Kyaaaa, aku ingin teriak sekencang-kencangnya saat ini.
Kalian tahu, saat ini didepanku berdiri pria yang selama ini aku taksir, dan kami bersalaman.
Terimakasih kepada Pak Eko, pokoknya habis ini aku harus mentraktir Ia makan nasi padang di depan perusahaan.
"Nice to meet you, Angel"
Itulah kata-kata yang dia ucapin pas salaman perkenalan, dan aku hanya tersenyum kagok, ala-ala jaga imej.
Well, aku perkenalkan dulu, nama pria yang bersalaman denganku itu Pierre Columbi, dia orang italia, dan ganteng pisan ui, matanya yang biru dan ehem... Bulu-bulu lebat pada kedua lengannya itu, hedeeeh, pingsan aku jika membayangkannya.
Ehem, maksudnya lengannya ya...
Aku bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Minyak dan Gas, sudah hampir dua tahun aku bekerja di perusahaan ini, dan sudah delapan bulan, satu minggu, tiga hari dan empat jam aku menyukai Pierre.
Pertama kali aku bertemu dengannya adalah saat aku akan menuju ke lapangan untuk memeriksa barang, sambil menunggu mobil jemputan aku bermain dengan benda canggih yang pipih di tanganku.
Lalu sebuah suara tiba-tiba masuk dengan sangat sopan ketelingaku "Excusme" Ucapnya membuat aku menoleh
Etdah mak, tampan kalik anak bulek dan paklek italia...
Fallin love in the first sight, ini mah...
Aku pun menggeserkan tubuhku, untuk memberinya jalan, seban aku berdiri tepat didepan sepedanya yang sedang parkir, aku rasa Ia juga ingin ke lapangan.
Sembari mengeluarkan sepedanya, Ia tersenyum padaku dan aku pun membalasnya, saat Ia akan keluar dari kantor utama, Ia bertegur sapa dengan rekan kerja yang aku kenal.
Tanpa pikir panjang, aku langsung menghampiri rekan kerjaku itu setelah melihat si bule pergi dan langsung bertanya padanya, siapakah gerangan pangeran bersepeda biru itu...
Temanku Rocky pun menjawab "Namanya Pierre, Gel"
Sejak saat itu aku selalu mencari alasan untuk ke lantai satu di mana kantor Pierre berada, walau hanya lewat saja, namun terkadang mata kami saling bertegur sapa, ya elaaah..
Singkat ceritanya, setelah satu tahun mengagumi si bule itali itu, aku pun pasrah jika tidak bisa berkenalan atau bertegur sapa.
Asal kalian tahu ya, selama satu tahun itu aku effort banget untuk menarik perhatiannya, serta berkenalan dengannya namun gatot, gagal total semuanya. Mungkin karena aku tak ingin orang mengetahui jika aku menyukai Pierre.
Namun saat aku hampir seputut asa, dan semenyarah itu dengan takdir yang di tulisakan untukku dan dirinya.... Elaaah
Pak Eko tiba-tiba memanggilku.
"Gel" panggilnya dengan medok jawanya itu, oh iya, aku satu divisi dan satu ruangan dengan Pak Eko.
"Iya Pak" panggilku sembari bangkit dari kursi ku dan merapikan dokumen yang baru selesai aku print
Pak Eko sedang berdiri di depan pintu ruangan kami, dan berbicara dengan seseorang di balik dinding pembatas yang jelas tak bisa kulihat siapa.
Namun pikirku pasto Bang Aras dari Engineering tim, aku pun keluar dari kursiku sebab Pak Eko memanggil untuk kedekatnya, saat aku berdiri di sisi Pak Eko, aku terkejut bukan main saat liat si Mas bule ada di depa mata...
Depan mata wooi, bisa lu bayangain...
Aku pun langsung memasang karakter malu-malu telek manuk.
"Gel, let me introduce you to my friend, Pierre Columbi" Ucap Pak Eko
Aku pun tersenyum lalu mengulurkan tangan "Angel"
"Nice to meet you Angel"
Aku bersumpah setelah ini akan memakai sarung tangan agar tangan kananku tidak terkontaminasi dengan yang lainnya.