Aku bisa dibilang anak yang lumayan nakal, aku terkadang tidak menuruti kata kata orangtuaku dan terkadang aku tidak membantu pekerjaan orangtuaku, dan inilah ceritaku.
Aku dibangunkan oleh mamah ku dipagi hari karena aku harus bearangkat kesekolah, aku sarapan masakan buatan mamah ku dan mamah ku selalu menyuruh ku untuk sholat, tapi aku tidak menghiraukannya dan aku langsung jalan kesekolahan ku. Seperti biasanya aku selalu mencium kedua tangan orangtua ku dan meminta doa kepada mereka, aku pun berangkat kesekolah. Sesampainya disekolah seperti biasa aku menyapa teman teman ku dan aku belajar dengan giat.
Saat jam pelajaran hp ku berbunyi, guruku langsung menyuruh ku mematikan hp ku kalau tidak hp ku akan disita, tapi aku bilang keguruku kalau aku lagi ditelpon oleh saudaraku dan pada akhirnya guruku mengizinkanku untuk mengangkat telepon itu.
saudaraku bilang kepadaku kalau mamah ku sudah gada, teman teman dan guruku pun kaget, kenapa? Karna pada saat aku telponan aku menyalakan speaker hp ku kalau tidak suaranya akan sangat kecil.
Pada saat itu aku hanya bisa diam dan tidak percaya kata kata saudaraku dan pada akhirnya aku izin dan aku diantar pulang oleh wali kelas ku.
Disaat aku pulang kerumah dirumah itu sudah ramai sekali orang orang dan saudara saudaraku, akupun hanya bisa menangis dan menangis disamping ibuku. Akupun berdoa kepada Allah semoga permintaan maafku yang belum sempat aku katakan langsung didepan ibuku bisa sampai didengar ibuku dialam sana.
Keesokan harinya aku masih izin dari sekolah karena saat ditinggal oleh ibuku akupun langsung sakit bahkan sampai susah untuk berjalan, dan walikelas ku menjenguk kondisi ku dan disaat itu hatiku dibikin tenang oleh kata kata walikelas ku, "Ikhlaskan ibumu, ibumu dipanggil oleh Allah tandanya Allah sayang sekali sama ibumu". Saat walikelas ku bilang seperti itu akupun sedikit tenang dan aku langsung menangis kencang.
3 hari kemudian kondisi ku sudah mendingan dan aku bisa pergi sekolah dengan sedikit tetesan air mata, yang biasanya aku mencium kedua tangan orangtuaku sekarang hanya mencium tangan bapak ku. Saat disekolah teman teman ku semua berdoa kepada ibuku akupun sangat senang dan disitu aku menangis.
Saat jam pelajaran dimulai Hp ku berbunyi lagi seperti hari dimana ibuku meninggal dunia. kondisinya yang sedang mengajari aku waktu itu adalah wali kelas ku sendiri jadinya aku boleh angkat telpon itu tanpa ada hambatan dan ternyata Bapak ku juga dipanggil oleh Allah SWT dan disitu aku syok dan pingsan. Setelah aku sadar aku ada diuks dan walikelas ku langsung berbicara kepadaku " mau tetap diuks untuk nenangin diri atau langsung kerumah?" disitu aku pilih langsung kerumah.
Saat dirumah aku udah Gakbisa berkata apa apa, aku hanya menangis mengingat kenangan keluarga kita dan aku pun berdoa seperti doa ku untuk ibuku yaitu "semoga permintaan maafku ini yang belum sempat ku ucapkan dengan mulutku langsung bisa terdengar oleh bapak ku dialam sana"
Sampai saat ini aku sudah berkeluarga dan aku terus mendoakan kedua orangtua ku dan aku berdoa kepada Allah supaya diberi umur panjang agar aku bisa melihat Cita cita anakku terwujud nanti