Kejora memasukkan buku-bukunya ke dalam tas. Lagi-lagi ia ketiduran di kelas hingga jam pelajaran berakhir pada pukul 15.00. Saat ini sudah pukul 15.25, sebentar lagi gerbang sekolah akan di tutup karena sudah tidak ada kegiatan lagi.
Kejora membuka pintu mobilnya kemudian menjalankan mobilnya menuju rumah.
Kejora memberhentikan mobilnya di depan supermarket karena ingin membeli camilan untuk hari sabtu besok. Rencananya Agatha akan berdiam diri di rumah sambil menonton drakor.
Kejora membeli banyak sekali camilan. Ia juga membeli coklat. Besok pagi Kejora akan membuat hot chocolate.
"Totalnya Rp.347.000,00,- kak,"
Kejora memberikan 3 lembar uang seratus ribuan dan 1 lembar lima puluh ribuan pada petugas kasir.
Setelahnya Kejora melanjutkan perjalanan menuju rumahnya sambil mendengarkan playlist musik nya.
Hari ini jalanan tidak begitu ramai. Kejora bisa sedikit lebih santai karena tidak akan telat pulang ke rumah.
Ponsel Kejora berdering. Ada telepon dari Mama nya.
"Halo Ma,"
"Kejora bisa ke cafe Alexaria?" suara Mama di seberang sana terdengar antusias bertanya.
"Kenapa Ma?"
"Nanti ada tamu, Kamu bisa mampir ke sana terus belikan chocolate cheesecake sama bolu gulung rasa red velvet?"
"Bisa Ma,"
"Oke sayang, Mama tunggu yaa,"
"Iya,"
15 menit kemudian ia sampai di cafe Alexaria. Ternyata, meski jalanan sepi, cafe ini tetap ramai. Beberapa pasangan berada di sana, menikmati kebersamaan dengan senyum yang mengembang. Beberapa mahasiswa juga di sana, mengerjakan tugas yang mungkin saja sudah menumpuk.
"Selamat datang. Mau pesan apa Kak?"
"Chocolate cheesecake 1, bolu gulung red velvet 1, dibungkus ya Kak,"
"Baik Kak, ditunggu sebentar ya Kak,"
Kejora mengedarkan pandangannya, mencari bangku yang kosong. Hanya ada satu di depan barista. Itu pun sudah ada yang menempati. Tetapi karena tidak ada bangku lain, Kejora memutuskan duduk di sana.
"Permisi, saya duduk di sini ya," Kejora tersenyum canggung.
"Iya," Kejora tertegun melihat wajah yang begitu rupawan itu.
Mata tajam yang tidak beralih sedikitpun dari laptopnya, jemari yang bergerak berirama entah mengetikkan apa. Wangi pepohonan di musim hujan yang menguar.
Suasana yang sangat mendukung untuk Kejora jatuh cinta. Entah dorongan dari mana, Kejora mengulurkan tangannya, mengajak berkenalan.
"Kejora Aniskala,"
"Samudra Bachtiar,"
Kejora terpaku di tempatnya. Tangannya yang tadi sempat saling menggenggam terasa aneh. Perutnya terasa geli seolah ada ribuan serangga memanjati rongga perutnya
"Pesanan atas nama Kejora," seruan itu membuyarkan lamunan Kejora.
"Saya duluan, terimakasih,"
Tidak ada jawaban. Mungkin Samudra tidak mendengar. Mungkin Samdra terlalu fokus dengan apa yang sedang ia kerjakan. Mungkin sedari tadi Samudra tidak menyadari siapa yang mengajaknya bicara.
Kejora pulang. Pukul 17.00 tepat ia sampai di rumah. Mama sudah menunggunya di teras, ditemani teh chamomile favorit Mama.
"Ini Ma,"
"Terimakasih sayang, sekarang kamu mandi ya, nanti malam kita kedatangan tamu,"
"Iya,"
Kejora masuk ke rumah. Meletakkan sepatunya di rak. Kemudian berjalan menuju kamarnya.
Kejora merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Pikirannya berkeliaran pada sosok Samudra yang mencuri perhatiannya. Kira-kira, kapan mereka akan bertemu lagi? Atau malah, tidak sama sekali?
Kejora hanya berharap ini bukan perasaan yang serius. Kejora harap, ini hanya perasaan sementara.
Jadi ketika tamu Mama datang, dan Kejora sudah siap dengan midi dress berwarna soft yellow, Ia tidak menyangkan akan melihat Samudra lagi. Kali ini sebagai anak dari teman dekat Mama dan partner bisnis Papa.
"Kejora, ini Samudra, laki-laki yang Papa harap bisa memberi kamu kebahagiaan di dunia ini,"
Kejora tidak perlu tahu apa yang akan Papa katakan setelahnya. Ia dapat menangkap satu hal. Ia dijodohkan dengan Samudra. Bolehkan Kejora merasa senang?
"Kita bertemu lagi Kejora,"
Senyuman mengembang. Wajah berseri-seri. Tangan itu kini ada di genggaman Kejora. Pun dengan wewangian pohon saat musim hujan yang ternyata berasal dari parfum Samudra.
"Kejora mau nikah sama Samudra,"
Semua orang tertawa hari itu. Berbahagia. Dan berharap kebahagiaan akan datang lagi esok.
TAMAT🌷
terimakasih buat kalian yang sudah meluangkan waktu untuk membaca cerpen ini🌱
bantu ramaikan yuuuk💃
사랑해요🍬