Katanya, cinta pertama selalu mempunyai tempat tersendiri di hati kita, meskipun kita telah menyukai orang lain.
Apakah itu benar?
Lalu bagaimana dengan orang yang sedang bersama dengan kita saat ini? Bagaimana perasaan mereka saat mengetahui hal itu? Apakah mereka tidak akan merasa sakit hati?
Aku memandang ke arah depan kelas. Di sana terdapat seorang remaja laki-laki yang sedang tertawa dan bersenda gurau dengan sahabat-sahabatnya.
Dia adalah pacarku. Gentala Perwira.
Dia terdiam kala seorang gadis memasuki kelas. Tawanya lenyap, namun bibirnya mengukir senyum tipis.
Mataku mengikuti arah pandangannya.
Tatapan matanya berbinar, memperhatikan setiap langkah gadis itu, hingga duduk ke kursinya.
Dan aku melihat semuanya.
Jelas.
Aku sangat mengenal siapa gadis berpita biru itu.
Dia adalah Leona. Mantan sekaligus cinta pertama Gentala.
Leona yang selalu menjadi perwakilan sekolah dalam lomba debat.
Leona yang sangat menyukai pelajaran bahasa Inggris.
Leona yang selalu memakai pita biru.
Leona yang sangat suka dengan warna putih.
Leona yang suka dengan makanan-makanan manis.
Leona ini. Leona itu.
Leona yang pernah menjadi orang yang dicintai Gentala sebegitu besarnya. Atau mungkin sampai sekarang masih seperti itu?
Bodoh, seharusnya aku tahu.
Sampai kapanpun aku tidak akan dapat menyaingi posisi Leona di hati Gentala. Tidak akan pernah.
Aku kembali menatap Gentala yang masih setia memandangi Leona. Tatapan mataku menyendu.
Lalu... untuk apa hubungan kami sekarang ini?