Judul cerpen: Aku Dan Biolaku
Hembusan angin malam yang kencang menerpa dedaunan kering, hawa gelap mulai menyelimuti malam nya langit. Dibawah gelapnya malam, dipenuhinya hembusan angin yang dingin, bertaburnya dedaunan kering di atas tanah. Disebuah kursi panjang yang ada di sebuah taman bermain, seorang gadis terduduk dengan raut wajah yang putus asa, memainkan sebuah biola dengan irama yang begitu menyedihkan hingga menyayat hati.
Gesekan demi gesekan irama yang keluar pada senar biola tersebut membuat suasana pada malam hari ini menjadi begitu menyedihkan, dengan ditambah nya langit yang begitu mendukung dalam malam kali ini. "Zerinzi" namanya, gadis yang sedang putus asa ini. Merasa putus asa karena baru saja mengikuti kegiatan perlombaan biola yang di impikannya selama seharian penuh ini, dengan yakin akan memenangkan perlombaannya. Tapi justru malah mendapat sebuah kalimat yang tidak pernah ia bayangkan akan mendengarnya secara keras! "Diskualifikasi" perkataan itu masih terngiang-ngiang dengan jelas dalam benaknya, pikirannya dan bahkan masih terdengar jelas di telinganya.
Tak menyangka bahwa ia akan diskualifikasi begitu saja hanya karena lirik nada biola yang ia mainkan mencopy paste dari salah satu peserta yang lainnya. Itu fitnah! Ia mendapatkan itu karena sejujurnya ia tidak pernah mencopy paste sebuah lirik biola yang akan ia tampilkan untuk perlombaan, apalagi sebenar nya tiap kali ia akan mengikuti perlombaan biola liriknya ia ciptakan sendiri. Kali ini berbeda, tiba-tiba saja ia dituduh melakukan plagiarisme oleh seseorang.
Hatinya sakit, kepercayaan nya hancur dan ia kecewa karena harus mendapat sebuah fitnah dengan apa yang tidak ia lakukan. Perlombaan yang sudah lama ia nanti-nanti berunjung kegagalan, andai kata ia tidak difitnah mungkin saja ia sudah memenangkan perlombaan biola terbaik tahun ini. Sayangnya tuduhan yang tak jelas asal usulnya itu mampu merusak impiannya.
1 bulan berlalu...
Semenjak kejadian malam yang menyedihkan itu, kini Zerinzi mulai kembali untuk bangkit dari keterpurukannya. Ia tidak ingin putus asa lagi! Jika memang 1 bulan yang lalu ia telah di tertawakan oleh semua orang karena masalah plagiarisme maka kali ini ia akan bangkit. Dimana ia akan membuktikan bahwa ia bisa kembali berdiri dengan kokoh diatas panggung lagi setelah keterputus asaan-nya itu.
"Aku akan membuktikan diriku yang tak bersalah! Dihadapan semua orang nanti malam, aku akan memberikan bukti siapa yang sebenarnya mencopy paste dan membuatku harus diskualifikasi" Ucap Zerinzi dengan penuh keyakinan pada dirinya sendiri. Dengan waktu yang cukup sebentar Zerinzi menciptakan lirik biola yang baru, dimana ia sangat cekatan dalam menulis lirik melodi, cepat dalam berfikir dan pandai dalam merangkum setiap bait senar yang akan menjadi sebuah melodi pada biola.
Biola yang selalu bersama Zerinzi adalah biola kesayangannya, biola yang ia dapatkan dari alhamrum kedua orang tuanya sebelum keduanya pulang ke pangkuan yang maha kuasa. Butuh persiapan untuk Zerinzi nanti malam akan berlomba lagi, hati-hati kali ini Zerinzi akan lebih waspada terhadap sekitarnya. Ia tidak akan kembali sembarangan menaruh sebuah lirik melodi ataupun irama baru yang nantinya akan ia tunjukan pada semua orang. Cukup 1 kali ia kecolongan dan kedepannya tidak akan lagi, karena kegagalan kemarin membuatnya sangat frustasi dan putus asa maka kali ini tidak akan terulang.
Zerinzi pintar dan kreatif dalam menciptakan sebuah melodi biola, ia sudah menjadi seorang violis dalam waktu yang cukup lama. Jadi keberhasilan mungkin akan mudah ia dapatkan nanti malam, tapi malam ini perlombaan biola yang akan ia ikuti bukan sekedar perlombaan biasa melainkan perlombaan tingkat dunia. Dan ia terpilih menjadi salah satu violis yang akan bersaing dengan para violis lainnya dari seluruh penjuru dunia.
