? " Tanya sang Bunda.
" Maaf mengganggu saya Amrita , saya mau bertemu dengan Nayla, apa Nayla ada dirumah? " Jawab Nenek
" Ada urusan apa yah dengan putri saya? " Tanya Bunda
" Saya Neneknya Malvin saya kesink ingin meluruskan apa yang sudah cucu saya perbuat " Jawab Nenek
" Ah.. Silahkan masuk saya panggilkan Nayla dulu " Ucap Bunda dan mempersilahkan Nenek Amrita masuk.
" Silahkan duduk dulu saya panggilkan Nayla " Ucap Bunda dan pergi memanggil Nayla.
Nayla turun dari tangga dengan sang Bunda. Nenek Amrita berdiri dan menghampiri Nayla, Nayla yang melihat itu terkejut.
" Nenek? Nenek sedang apa disini? " Ucap Nayla dan berlari untuk memeluk Nenek Amrita.
" Nenek kangen dengan cucu Nenek jadi Nenek datang kesini untuk bertemu, kamu sudah lama tidak datang kerumah Nenek " Jawab Nenek
" Maaf Nek Nayla sedang sibuk akhir-akhir ini hehe " Ucap Nayla lagi.
" Ayo kita duduk, kasihan Nenek kalau berdiri terlalu lama " Ucap sang Bunda.
Setelah mereka duduk Nenek berkata " Nenek kesini untuk meminta maaf kepada Nayla "
" Minta maaf untuk apa Nek "
" Dengarkan penjelasan Nenek dulu yah sayang, pertama perkenalkan saya Amrita Hartanto Nenek dari Malvin Hartanto. Ini semua salah Nenek yang menginginkan Nayla menjadi cucu Nenek selamanya dan berniat menjodohkan Nayla dengan Malvin dengan sedikit ancaman tentu saja karena Nenek tidak suka dengan wanita yang Malvin dekati dia bukan wanita baik-baik dia hanya mengincar harta Malvin tentu saja saya tidak ingin Malvin cucu saya salah pilih. Jadi saya mengancam Malvin jika ingin mewarisi semuanya harus menikah dengan Nayla, dengan tujuan agar Malvin bisa sadar dan nanti bisa jatuh hati dengan Nayla "
" Nenek tanpa harus menikah dengan Malvin Nay tetap cucu Nenek, Malvin tidak cinta dengan Nayla nek. Cinta itu engga bisa dipaksakan "
" Nenek minta maaf karena sudah menyakiti kamu sayang nenek tidak akan memaksakan kepada Malvin lagi. Jangan benci Nenek! Tetap jadi cucu Nenek yah Nay "
" Iya Nenek, Nayla tetap cucu Nenek selamanya " Ucap Nayla sambil memeluk Nenek Amrita.
Dan setelah itu Malvin sadar bahwa pacarnya ternyata bukan wanita baik-baik dan mulai berusaha mendekati Nayla lagi.
Tamat