Hai nama ku sela aku mau sedikit cerita tentang apa yang aku alami waktu dulu pas aku masih kelas 10 SMA dan sekarang aku udah kelas 11 SMA mau naik ke 12, mungkin kalau kamu baca cerita ku pasti kamu bakal berpikir " yaudah mungkin itu cuma kebetulan aja " atau hal hal yang kalian pikirkan setelah baca cerita ini tapi menurut ku tidak ya itu tergantung kalian masing-masing, dan ini lah cerita ku.
Disuatu hari aku sedang bermain bersama temen ku panggil saja dia Erik,fela,Dina kita bermain di kuburan desa sebelah yang dimana ayah ku juga di kubur disana ohya ayah aku udah meninggal sejak aku masih kelas 6 SD.
Pada saat aku dan ketiga temen ku sedang asik bermain sampai kita semua tidak sadar bahwa hari sudah mau malam dan akhirnya aku dan ketiga temen ku buru-buru ambil sendal yang tak jauh dari tempat kita main yaitu di kuburan ayah ku, pas aku ngambil sendal di Deket kuburan ayah ku disitu aku sedikit terdiam lalu aku berpamitan dengan ayah ku sebelum pulang dan ketiga temen ku tiba-tiba saja meneriaki ku " sela ayo cepet pulang nanti kita di marahin!! " Teriak temen ku dan aku hanya mengangguk saja lalu aku pulang lewat sawah awalnya kita kesana bukan lewat sawah melainkan lewat perumahan tapi karna kita mikir lewat sawah itu lebih cepet sampai rumah alhasil kita memilih lewat sawah yang sudah gelap.
Awalnya aku takut tapi cuma itu jalan satu-satunya yang paling cepet sampai dirumah, kita berlari melewati beberapa pepohonan yang besar sampai tidak sadar kita malah masuk ke desa orang lain aku kebingungan disitu karena aku tau tidak ada desa lain disana selain desa A yang dimana rumah ku ada, tapi ini ko bisa ada desa lain yang aku ga tau padahal dulu aku pernah lewat jalan itu tapi tidak ada desa yang aku jumpai sekarang.
Tapi aku dan temen ku berusaha berpikir positif saja mungkin kita nya aja yang tidak menyadari kalau emang udah ada desa lain disana, aku dan temen berjalan ke desa itu aku melihat desa itu ya biasa aja seperti desa pada umumnya ada rumah yang udah di keramik ada juga yang masih pakai tanah ya seperti rumah jaman dulu, aku menatap sekeliling ada banyak ibu-ibu yang sedang belanja di tukang sayur dan tukang sayurnya itu seperti jaman dulu yang pakai gerobak dorong gitu yang panjang aku ga tau namanya apa, dan ada anak kecil yang melewati kita sedang lari-larian bersama teman-teman nya dan ada juga ibu-ibu sedang menyapu di luar ada juga yang didalam rumah.
Tapi dibalik semua itu aku sedikit kebingungan karna pasalnya sejak tadi aku tidak pernah mendengar suara apapun seperti kebisingan anak-anak yang sedang lari-lari tadi padahal aku liat jelas anak itu sedang ketawa pas lari tapi ntah kenapa suara nya ga ada dan ibu-ibu yang sedang belanja sayur juga tidak ada suara padahal mereka sedang ngobrol-ngobrol tapi sama saja tidak ada suara.
Dan aku semakin di buat bingung dengan matahari di langit karena aku tau matahari kalau di liat dari bawah terlihat sangat kecil kan ya semisalnya kalau kita naik roket terus ke angkasa baru kita liat matahari besar banget bukan gitu?, tapi didesa ini beda matahari disini itu besar banget dan matahari itu berwarna merah sedikit ada warna jingga sangat silau kalau diliat tapi kenapa desa itu tidak dapet cahaya dari matahari itu kenapa desa yang aku lewati ini hanya sedikit gelap padahal kalau di pikir matahari sebesar itu tidak ada ngaruh nya kah di desa ini? Lalu aku juga menemukan kejanggalan di matahari itu yang dimana matahari itu memiliki waktu seperti menghitung mundur awalnya saat aku liat waktunya masih di 03:55 tapi itu menghitung mundur sampai 03:00 dan terus saja aku semakin bingung itu waktu apa dan kenapa menghitung mundur.
