“Apa aku benar-benar tak pandai dalam hal menghibur?” Tanya si pria Song pada perempuan mungil yang kini masih menunjukkan ekspresi cemberutnya.
Si perempuan lantas menggelengkan kepalanya dengan cepat “Bukan seperti itu, kau pandai, sangat. Tapi aku sedang tak ingin di hibur dengan cara murahan seperti itu” jawab Yuuna.
“Lalu kau ingin suami mu ini berbuat apa?”
Yuuna menepuk dagunya sendiri menggunakan jari telunjuknya, perempuan yang tengah mengandung itu melamun sejenak guna memikirkan hal yang bagus untuk menaikkan mood-nya hari ini.
“Hmm, apa yaa?”
“Apa?” Tanya Mingi lagi.
“Ah iyah, aku ingin kau menampar Kak Hongjoong” kata Yuuna.
Mingi langsung mengerutkan keningnya heran, merasa aneh dengan permintaan Yuuna setelah itu Mingi pun langsung membulatkan matanya lalu menggelengkan kepalanya cepat.
“Hah!!! Tidak tidak, sayang ayolah pikirkan hal lain.”
Yuuna memanyunkan bibirnya “tapi aku ingin kau memukul dia Igi” rengek Yuuna.
Lagi, jika Yuuna sudah merengek seraya memanggil Mingi dengan nama kesayangannya itu, Mingi rasa mulai goyah. Eh tapi tidak, masa iyah dia harus menampar Hongjoong dan membiarkan pria itu memiliki dendam kesumat hingga membalasnya di kemudian hari.
Kalau dia menuruti keinginan Yuuna yang ada Mingi akan di banting oleh Hongjoong, atau lebih parahnya lagi posisi Mingi akan di pindahkan menjadi ob di kantor Hongjoong. Shh, itu sangat mengerikan.
Bagus-bagus ob, bagaimana kalau dia benar-benar di depak dari tempatnya bekerja?.
Bisa-bisa jadi gembel Mingi ini.
“Yang lain saja yaa sayang.”
“Ihhh tapi ak___”
“Kalau aku melakukan itu, bisa-bisa aku mati di tangan kak Hongjoong Yuuna sayang.”
“Ya aku tak peduli, kalau kau mati kan aku bisa menikah lagi.”
“Ishh, jahatnya” kata Mingi, dia langsung mencebikkan bibirnya sebal.
“Kalau kau sayang pada istri mu ini, maka turuti keinginannya” kat Yuuna.
“Apapun akan aku turuti, tapi jangan yang itu, please aku mohon jangan yang berurusan dengan kak Hongjoong.”
Terlebih dahulu Yuuna menghembuskan nafasnya kesal “Yasudah, kalau begitu cium ketiaknya San.”
“Hah?”
“Kau tuli? Ku bilang cium ketiaknya San.”
“Astaga Yuuna” Mingi mengacak-acak rambutnya sendiri karena merasa prustasi.
“Apa kau tak bisa mengidamkan hal yang normal? Kenapa harus yang aneh-aneh seperti itu?”
“Ya aku mana tau, yang menginginkan hal itu kan anak mu yang ku kandung” pekik Yuuna kesal.
Mingi merengut sebal “Heyy, Secara tidak langsung kau menyebut ku sebagai penyebab ngidam aneh mu, aku curiga, jangan-jangan yang kau kandung itu bukan anak dari ku” oceh Mingi.
Mulai lagi pemikiran ajaib si Song ini bekerja hingga membuat Yuuna geram dan ingin sekali menukar tambahkan suaminya itu dengan gula batu yang ada di pasar.
Yuuna menjewer telinga Mingi hingga pria itu meringis “kau enteng sekali kalau bicara, aku hanya melakukannya dengan mu, bodoh. Jadi sudah sangat jelas kalau bayi yang ku kandung itu anak dari mu” pekik Yuuna kesal.
“Tidak” pekik Mingi, dia menepis tangan sang istri lalu bergeser sedikit agar dia berjarak dengan Yuuna.
“Apa kau pikir aku akan percaya pada mu? Bisa saja kau selingkuh hingga mengandung” cecar Mingi tak mau kalah.
“Kau ini bicara apa?” Yuuna semakin di buat tak percaya dengan apa yang Mingi tuduhkan padanya “aku tak seperti itu, ini benar-benar anak mu Igi.”
“Bohong.”
“Bohong apa? Aku tak bohong Song bodoh Mingi.”
“YA PASTI KAU BOHONG, BISA SAJA ITU ANAKNYA NAGA ATAU HIU MEGALODON KAN.”
“A-APA? SONG MINGI KAU INI BENAR-BENAR YAAAA.”