Seorang anak yang bernama Jena mempunyai keluarga yang tidak pernah menghargai Jena ataupun mengurus nya sejak kecil Jena selalu hidup dengan kekerasan dari orang tuanya dia sangat tidak pernah di anggap oleh orang tuanya.
Suatu hari Jena sedang berangkat sekolah dia melihat ada anak kecil yang terlihat seperti kesulitan untuk menyebrang jalan raya itu dia membantu anak kecil itu dia lupa bahwa hari ini dirinya pertama masuk ke sekolah SMA dia bersekolah di SMA negeri 1 Jamblang yang terletak di kabupaten Cirebon sekolah terfavorit anak murid yang ingin lolos masuk ke dalam pendaftaran peserta baru.
Saat masuk kedalam kelas Jena di sambut oleh sebuah keributan di kelas nya yang membuat kelas lain terganggu dengan aktivitas di kelas nya, lalu Jena berteriak "HEI KALIAN JANGAN MEMBUAT KERIBUTAN INI HARI PERTAMA KITA JANGAN MEMBUAT KERIBUTAN YANG MEMBUAT KELAS LAIN TERGANGGU!!" Jena berteriak dan marah, semua penghuni yang berada di kelas langsung diam dan tidak berbicara karena mereka semua takut dengan Jena yang terkenal murid tergalak di sekolahan nya.
Sore hari Jena kembali ke rumah dan melihat orang tuanya bertengkar, namun jena hanya cuek dan tidak peduli dengan orang tuanya dia memberikan orang tuanya bertengkar di sisi lain batin Jena lelah menjalani kehidupan yang tidak layak seperti anak remaja biasa nya. Saat Jena beristirahat ibunya masuk ke dalam kamar dan menjambak rambut panjang Jena "KAMU MALAS MALASAN SAJA KAMU ITU HANYA MENUMPANG DI RUMAH INI KERJAKAN PEKERJAAN RUMAH ATAU IBU AKAN MENGUSIR MU!!" ibu Jena berteriak dan memarahi Jena, tetapi Jena tidak dapat melawan karena bagaimanapun itu tetap orang tua Jena dia hanya menuruti perintah ibunya membersihkan rumah dan membuatkan masakan untuk orang tuanya.
Ketika selesai memasak dan menaruh makanan nya di meja dia ingin mengambil sedikit makanan untuk dia makan tapi tangan nya di cegah orang ayah nya yang berkata "kamu tidak ada jatah makan untuk hari ini, jika kamu melanggar lebih baik pergi dari rumah kami" Ayah nya menepiskan tangan Jena begitu kasar Jena berbicara "baik lah ayah t-tapi apa boleh aku minum? Aku haus" Ayah nya menganggukan kepala tanda bahwa Jena di perbolehkan untuk meminum segelas air.
Kehidupan sehari-hari yang penuh kekerasan, kesakitan batin, dan membuat luka yang tidak terlihat ya itu adalah luka mental. Di saat malam hari Jena sedang mengerjakan tugas dia melamun apa kah dia harus melarikan diri dari rumah dan tidak bersama keluarga nya lagi? Tetapi dia anak sulung satu satunya di keluarga mana mungkin dirinya akan pergi sendiri tanpa kabar untuk keluarga nya walaupun mereka kejam dan jahat Jena harus tetap bertahan karena ini kehidupan yang sudah di tentukan oleh tuhan yang maha kuasa.
Hari demi hari berlalu Jena pergi ke toko buku untuk mencari buku yang dia inginkan untuk di gunakan pembelajaran nya yang sudah semakin sulit untuk di pelajari dia pergi sehingga malam tiba saat Jena tiba di rumah orang tuanya menyeret Jena masuk ke dalam gudang Jena di pukul oleh sapu dan di cambuk oleh sabuk Jena hanya bisa menangis menahan rasa sakit "ANAK PELACUR PERGI KEMANA KAU BARU PULANG JAM SEGINI!! APA KAU INGIN MENJADI SEORANG PELACUR DAN PERGI KE TEMPAT MENJUAL DIRI! ANAK SIALAN!" Ibu nya sangat marah dia tidak berhenti untuk melakukan kekerasan kepada anak nya yang membuat Jena terus menerus merasakan sakit luka bukan hanya sakit luka dia juga sakit oleh batin nya sendiri yang tidak dapat di sembuhkan.
5 tahun berlalu kini Jena bekerja menjadi sekertaris di sebuah perusahaan besar yang menerimanya dengan senang dia bekerja sangat keras sampai dia lembur dalam bekerja dia ingin orang tuanya melihat bahwa dia bisa menjadi kebanggaan mereka Jena terus mempunyai semangat yang tinggi dan Jena mengirimkan uang hasil dari pekerjaan Jena sebagai sekertaris perusahaan cpnf yang berkarir menjadi seorang yang sukses mempunyai kehormatan yang tinggi untuk menaikkan martabat orang tuanya yang dulu mendidiknya secara fisik dan mental