Lalu aku dan ketiga temen ku tiba-tiba saja di kagetkan dengan seorang bapak-bapak yang tiba-tiba saja memegang pundak kita semua satu persatu lalu aku langsung menoleh ke samping, aku menatap bapak itu dari bawah sampai atas dan tidak ada yang aneh perawakan bapak itu ya seperti bapak pada umumnya pakai sarung dan pakai baju batik jaman dulu, lalu aku menatap bapak itu yang seakan-akan mengajak kita ke rumahnya walau dia tidak ngomong tapi dia beri kita senyuman dan dia berjalan ke arah rumah seperti dia sedang mengode untuk kita kesana, dan tanpa pikir panjang aku dan temen ku mengikuti bapak itu lalu setelah sampai di rumah bapak tersebut aku melihat ibu-ibu sedang menyapu di teras depan aku menyapa ibu itu dengan senyuman lalu di balas dengan senyuman juga sama ibu tersebut, dan aku melihat bapak yang ngajak kita tadi langsung masuk ke dalam rumah karna aku yang sedikit tidak enak memilih untuk duduk di teras depan rumah bapak tersebut yang dimana ibu atau istri bapak tersebut sedang menyapu.
Awalnya disini baik-baik aja aku masih menatap sekeliling sambil aku berpikir untuk pulang, tapi itu tidak bertahan lama sampai tiba dimana orang-orang yang awalnya sedang tenang seperti aku bilang tadi ada yang nyapu ada juga yang sedang belanja ada juga anak kecil yang sedang lari-larian tiba-tiba saja menjadi ricuh dan semua orang langsung lari kesana-kesini dengan heboh, aku dan teman ku langsung berdiri dari tempat duduk dan menatap bingung tapi tak lama tatapan ku langsung tertuju ke arah matahari yang aku bilang tadi dimana di tengah-tengah matahari itu terdapat waktu yang sedang menghitung mundur dan awal aku liat waktu di matahari tersebut bukannya 03:55 sampai 03:00 tapi sekarang waktu itu sudah menunjukan waktu 01:12 dan itu terus menghitung mundur tanpa henti dan bersamaan dengan orang yang masih berlari seperti kepanikan aku berpikir mungkin matahari itu akan meledak jadi aku dan temen ku langsung ikutan lari ntah kita mau lari kemana tapi yang ada di pikiran aku sekarang waktu itu hanya lari mencari jalan keluar.
Saat aku dan temen ku masih berlari ketakutan tiba-tiba saja aku terhenti mendadak melihat sekitar yang sudah berhenti seperti patung karna mereka berhenti dengan muka yang pucat dan tubuh yang kaku seperti orang mati tatapan yang kosong, aku tidak mengerti semua itu padahal tadi orang-orang masih berlarian tapi sekarang tiba-tiba saja terhenti tanpa sebab lalu aku menatap sekitar dan mata ku lagi dan lagi tertuju ke matahari dilangit yang besar tapi anehnya di matahari itu yang dimana waktu di matahari tersebut seketika berhenti di waktu 00:00 aku semakin kebingungan lalu aku berpikir untuk lari keluar dari sana aku menarik tangan temen ku lalu aku berlari kedepan sampai dimana aku menemukan gang kecil sekali yang hanya bisa di lewati satu orang.
Aku berlari ke arah gang tersebut tapi tiba-tiba saja aku di tahan sama beberapa bapak-bapak yang tiba-tiba saja ada di samping ku lalu aku di tarik ke dalam desa itu lagi aku memberontak tapi ntah kenapa tenaga ku seakan melemah disana aku dan temen ku ditarik kembali ke desa tersebut dan aku terjatuh ke tanah lalu aku berteriak dan terbangun, dan ternyata semua itu hanya mimpi ku, aku melihat jam di hp ku yang ternyata sudah memasuki pukul 03.34 aku sedikit bernapas lega karna semua kejadian tadi hanya mimpi ku saja.
