Dia bukanlah pria yang romantis, pria yang selalu mengumbar kemesraan, pria yang memberikan ucapan-ucapan indah atau hadiah-hadiah indah, tetapi disetiap tindakannya memberikan sebuah kejuatan yang tak akan terduga. Dengan perhatian kecil ataupun besar yang dia lakukan.
Dia pria yang tak pernah bilang "Aku cinta kamu". Tetapi dia akan mengapresiasikan kata cintanya dengan sebuah tindakan. Yap, dia adalah pacarku. Galaksi Putra Samudera itu adalah namanya. Dia biasa disapa dengan nama Gala. Usianya 25 tahun. Sesuai dengan namanya bukan. Pria dingin seperti kulkas yang berjalan.
Dia adalah pria yang mampu membuatku nyaman berada disisinya dan selalu menerima aku dengan sifat yang manja dan kekanak-kanakanku. Dia benar-benar memperlakukanku seperti ratu, bahkan dia sangat memanjakanku.
Suatu pagi, kami pergi berjalan-jalan ditaman. Saling bergandengan tangan tapi tanpa berbicara apapun. Lalu akupun berbicara.
*****
"Sayang, apakah kamu bisa membelikan aku es krim itu?" Tanyaku pada Galau.
"Of course kesayangan, tunggu sebentar!"
"Oke, aku menunggu sayang". Jawabku dengan riang.
Akhirnya Gala pergi dengan menyeberang jalan untuk membeli es krim yang aku mau. Setelah beberapa saat, dia datang dengan secap es krim kesukaanku. Aku senang sekali dan tanpa sadar es krim itu menempel di bibirku. Dengan sigap Gala membersihkannya. Aku melihat sebuah senyum manis terukir di wajah tampannya yang jarang terlihat dan bahkan tak pernah dilihat semua orang.
Malampun tiba, dan inilah awal mula perpisahan yang menyakitkan itu terjadi. Gala akan pergi ke rumahku karena sekarang malam minggu. Tak berapa lama ada dering telpon berbunyi.
*****
"Hallo, assalamualaikum sayang!" Sapaku.
"Waalaikumsalam kesayangannya babang Gala, tunggu ya abang sebentar lagi pergi. Abang kangen banget dengan sayang abang ini". Rayu Gala padaku.
"Dihhhh tumben sekali kesayangan aku bilang gini. Seneng banget dengernya, ternyata bisa juga ya romantis".Aku tersipu malu akan tingkahnya.
"Sayang, nanti kalau abang lama sampai jangan sedih ya. Abang lagi ada kendala di jalan. Love itu nama kamukan sayang. Abang sangan mencintai kamu Love, nanti kalau abang gak sampai-sampai. Abang tunggu Love di surganya Allah ya sayang". Gala berkata sangat lirih.
"Abang bilang apa sih, jangan aneh-aneh ya. Ya sudah gak usah aja kesini bang kita telpon kayak gini aja. Aku gak apa-apa bang". Jawab dengan jatung yang berdegup kencang.
"Dihhh bercandain aja serius amat kesayangan abang ini. Enggak loh sayang, abang berangkat sekarang ya cantiknya abang".
"Abang sih bilang begitu. Ok sayang, hati-hati di jalan jangan ngebut mengendarai motornya ya. Aku gak mau kamu ngebut agar cepet sampai, pelan-pelan aja ya pentingin keselamatanmu. Bye kesayangan Love".
"Bye juga cintanya abang Gala, I LOVE YOU FOREVER LOVE MAHESWARI".
Akhirnya telpon itu berhenti, tapi aku tidak tenang, aku gelisah semua menjadi satu dalam hati dan pikiranku. Sudah 2 jam lamanya aku menunggu Gala tak kunjung datang, pria yang kunanti tidak ada kabar. Hatiku sakit, hatiku tak tenang hanya doa-doa yang bisa kulantunkan buat dia yang ku tunggu.
Duarrr, bagaikan disambar petir saat kabar itu datang dari temannya. Hatiku hancur, bandanku lemas seketika, otakku tak mampu berpikir lagi. Aku segera menemuinya, dan berharap ini hanya mimpi buruk saja. Tapi kenyataannya itu sebuah kenyataan pahit yang harus aku terima. Dia pergi meninggalkan ku untuk selamanya. Pria dinginku telah meninggalkanku selamanya dengan sejuta kenangan. Tak sanggup lagi hati ini berkata-kata lagi Tuhan.
Tuhan, kenapa Engkau ambil dia, aku belum sanggup tanpanya. Aku belum siap tanpa hadirnya disisiku.
Selamat jalan kesayangan Love, Galaksi Putra Samudera tunggu aku disurganya Allah. Kamu pria terhebat, kamu pria terbaik. Bahagia ya kesayangan Love, jaga aku dari sana.
I LOVE YOU FOREVER GALAKSI PUTRA SAMUDERA PRIA DINGIN YANG HEBAT....