Aku tidak terlahir dari keluarga kaya. Aku bukanlah orang berada, aku tidak seperti mereka diluar sana yang berkecukupan dan hidup dengan kemewahan. Dunia ku pun hanya sebatas ruangan kecil yang ku tempati bersama keluarga ku. Sering kali aku melihat sesuatu yang sangat ingin aku miliki, berpakaian bagus bahkan makan dengan makanan yang lezat. Aku dibesarkan dengan kasih sayang keluarga ku, aku tidak pernah kekurangan kasih sayang dari keluarga ku. Namun aku tidak mempunyai uang yang banyak. Rumah ku saja sangat sederhana, jauh dari kata mewah. Rumah adalah tempat berlindung dari panas dan hujan. Namun jika hujan datang, seakan aku tidak bisa tidur. Bocor dimana mana, aku seakan melihat keatas, memandang langit langit atap dirumah ku. Air hujan itu seakan menetes tanpa henti. Tik tik tik suara-nya seakan terdengar di telinga ku. Suatu hari aku pernah melihat pelangi, pelangi yang datang setelah hujan. Mataku tidak berhenti memandang ke arah angkasa. Sungguh indah ciptaan Tuhan kata ku. Seketika itu aku membayangkan, bisakah aku seperti pelangi, bisakah hidup ku seindah dan seberwarna itu suatu saat. Sambil meneteskan air mata aku berharap hidup ku tidak seperti ini.
Aku hanyalah gadis sederhana, aku tidak secantik teman teman ku, saat kecil hingga remaja aku sering mendapatkan bulian, fisik ku menjadi bahan bercandaan teman-teman ku. Setiap hari mental ku dipaksa harus siap dengan Bulian dari teman-teman sekelas ku saat itu, sehingga mental ku benar benar hancur sampai saat ini. Dari semua yang ku alami, aku berpikir, aku akan sukses suatu hari nanti. Aku akan merubah nasib ku. Mulai saat itu aku terus belajar dari proses kehidupan. Pengalaman hidup mengajarkan aku arti dari ikhlas dan sabar. Aku ingin menggapai mimpi ku. Aku mulai belajar dan sampai saat ini aku menjadi seorang mahasiswi.
Tidak sampai di situ, perjuangan ku masuk diperguruan tinggi tidak luput dari ejekan orang orang disekitar ku. Aku tidak punya uang sebanyak itu untuk masuk universitas ternama. Namun itu tidak menghalangi impian ku untuk menjadi sukses. Ayah ku pernah berpesan padaku " nak, dimana pun kita menempuh pendidikan, asal kita tekun dan sungguh-sungguh maka itu adalah kunci kesuksesan bagi kita sendiri". Karena ucapkan ayah ku, aku memberanikan diri untuk kuliah, kampus ku tidak sebesar kampus negeri diluar sana, kampus yang aku masuki adalah kampus baru yang baru didirikan 3 tahun lamanya ketika aku mendaftar disana. Disana aku di terima sebagai seorang mahasiswi. Aku mengambil jurusan pendidikan bahasa Inggris. Suatu saat aku harus bermanfaat bagi banyak orang. Impan anak anak seperti ku harus terwujud. Cukup kisah ku yang menderita. Aku tidak ingin ada orang lain bernasib seperti ku. Impan ku sekarang sudah hampir terwujud, cita cita ku untuk berkuliah sudah aku wujudkan. Setengah perjalanan lagi aku akan menggapai mimpi ku.
Aku akan membuat hidup ku seindah pelangi dikala hujan pergi. Masalah boleh membuat ku menangis. Tapi aku adalah seorang anak perempuan yang memeluk luka ku sendiri. Aku harus kuat
, Aku tidak boleh menyerah, tujuan ku sebentar lagi tercapai. Semangat itu sangat penting. Jangan pernah menyerah jika kamu punya impian besar. Tataplah dirimu dicermin. Kamu hebat dengan versi dalam dirimu. Aku berbeda dengan orang lain. Kamu sangat kuat. Percayalah!