Tapi itu tak berselang lama besok malamnya aku bermimpi hal yang serupa lagi dan semua kejadian nya itu mirip dengan mimpi pertama dari aku yang berjalan ke sawah untuk pulang lalu aku masuk ke dalam desa aneh tadi lalu aku bertemu ibu-ibu yang sedang belanja aku bertemu anak kecil yang sedang berlari aku liat ibu-ibu yang sedang menyapu sampai aku bertemu bapak-bapak yang menghampiri ku dan temen ku ya pokoknya mimpi itu seperti di ulang kembali dengan sekenanya sama seperti awal aku bermimpi, tapi beda nya di mimpi tersebut yang dimana waktu menunjukkan 00:00 yang dimana semua orang berhenti persis seperti kejadian mimpi pertama tadi aku langsung berlari dan mencari jalan keluar sampai aku di tahan lagi sama bapak-bapak itu saat aku mau masuk ke gang kecil tadi aku tarik kembali ke desa tersebut tapi beda nya kali ini aku di bantu sama bapak-bapak yang pakai baju serba putih datang dan membantu ku untuk lepas dari pegangan bapak-bapak aneh yang mau membawa ku masuk kembali ke desa nya dan bapak baju serbah putih yang menolong ku tadi berkata " pergi cepet lari yang jauh bawa temen mu juga jangan menoleh ke belakang " aku hanya mengangguk dan kali ini suara bapak itu ada, kan seperti aku bilang bahwa disana itu tidak ada suara tapi bapak baju serba putih ini ada, tapi saat itu aku tepis semua pikiran aku dan langsung menarik temen-temen ku untuk masuk ke gang kecil tadi saat temen ku udah jauh aku sedikit menoleh ke belakang dan aku melihat bapak baju putih tadi juga menoleh ke arah ku walau sebentar tapi aku melihat jelas wajahnya, ia adalah ayah ku, ayah yang aku rindukan selama ini dengan senyum khas ayah ku dia mengangguk dan seakan menyuruh ku pergi dengan kepala nya yang digerakkan ke depan aku langsung mengangguk dan berbalik ke depan lalu berlari menyusul temen aku pas itu aku juga melihat ayah ku sedang berusaha melawan beberapa orang didesa itu yang berusaha mengejar ku.
Setelah aku melewati gang kecil itu aku langsung berada di jalan aspal yang didepannya sudah ada jembatan dan aku kenal jalan apa yang aku injak ini, ternyata aku sudah ada di jalan menuju rumah ku yang tak jauh lagi lalu aku berjalan kedepan bersama temen ku ada rasa sedikit lega di hati ku tapi aku juga kepikiran dengan ayah ku gimana dia disana apa dia baik-baik aja? Aku khawatir tapi aku ga bisa apa-apa kalau aku kesana lagi yang ada aku terjebak kembali, lalu tak lama aku langsung terbangun dan aku melihat diriku ada di kasur aku tau ini pasti mimpi lagi walau akhir mimpi nya aku bisa keluar oleh bantuan Ayahku.
Aku mengambil hp ku lalu melihat jam ternyata sudah menunjukan pukul 05.23 lalu aku menatap keatas dan tersenyum aku juga sedikit berbicara lewat hati " ayah makasih udah menyelamatkan aku semoga ayah ga papa disana, aku kangen ayah walau tadi aku udah liat senyum ayah tapi aku masih kangen aku mau peluk ayah. " Lalu setelah aku berbicara seperti itu aku langsung beranjak dari tempat tidur ku dan berjalan ke kamar mandi untuk mencuci wajah ku.
Besok nya lagi aku datang ke kuburan ayah ku karna hari itu adalah hari Jum'at aku mengaji bersama kakak ku dan setelah selesai aku mengucapkan terima kasih ke ayah ku lalu aku menatap sawah yang dimana aku masuk ke dalam desa aneh tadi ternyata tidak ada desa di sana hanya ada jalan yang panjang sampai di belokan kiri baru itu desa ku desa satu-satunya berada di sawah, aku berpikir mungkin itu desa alam lain yang orang lain tidak liat mungkin desa itu ada tapi bagi kita yang tidak bisa melihat ya ga akan bisa liat terkecuali buat orang yang memiliki kemampuan spesial mungkin aku juga gatau lagian itu hanya mimpi ku ntah memang desa itu ada atau hanya mimpi belaka saja, tapi yang penting sekarang aku terbebas dari desa aneh tadi dan itu berkat ayah ku.
Tamat
Makasih udah baca cerita ku, ini bukan cerita khayalan aku, tapi ini memang aku alami sendiri dan semua nama temen ku itu adalah nama samaran dan nama ku juga aku samarin buat kenyamanan saja.
Sekali lagi makasih ya udah mau baca cerita ku ini kali pertama aku bercerita tentang mimpi ku sebenarnya aku mau cerita ke keluarga ku tapi aku takut kalau mereka menganggap bahwa aku hanya mengarang cerita atau itu hanya bunga tidur saja ya walau memang iya tapi kenapa bisa dua kali dan berakhir aku bisa keluar oleh bantuan ayah ku.
Tapi ya sudahlah, dan makasih sekali lagi buat kalian yang sudah membaca cerita ku.