Derasnya hujan seakan menghilangkan kesunyian malam ini, dan dinginya seakan masuk kedalam darah yang mengalir dalam tubuh ku. Tapi, entah mengapa malam ini berbeda dengan malam yang lainnya. ada sesuatu yang membuat hati dan pikiranku seakan berkelahi. fildzah, wanita berhijab, cantik dan juga pintar. Aku mecintainya tapi akal ku selalu beripikir dia bukan untuk ku dan mustahil aku bisa memilikinya. Dia selalu hadir dalam setiap Mimpiku, terlintas dalam pikiranku dan tersimpan dalam hatiku. Dia seakan membuat ku seperti semut yang kecil jika aku memikirkannya. Dia sangat sempurna untuk ku, sedangkan aku selalu buruk di matanya. Matanya yang indah seakan membuat siapa saja seakan tenggelam dalam tatapannya. Telah lama aku memilki rasa ini, mungkin sejak pertama kali aku melihatnya. Ingin ku buang jauh persaan ini,sakit karena membiarkan persaanku yang berlebihan ini. Tiap malam ku selalu memikirkannya, mengingat senyumnya, dan berharap dia akan memiliki rasa yang sama. Hanya berharap dan berdoa yang bisa ku lakukan. Semua hal telah ku lakukan untuk membuatnya merasakan kehadiranku di sisinya, orang yang sealalu ada untuknya. Aku tau aku tak pantas mengharapkan cinta darinya. karena bagiku dia adalah seorang bidadari,, sedangkan aku,, hanyalah seekor semut yang berharap bisa terbang bersama bidadari seperti nya. “Mustahil” kata yang selalu ada di pikiranku dan berteriak dalam hatiku. Apakah masih pantas jka aku memikirkan mu,memikirkan setiap hal-hal indah dari mu. karna ku sadar cintaku bertepuk sebelah tangan,,,,
Mengapa harus ada rasa cinta jika hanya aku sendiri yang mersakannya. Mersakan setiap baris demi baris penderitaan. Aku percaya dan mengerti seperti apa aku ini, aku hanya seorang anak manusia yang tak berdaya untuk melawan sebuah rasa yang sangat sulit untuk di lupakan. Harapan itu terkadang indah jika ku lihat dari sudut pandang diriku. Sebuah hal takkan bisa menghasilkan sesuatu jika hanya satu sisi yang berusaha, sedangkan sisi lain tidak. Ku bahagia meski hanya bisa meperhatikan mu dari jauh.