"suatu saat kita pasti bisa bertemu secara nyatakan! " (memegang wajahku)tanya andika. "entahlah, kalau memang kita berjodoh pertemuan kita yang kedua kali. kita akan saling mengenal satu sama lain" sahut ku. ia menjawab"berjanjilah jangan lupakanku"(memeluk dan menciumku). "iya kamu juga jangan lupakanku" jawab ku. aku terbangun dari tidur "ahhh mimpi itu lagi" (kebingungan)
keesokan harinya aku pulang kerja jam 09:30 malam, aku melihat seorang sedang dihadang oleh preman. akupun bergegas untuk menolongnya "eeh kalau berani jangan kroyokan" kataku, preman 1 menjawab" heh kau gadis jangan ikut campur urusan orang".preman 3 "gini ajha, gimana kamu ikut kita-kita pulang"." cuih. jangan banyak bicara, coba lawan kalau berani"kataku.preman 2 "dasar gadis jalang" katanya. "jangan nanti kamu terluka, biar mereka ambil semua hartaku" (memegang tanganku) kata lelaki itu. "kamu tunggu disini dulu, aku gak akan kenapa-napa" (melepaskan tangannya) sahut ku. "janggaaaaann" teriaknya.
"ayo, kalau berani" tantang ku ke para preman.
para preman pun mulai mendekat dan kami mulai bertarung, akupun memenangkan pertarungannya.
"kamu gak apa-apa nona" tanya nya. "aku tidak apa-apa" jawabku. "tidak, tangan kamu berdarah, ayo aku antar kerumah sakit" paksa nya.aku menjawab "ini cuma luka kecil nanti aku obati dirumah saja"." kalau begitu aku telpon kakakku dulu"(mengambil HP di kantongny). akupun mengangguk.
kakaknya datang dengan mengendari mobil mewah. ia langsung memeluk lelaki tadi. "kamu tidak apa kan" tanya nya k lelaki itu. "kak, aku tidak apa-apa, tapi wanita itu terluka sebab telah menolongku" kata lelaki itu.
"siapa namamu? (dia tidak asing bagiku, tapi siapa dya)tanya kakaknya k aku. " namaku raisa. "jawabku." namaku andika dan ini adiku reza"jawab andika. "raisa tidak mau di bawah kerumah sakit, lengannya berdarah kak" kata reza."ya sudah, kalau begitu kamu ikut kita pulang. biar reza merawatmu dirumah"kata andika. aku menolak"tidak usah, ini cuma luka kecil. besok sudah sembuh"."jangan begitu, nanti kalau aku sakit kepikiran ke kamu gimana? nanti kakakku repot ngurusin aku"kata reza. "iya, reza kalau sudah maunya tapi tidak dituruti dya akan sakit. jadi ku mohon ikut kita pulang" jawab andika. "iya sudah kalau begitu" pasrah.
sesampai di rumah andika dan reza. rumahnya besar, ternyata mereka anak orang kaya.
andika;"bibi, tolong siapkan kamar buat raisa"
bibi:"baik, tuan"
andika:"reza, ambilkan p3knya"
reza:"iya kak"
andika:"apa kita pernah bertemu sebelumnya?
raisa:"tidak, tapi kamu juga tidak asing bagiku"
reza:"ini kak, obatnya (menyodorkan) "
andika:"tahan ya, kalau sakit bilang"(megang tanganku)
raisa;(rasa apa ini, kenapa jantungku berdetak dengan cepat). ahh..
andika:"sakit, tahan sebentar lagi selesai
raisa:(pria ini?? lelaki yang ada didalam mimpiku?) iya
andika:(wanita ini tidak asing bagiku, siapa sebenarnya) sudah selesai. kalau begitu kamu istirahat dulu.
raisa:"iya
bibi:" tuan, kamarnya sudah beres"
andika:antar raisa k kamarnya"
bibi:"baik tuan. mari nona saya tunjukan jalannya"
reza:"kakak kenapa?
andika:"wanita itu sepertinya aku mengenalnya"
reza:" mungkin kakak salah mengenali orang"
aandika"bisa jadi, kalau begitu kamu istirahat juga"
reza:"iya kak selamat malam"
andika:"malam"
andika pun memikirkan siapa sebenarnya wanita itu? sampai tidak menyadari waktu mulai pagi jam 03.00 . di sisi lain raisa tidak bisa tidur juga, karena apa yg dipikirkan raisa itu sama dengan andika.
andika keluar dari kamarnya, tanpa ia sadari dya menuju ke kamar raisa. dan ingin melihat raisa sebelum ia tidur,
andika:"aku akan pergi melihat dya sebentar saja, setelah itu aku akan tidur. andika sudah sampai didepan pintu kamar raisa, tapi andika ragu untuk membuka pintunya. dari dalam kamar terdengar suara raisa teriak"ahhh"andika pun masuk dan mendekati raisa.
andika:" kamu tidak apa-apa"
raisa:" apa kamu lelaki yg ada di mimpiku"
andika:" aku tidak tahu,tapi yg aku tahu kamu orang spesial bagiku(memeluk raisa)
raisa:"itu benar, kamu lelaki dimimpiku.