Bom berjatuhan, suara dentangannya merambat ke berbagai arah.
Entah apa yang dilakukan oleh dia, menatap dengan mata kosong seperti kehilangan jiwa.
Seseorang lalu menepuknya" hai, bangun. Sedang apa kamu" semakin kuat tepukannya pada dia.
Merasakan sakit di pipinya akhirnya dia tersadar. Bahkan ingatan baru tersuntik kedalam pikirannya. Alhasil, otaknya terasa terbakar dan beribu tusukan datang memghujani.
"Apa, reinkarnasi, kamu bercanda" dia masih shok. Dia bahkan tidak tahu ada dimana dan sedang apa mereka dengan memakai pakaian loreng bercampur lumpur.
Memori sang pemiliki sebelumnya mulai muncul. Karena proses yang masih berjalan, ingatan beru muncul.
"Ohh seperti itu, perang". Seseorang di sebelahnya menyeru " ayo cepat, tidak ada waktu lagi, segera maju, musuh akan segera datang dan membantai kita, kita harus mundur"
Tersadar dari proses penyerapan ingatan dia mulai merespon "baiklah".
Merekapun pergi dengan tergesa-gesa. Namun, tiba-tiba rudal pesawat menghantam tanah.
Untungnya dengan reflek karena kehidupan sebelumnya. Dia dan orang lain tersebut berhasil menghindari sebelum rudal tersebut menghantam.
"Aku perlu berhati-hati. Setiap detik sangat berharga" katanya dalam hati dengan wajah yang serius.