"Aku akan menang!"
Malam harinya...
Sebuah bangunan besar menjulang begitu tinggi terlihat sangat mewah, banyak nya orang dan banyaknya hiasan terlihat, karpet merah digelar dengan sisi kanan dan kiri diberi pembatas. Lampu-lampu yang besar menyoroti gelapnya malam untuk menandakan bahwa tengah ada sebuah perlombaan yang besar diadakan, satu persatu semua tamu berdatangan. Para peserta violis pun ikut serta berdatangan dan banyak nya wartawan pun mulai saling menyoroti kameranya pada setiap orang dan setiap titik yang penting. Berbagai angel mereka potret dan mereka rekam, untuk mereka tampilkan nanti pada sebuah berita yang ada di televisi.
Perlombaan belum lama dimulai, masing-masing violis sedang bersiap-siap menyiapkan diri mereka masing-masing. Begitu juga dengan Zerinzi, nomor urut panggilannya tampil masih sedikit lama jadi Zerinzi saat ini fokus pada sebuah kertas yang berisi lirik melodi biola yang ia ciptakan, itu baru dan barusan selesai! Ia tidak akan mencoba berlatih di tempat umum saat ini. Ia hanya akan langsung menampilkan permainan biola nya pada semua orang secara mendadak tanpa percobaan. Keyakinannya sangat kuat bahwa ciptaan melodi barunya akan sangat bagus dan ia sangat percaya diri saat ini. Sampai pada waktunya nomor urutnya kini telah terpanggil.
Dihadapan semua orang yang tengah menatapnya dengan penuh rasa penasaran. Zerinzi terdiam "Aku harap kalian semua suka dengan melodi baru, yang baru saja tadi aku ciptakan" Ujar nya dengan wajah tersenyum manis pada semua orang sebelum biola kesayangannya itu ia angkat dan ia taruh di atas pundaknya. Kemudian, tangan kiri nya mulai memegang leher biola dengan masing-masing jari ia tempatkan di tempat yang memang seharusnya berada.
Gesekan demi gesekan pada busur pun menciptakan melodi yang begitu indah, tanpa percobaan pada melodi yang baru ia ciptakan. Zerinzi berhasil membuat semua orang kagum akan permainan biola nya yang indah, dengan lirik melodi yang indah, postur tubuh saat bermain biola, ekspresi wajah yang begitu mewakili setiap gesekan busur pada biola pun membuat tepuk tangan semua orang terdengar begitu nyaring. Sampai pada akhirnya permainan irama melodi biola nya Zerinzi terhenti dan kembali mengundang rasa kepuasan semua orang padanya.
Pujian demi pujian pun terdengar mengusik telinga Zerinzi, dan nilai yang sangat sempurna didapatkan olehnya dan juara umum nya ditentukan bahwa ia lah yang menjadi juara pertama. Komentar-komentar positif pun didapatkan dengan baik. Pada akhirnya semua orang tau bahwa perlombaan 1 bulan yang lalu sebenarnya telah terjadi terbaliknya fakta! Karena setelah menerima penghargaan atas pencapaiannya. Zerinzi menguak siapa yang sebenarnya bersalah atas perlombaan 1 bulan lalu dihadapan publik, dan kini semua kembali normal dan kembali tenang.
Tidak ada lagi komentar negatif, tidak ada lagi perundungan padanya, tidak ada lagi yang akan memfitnahnya. Karena seseorang yang berhasil membuatnya jatuh saat itu sudah mendapat balasan yang setimpal atas permainan curang nya itu. Zerinzi dan biola kesayangannya itu kembali membuat semua orang terpukau akan penampilannya kembali, dan ia bahagia bisa membuat semua orang membuka matanya atas apa yang terjadi. Pada akhirnya kebahagiaan didapatkannya.
Tamat.
Kesimpulan cerpen ini:
Jika kita pintar dan kreatif, semua bisa diraih! Bangkit dari apa yang membuatmu terpuruk mampu membuatmu berjaya akan keberhasilan yang hendak kau capai nantinya. Tidak ada hasil yang akan mengecewakan, jika tidak mencobanya maka tidak akan tau. Buatlah semua orang terpukau dan terpana akan kreativitas yang kau miliki, tunjukan pada dunia bahwa kau mampu menciptakan sesuatu yang luar biasa. Jadikanlah keterputus asaan-mu menjadi sebuah semangat dalam memperbaiki dirimu, bangkit! Dan hadapi. Maka semua akan berakhir dengan yang telah kau inginkan.