"Tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benakku tentang berada di sebuah rumah kosong yang gelap dan sepi di tengah malam," kataku pada diri sendiri saat mencoba menenangkan diriku dari kepanikan yang sedang kualami. Aku ingat aku menerobos masuk ke rumah kosong itu karena aku berlari dengan cepat, jauh dari seorang pria yang tampak mengejarku. Aku merasa seperti berada di dalam mimpi buruk, kejadian yang terjadi begitu cepat dan saya sangat panik.
Di dalam rumah, aku melihat sekelilingku dengan waspada. Semua pintu dan jendela terkunci, dan dalam setiap sudut yang ada, hanya debu dan kegelapan. Tidak ada yang rinci atau mencolok, semuanya kosong dan menyebalkan. Saya berjalan perlahan ke sekeliling dan mencoba menemukan cara untuk keluar dari sini dan mencari pertolongan jika memungkinkan.
Tetapi, rasa gelap dan sepi dalam rumah itu terus menimbulkan kekhawatiran dalam diriku. Aku merasa seperti ada yang menguntitku, menatapku dari balik jendela atau dari balkon yang terlihat sangat sepi. Bisakah itu semuanya hanya khayalan saya karena terlalu takut? Atau memang ada sesuatu yang mengerikan di kamar-kamar kosong itu yang siap untuk menjebakku?
Seketika itu, terdengar suara menakutkan di lorong. Suara itu datang dari arah sebuah pintu yang terbuka dan memperlihatkan gelapnya ruangan yang menggunakan konsep bergaya tua. Saya semakin takut dan merasa seperti menjadi sasaran empuk bagi makhluk halus atau penjahat yang besar.
Namun, ketika saya mendekat ke arah suara itu, saya mendapatkan sebuah media player lama yang ujungnya terhubung dengan speaker. Saya memutarnya dengan takut-takut dan terkejut karena suaranya begitu bahagia, seolah-olah kumpulan saat kita sedang berpesta ribut. Hal yang sedikit menghibur saya untuk sementara ini sehingga membantu meredakan ketakutan.
Tetapi, itu tidak berlangsung lama karena sesuatu yang baru terjadi. Saat setelah itu, selembar surat muncul di sofa yang kosong tanpa penjelasan yang jelas. Aku membuka surat tersebut dengan hati-hati, dan isinya masih mengagetkan dan menyeramkan.
"Jika kau membuka jendela yang terletak di kamar belakang, maka kau pasti akan melihat siapa yang mengejarmu."
Aku membaca surat itu berulang kali, dan jantungku berdetak kencang. Siapa yang menulis surat ini? Saya merinding dan merasakan kegelisahan yang tak tertahankan yang mengisi seluruh tubuhku. Saya terus merenungkan kata-kata itu, dan saya semakin yakin bahwa itu adalah ramalan kejadian yang akan terjadi.
Rumah itu gelap dan sepi, keheningan mengerikan yang dimilikinya membuat diriku semakin sulit bernafas. Setiap langkah yang ku ambil, cahaya lampu bulan di jendela dan suara speaker yang datang dari media player membuat diriku tak berdaya. Saya merasa terkejut dengan kemungkinan hal-hal yang bisa terjadi padaku di rumah kosong itu.
Tetapi, semakin lama aku berada dalam rumah kosong itu, semakin aku yakin bahwa ada sesuatu yang mengerikan di dalamnya. Dan aku terus membayangkan kegelapan dan keheningan yang memenuhi ruangan-ruangan kosong, menyebarkan riak dalam diri. Tiba-tiba, aku merasakan suatu gerakan dalam kegelapan dan setiap gerak dari kakiku menjadi terdengar keras.
Aku bergegas mencari pintu keluar. Sepertinya seseorang telah mengikutiku ke dalam rumah, dan aku merasa aku harus keluar sebelum terlambat. Tetapi, semua pintu dan jendela terkunci rapat, dan aku mulai merasa kepanasan dan ketakutan. Aku merasa seperti tertawan di dalam rumah itu, dan aku tahu aku harus mencari cara untuk keluar.
Ketika aku mencoba membuka jendela yang terletak di kamar belakang, sesuatu merangkak dari dalam bayangan gelang, meraihku dan mencoba menyeretku turun ke arah belakang. Aku berjuang menghindari agar tidak terjatuh, dan mencoba keras agar tetap tenang dan menghafal jalan keluar. Aku merasa seperti ada cinta mati yang terbendung dan jin mengerikan di dalam ruangan itu.
Sekuat hatiku, aku terus mencoba untuk melepaskan diri dari kegelapan. Aku mencoba menahan nafas dan tetap bergerak dengan cepat, tapi namun sesuatu mencegahku. Setelah lari setengah jam, aku merasakan gelap sudah sangat dekat. Namun ketika Aku menoleh ke belakang, aku merasa jantungku akan meledak saat mataku melihat sesuatu yang sangat mengerikan: pasanganku, melayang di udara dan berwajah menyeramkan.
Aku terus berlari, berusaha untuk mencapai pintu keluar, meskipun aku merasa sangat lemah dan sesak nafas. Saya berhasil melewatinya tepat sebelum sesuatu yang mengerikan menyerang saya dari belakang. Aku merasakan udara yang besar di belakang saya dan, ketika Aku menoleh ke belakang, aku merasakan sesuatu yang benar-benar mengerikan: di belakangku, adalah penjahat yang sedang mengejarku.
Akhirnya, aku berhasil keluar dari rumah kosong itu, lari secepat mungkin meninggalkan kegelapan yang mengerikan di belakangku. Sesampainya di lingkungan, aku menyadari bahwa aku tengah berlari tanpa arah yang jelas dan aku merasakan sesuatu pelukan yang merindingkan yang datang menyerangku dari semua sudut. Namun aku tetap maju dan berusaha mencari pertolongan secepat mungkin.
Semua yang terjadi dalam rumah kosong itu lagi, berulang-ulang dibayangkan dalam pikiranku dan aku tak bisa melupakan pengalaman horor yang baru saja kualami. Bahkan sampai sekarang, ketika aku berjalan di malam hari kelam, aku masih merasa ketakutan dan menjauhi kesunyian dan kegelapan yang mengerikan. Dan aku tahu, bahwa gelapnya malam dan kesunyian yang luar biasa masih memikatku untuk kembali ke rumah kosong itu.