Pada suatu hari di sebuah desa di Indonesia, hiduplah seorang pemuda bernama Bima. Dia adalah seorang koki handal yang dikenal di seluruh desa. Bima jatuh cinta pada seorang gadis cantik bernama Sari, putri tunggal dari Ibu Ratna, seorang mertua yang terkenal keras dan sulit untuk didekati.
Bima dan Sari saling mencintai, namun mereka tahu bahwa untuk mendapatkan restu dari Ibu Ratna bukanlah hal yang mudah. Bima, dengan tekadnya, memutuskan untuk memenangkan hati Ibu Ratna dengan cara yang dia tahu terbaik, yaitu memasak.
Dia mulai dengan membuat hidangan sederhana, namun selalu ditolak oleh Ibu Ratna. Bima tidak menyerah, dia terus mencoba dan belajar, menciptakan hidangan yang semakin rumit dan lezat. Namun, setiap kali, Ibu Ratna menolaknya.
Suatu hari, Bima mendengar bahwa Ibu Ratna merindukan masakan khas kampung halamannya, yaitu OLAH-OLAH TAI LALE. Bima, yang tidak pernah membuat hidangan tersebut sebelumnya, memutuskan untuk belajar dan mempraktekkannya. Dia menghabiskan berhari-hari untuk mempelajari resep dan teknik membuatnya.
Akhirnya, hari itu tiba. Bima menghidangkan Olah-olah Tai Lale buatannya di hadapan Ibu Ratna. Dengan ragu, Ibu Ratna mencoba satu sendok. Ekspresinya berubah, matanya membesar dan dia tersenyum. "Ini rasanya seperti masakan ibuku," kata Ibu Ratna, air mata mengalir di pipinya.
Bima merasa lega dan bahagia. Dia akhirnya berhasil memenangkan hati Ibu Ratna. Dengan senang hati, Ibu Ratna memberikan restunya kepada Bima dan Ratna.
Setelah Bima berhasil memenangkan hati Ibu Ratna, hubungan antara Bima, Sari, dan Ibu Ratna semakin erat. Ibu Ratna menjadi semakin terbuka dan menerima Bima sebagai menantu potensial. Mereka sering menghabiskan waktu bersama, baik saat makan malam keluarga atau mengadakan acara keluarga lainnya.
Bima juga semakin terkenal di desa karena keahliannya dalam memasak. Dia sering diminta untuk memasak di acara-acara penting di desa, seperti pernikahan, ulang tahun, atau acara sosial lainnya. Bima juga membuka restoran kecil di desa, yang menjadi tempat favorit bagi penduduk setempat untuk menikmati hidangan lezat buatannya.
Sari dan Bima semakin bahagia bersama. Mereka saling mendukung dan membangun impian bersama. Mereka memiliki rencana untuk membuka restoran yang lebih besar dan terkenal di kota besar. Bima terus mengasah keterampilan memasaknya dan Sari membantu mengelola bisnis mereka.
Selain itu, hubungan antara Bima dan Ibu Ratna juga semakin dekat. Ibu Ratna menjadi sosok ibu yang penyayang bagi Bima dan mereka sering berbagi cerita dan kebahagiaan bersama. Mereka belajar banyak satu sama lain dan saling menghormati.
Cinta Bima dan Sari berlanjut dan bertahan lama. Mereka memiliki keluarga yang bahagia dan sukses dalam karier kuliner mereka. Kisah cinta mereka yang berawal dari kesulitan dan tantangan dengan Ibu Ratna sebagai pihak ketiga, berakhir dengan kebahagiaan dan harmoni di antara mereka.